BYD M6 DM hadir tantang Chery Tiggo 8 CSH di pasar PHEV Indonesia. Pilih MPV super irit 1.800 km atau SUV mewah bertenaga buas 341 HP? Simak ulasannya!
TRENGGALEK – Mobil listrik berbasis baterai (BEV) memang tengah menjadi tren otomotif nasional. Namun, keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) sering kali memicu kekhawatiran jarak tempuh atau range anxiety, terutama saat melakukan perjalanan jauh maupun mudik lebaran. Sebagai solusinya, teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hadir menjadi jembatan transisi paling realistis bagi konsumen Indonesia.
Dua produsen raksasa otomotif asal Tiongkok kini beradu strategi di pasar tanah air. BYD resmi memboyong BYD M6 DM, sementara Chery mengandalkan Chery Tiggo 8 CSH. Kedua mobil ramah lingkungan ini menawarkan pendekatan teknologi yang sangat bertolak belakang, yakni antara efisiensi bahan bakar tingkat ekstrem melawan performa mesin yang buas dan mewah.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menegaskan bahwa model M6 DM menjadi pelopor penggunaan teknologi Dual Mode (DM) generasi terbaru dari BYD di Indonesia. Teknologi ini dirancang secara khusus untuk menjawab kecemasan masyarakat akan daya jelajah mobil listrik tanpa harus mengorbankan kenyamanan harian.
Secara teknis, BYD M6 DM mengusung evolusi teknologi DMI (Dual Mode Intelligence). Berbeda dari sistem hibrida konvensional yang masih mengandalkan mesin pembakaran internal sebagai penggerak utama, sistem DMI mutlak memprioritaskan motor listrik. Mesin bensin berkapasitas 1,5 liter yang terpasang lebih banyak difungsikan sebagai generator untuk mengisi daya baterai berkapasitas 18 kWh.
Sistem komputer kendaraan bekerja dinamis dalam tiga mode otomatis: EV Mode (full listrik), Hybrid Seri (mesin bensin mengisi baterai), dan Hybrid Paralel. Berkat kepintaran pengaturan transmisi daya tersebut, BYD M6 DM diklaim mampu mencatatkan efisiensi bahan bakar hingga 65 km/liter dengan total jarak tempuh kombinasi mencapai 1.800 kilometer dalam sekali pengisian penuh baterai dan tangki bensin.
Adu Tenaga dan Karakter: MPV Praktis vs SUV Premium
Di sisi lain, Chery Tiggo 8 CSH hadir dengan filosofi rekayasa mesin yang jauh lebih agresif. Mesin 1,5 liter miliknya dibekali dukungan komponen turbocharger. Walau sama-sama menggendong baterai di kisaran 18 kWh dengan daya tempuh mode full listrik sejauh 90 km, total jarak tempuh kombinasinya berada di angka 1.300 km.
Perbedaan paling mencolok terlihat pada performa tenaga kotor (horsepower). Jika BYD M6 DM menghasilkan tenaga sebesar 160 HP yang halus untuk mobilitas keluarga, Chery Tiggo 8 CSH meledakkan tenaga hingga 341 HP setara sports car.
Karakter fisik kedua kendaraan ini juga menyasar segmentasi gaya hidup yang berbeda:
BYD M6 DM: Mengusung konsep MPV keluarga sejati dengan ground clearance 170 mm. Kabin dilengkapi konfigurasi captain seat, kekedapan suara tingkat tinggi, serta aliran AC merata hingga baris belakang untuk kenyamanan perjalanan jauh.
Chery Tiggo 8 CSH: Tampil gahar sebagai SUV flagship berpostur jangkung (ground clearance 207 mm). Interiornya dibekali fasilitas mewah seperti panoramic sunroof, kursi pijat khusus pengemudi, ventilated seats, hingga sistem keselamatan aktif ADAS yang komprehensif.
Persaingan antara BYD M6 DM dan Chery Tiggo 8 CSH pada akhirnya memberikan fleksibilitas pilihan bagi konsumen. Konsumen yang mengutamakan efisiensi BBM dan kepraktisan mobil keluarga dapat memilih MPV BYD, sedangkan mereka yang menginginkan sensasi performa tinggi dan fitur interior kelas atas dapat melirik SUV Chery.