TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Menentukan spesifikasi kaki-kaki dalam proyek modifikasi mobil harian sering kali menjadi tantangan terbesar bagi pemilik kendaraan. Salah memilih kombinasi pelek, ban, dan suspensi bisa berakibat fatal pada kenyamanan berkendara, seperti gejala mentok spakbor atau gesrok. Namun, Stanley berhasil meracik sektor kaki-kaki pada Toyota Innova Barong 2KD miliknya dengan sangat proporsional sehingga tetap aman melibas rute luar kota setiap hari.
Untuk urusan roda, Stanley menjatuhkan pilihan pada pelek legendaris Enkei RPF1 berdiameter 17 inci dengan lebar 8 inci dan offset (ET) 40. Pelek berkelir perak ini mengalami proses finishing full polish pada seluruh permukaannya sehingga tampak sangat mengilap di bawah terik matahari. Agar posisinya rata dengan bibir spakbor (fender), ditambahkan peranti spacer kustom yang ukurannya telah dihitung secara presisi oleh bengkel spesialis Cakra Jaya.
Pelek tersebut kemudian dibalut dengan ban Hankook Ventus Prime 4 berukuran 225/55 Ring 17. Kombinasi ini menghasilkan profil dinding ban yang agak membulat atau sering disebut gaya meaty donat. Pilihan ban non-semi slick ini sengaja diambil demi mengejar aspek ketahanan dan keheningan kabin yang mutlak diperlukan dalam konsep modifikasi mobil harian.
Baca Juga: Rumor Veda Ega Pratama ke Moto2 2028 Makin Kencang, Begini Penjelasan yang Sebenarnya
Upgrade Pengereman Besar dan Suspensi 7 Klik
Di balik jari-jari pelek RPF1 yang renggang, terlihat sistem pengereman bertenaga besar berupa Big Brake Kit (BBK) Brembo 4 pot seri TS3 yang didapatkan dari Wins. Piringan cakram yang digunakan berukuran masif, yakni diameter 330 mm dengan tipe drilled kustom. Peningkatan sektor pengereman ini tidak hanya mendongkrak visual roda menjadi sangat padat, tetapi juga memberikan jaminan keamanan tingkat tinggi saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.
Beralih ke sistem peredaman, suspensi Innova ini mengandalkan perpaduan shockbreaker YSS DTG white-red dengan fitur penyetelan 7 klik keempukan. Sementara untuk per keong, digunakan produk dari Triple S yang telah disesuaikan ketinggiannya (potong per). Racikan suspensi ini menghasilkan jarak spakbor depan dua jari rapat dan belakang tiga jari rapat. Alhasil, estetika fitment dapet, dan kenyamanan suspensi untuk harian pun tetap terjaga tanpa gejala amblas.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Hebohkan Jelang Moto3 Jerman, Benarkah Jajal Motor 750 cc Honda?
Editor : Dinar Ananda Putri