TRENGGALEK NJENGGELEK – Video penjualan Toyota Alphard bekas Rp600 jutaan viral di media sosial setelah King Mobilindo menawarkan unit tahun 2021 dengan kondisi mulus dan kilometer rendah.
Penjual menegaskan Alphard masih menjadi mobil premium paling nyaman dan belum tergantikan meski tren kendaraan listrik terus berkembang.
Dalam video berdurasi lebih dari lima menit itu, showroom memperlihatkan detail unit Toyota Alphard GATPM 2021 yang dijual Rp675 juta untuk kredit dan Rp695 juta secara cash.
Harga tersebut disebut tergolong murah untuk kategori MPV premium tahun muda.
Toyota Alphard Bekas Tahun 2021 Disebut Mulai Langka
Penjual mengaku kini semakin sulit mendapatkan Toyota Alphard bekas tahun muda dengan kondisi original dan harga di bawah Rp700 juta. Apalagi unit yang ditawarkan memiliki riwayat servis resmi Toyota dan kilometer sekitar 60 ribu.
“Kondisi seperti ini sekarang berat cari di bawah Rp700 juta,” kata penjual.
Bagian eksterior mobil diperlihatkan secara detail, termasuk bodi hitam glossy, rail kolong, hingga bagian mesin. Penjual juga menunjukkan kondisi baut dan panel untuk memastikan kendaraan tidak pernah mengalami kerusakan besar.
Pada bagian interior, jok original warna peach khas Alphard generasi lama masih terlihat utuh tanpa kerusakan berarti. Fitur sunroof dan power back door juga diuji langsung di depan kamera untuk memastikan semuanya masih normal.
Menurut penjual, kenyamanan kabin menjadi salah satu alasan Alphard tetap dicari pasar. Ia menyebut MPV premium tersebut masih sulit disaingi dari sisi suspensi maupun kemewahan interior.
Mobil Listrik Dinilai Belum Goyahkan Pasar Alphard
Dalam video itu, penjual juga menanggapi anggapan bahwa tren mobil listrik membuat pamor Alphard menurun. Ia menilai persepsi tersebut hanya berlaku di Jakarta karena faktor insentif dan aturan ganjil genap.
Namun untuk pasar nasional, Alphard disebut masih memiliki citra kuat sebagai kendaraan mewah. Penjual bahkan menyebut faktor gengsi menjadi nilai yang tidak mudah digantikan mobil lain.
“Alphard is Alphard,” ujarnya.
Ia juga menyinggung fenomena FOMO di industri otomotif yang membuat banyak orang mengira era Alphard sudah selesai. Namun menurutnya, pasar justru membuktikan harga dan permintaan unit bekas masih stabil.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan cepatnya penjualan beberapa unit Alphard sebelumnya. Bahkan, penjual mengaku kritik dan komentar negatif di media sosial tidak mempengaruhi minat pembeli.
Showroom Target Tambah Stok Alphard untuk Pasar Jawa Tengah
King Mobilindo menyebut permintaan Alphard bekas dari wilayah Semarang dan Jawa Tengah masih cukup tinggi. Karena itu, showroom berencana memperbanyak stok Alphard berbagai tahun mulai 2026 mendatang.
Selain tipe 2021, showroom juga mengaku memiliki unit tahun 2016 hingga 2005 untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen. Strategi itu dilakukan agar pembeli tidak perlu mencari kendaraan hingga ke Jakarta.
Penjual juga memberikan edukasi terkait pengecekan mobil bekas, terutama soal karat dan kondisi kolong kendaraan. Ia menjelaskan perubahan warna kekuningan pada beberapa bagian tidak selalu berarti keropos.
“Kalau keropos pasti ada lubang dan bintik-bintik,” jelasnya.
Di akhir video, penjual kembali menekankan bahwa kualitas unit menjadi prioritas utama dibanding sekadar harga murah. Ia optimistis pasar Toyota Alphard bekas tetap bertahan karena segmen konsumen premium masih membutuhkan kendaraan nyaman dan prestise tinggi.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan