TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Dunia modifikasi otomotif sering kali terjebak dalam pusaran gengsi antarpemilik kendaraan. Tidak sedikit orang yang memodifikasi kendaraannya secara ekstrem hanya demi mendapatkan pengakuan di tempat tongkrongan, namun justru menyusahkan saat dipakai di jalan raya. Melalui unit Toyota Innova Barong "Rose 2KD", Stanley membagikan resep sukses menerapkan modifikasi mobil harian yang seimbang antara fungsi, performa, dan gengsi.
Saat diuji coba di jalan raya, Innova bermesin diesel 2KD dengan tenaga 260 HP ini menyuguhkan impresi berkendara yang sangat mengejutkan. Suara mesin dan knalpot kustomnya terdengar sangat halus dan tidak berdengung di dalam kabin pada putaran rendah. Karakter injakan pedal gasnya pun terasa linear, halus, dan tidak menghentak kaget layaknya mobil balap sirkuit, sehingga sangat rileks saat dikemudikan membelah kemacetan kota.
Namun, begitu tuas transmisi matik dipindahkan ke mode berkendara yang lebih agresif dan pedal gas ditekan dalam, katup turbo Flex 42 langsung merespons dengan embusan suara khas yang menyenangkan. Kecepatan mobil dapat melesat dari 0 ke 80 km/jam dalam waktu singkat tanpa ada gejala keteteran. Fleksibilitas performa inilah yang menjadi tujuan utama dari konsep modifikasi mobil harian sejati.
Baca Juga: AS Kembali Serang Iran usai Kapal Komersial Diserang, Selat Hormuz Kian Memanas
Pesan Toleransi bagi Sesama Pencinta Modifikasi Tanah Air
Menurut Stanley, sebuah proyek modifikasi harus disesuaikan dengan kebutuhan harian masing-masing individu, bukan didasari oleh paksaan tren atau tekanan dari orang lain. Sektor eksterior mobil diesel tidak perlu diubah secara radikal dengan bodi kit yang terlalu ceper jika peruntukannya adalah membelah jalanan rusak setiap hari. Cukup fokus pada sektor esensial seperti kaki-kaki, kenyamanan kabin, dan efisiensi mesin.
Di akhir penjelasannya, Stanley menitipkan sebuah pesan penting bagi seluruh pelaku industri kreatif dan anak mobil di Indonesia. Ia menekankan pentingnya rasa saling menghormati antarsesama pencinta modifikasi tanpa memandang aliran yang dianut. "Untuk modifikasi, ikuti apa kata hati saja karena selera tidak bisa dipaksain. Jangan saling menjelek-jelekkan, saling respect saja," pungkasnya menutup perbincangan mengenai esensi modifikasi mobil harian.
Baca Juga: Veda Ega Pratama vs Hakim Danish di Moto3 Jerman, Duel Sengit 82 Poin Siapa Unggul di Sachsenring?
Editor : Dinar Ananda Putri