TRENGGALEKNJENGGELEK.JAWAPOS.COM - Sektor kaki-kaki sering kali menjadi penentu utama berhasil atau tidaknya sebuah konsep modifikasi kendaraan. Bagi mobil berdimensi ringkas, pemilihan spesifikasi pelek dan tingkat kerendahan suspensi yang pas akan membuat tampilan keseluruhan berubah drastis. Hal inilah yang mendasari pengerjaan modifikasi Suzuki Karimun Wagon R GS milik Fal, yang sukses memadukan konsep fitment roda yang padat dengan fungsionalitas harian.
Penerapan gaya berkendara harian pada proyek modifikasi Suzuki Karimun ini menuntut kejelian dalam memilih komponen suspensi. Sang pemilik tidak memilih opsi coilover mahal, melainkan meracik per keong bawaan dari pabrikan mobil lain. Komponen per suspensi pada mobil ini mengombinasikan karakter per milik Honda Jazz dan Honda Freed untuk mendapatkan ketinggian yang ideal sekaligus meredam guncangan bodi kotak Karimun dengan lebih stabil.
Baca Juga: Ide Modifikasi Suzuki Karimun Wagon R GS, Tampil Sangar Berkelas untuk Harian
Kombinasi per kustom tersebut disandingkan dengan pelek legendaris Advan RG replika berdiameter 15 inci dengan lebar 6,5 inci. Roda tersebut kemudian dibalut karet bundar profil harian, menghasilkan jarak spakbor yang sangat pas (fitment rapat) tanpa memicu gejala mentok saat mobil diisi muatan penuh. Total biaya yang dihabiskan Fal untuk menebus paket pelek, ban, serta per kustom dalam skema modifikasi Suzuki Karimun ini berada di kisaran Rp 10 juta.
Kemewahan Ekstra Berkat Atap Terbuka Kustom
Tidak puas hanya bermain di area bawah, Fal memberikan kejutan besar pada bagian atap Suzuki Karimun ini. Sebuah perangkat sunroof elektrik lansiran merek Gold Blue ukuran M sukses terpasang secara presisi di bagian atap mobil. Proses pengerjaan atap terbuka ini dipercayakan kepada bengkel spesialis ternama, Akasia Motor, dengan estimasi biaya pengerjaan mencapai Rp 10 juta sekitar dua tahun yang lalu.
Baca Juga: Ide Modifikasi Suzuki Karimun Wagon R GS, Tampil Sangar Berkelas untuk Harian
Pemilihan ukuran M dinilai sangat bijak karena struktur atap Suzuki Karimun memiliki banyak tulangan penyangga utama. Jika dipaksakan menggunakan ukuran yang lebih besar, maka terlalu banyak tulangan bodi yang harus dikorbankan, yang berpotensi menurunkan tingkat kekakuan (rigidity) sasis kendaraan. Dengan hadirnya sunroof ini, Karimun yang awalnya berstatus sebagai mobil LCGC murah kini naik kelas dan memancarkan aura kemewahan yang setara dengan mobil-mobil premium Eropa.
Baca Juga: Tragedi Pilu di Thailand: Rombongan Biksu Ditabrak Bocah 11 Tahun, 8 Orang Meninggal Dunia!
Editor : Dinar Ananda Putri