TRENGGALEK – Era mobil listrik murah di Indonesia kini mengalami pergeseran paradigma yang sangat signifikan. Jika dahulu kendaraan listrik ramah lingkungan berharga terjangkau identik dengan bentuk mungil, lambat, dan kaya akan kompromi, kini konsumen disuguhkan teknologi yang makin matang. Di rentang harga Rp200 jutaan, pasar city car nasional mulai disemarakkan oleh fitur-fitur kelas atas, seperti layar hiburan berukuran raksasa, pengisian daya cepat (fast charging), hingga performa yang mampu menyaingi mobil bermesin pembakaran internal (internal combustion engine).
Persaingan di segmen city car listrik murah ini kian memanas seiring hadirnya dua nama besar pabrikan Tiongkok. BYD Atto 1 vs Chery QQ EV kini menjadi buah bibir utama para pecinta otomotif nasional. BYD Atto 1 hadir sebagai kontestan yang sudah resmi dipasarkan dan siap dipinang, sementara Chery QQ EV menjadi penantang baru yang spesifikasinya di atas kertas siap mengacaukan dominasi pasar.
Bagi calon konsumen yang memiliki dana di kisaran Rp200 jutaan, dilema melanda antara memboyong BYD Atto 1 yang sudah siap pakai atau bersabar menanti peluncuran resmi Chery QQ EV di tanah air.
Baca Juga: Poco F7 Resmi Direview, Ponsel Murah Ini Justru Lebih Menarik dari Versi Pro? Ini Alasannya
Dimensi dan Filosofi Desain: City Car Murni vs Hatchback Keluarga
Meskipun berada di ceruk pasar yang sama, kedua kendaraan ini mengusung dimensi dan karakter yang bertolak belakang. BYD Atto 1 tampil sebagai city car murni dengan panjang di bawah 4 meter dan wheelbase 2,5 meter berkapasitas 4 penumpang. Ukurannya yang ringkas dirancang khusus untuk membelah kemacetan kota padat, melintasi gang sempit, hingga memudahkan parkir. Bahasa desainnya cenderung bersih, minimalis, dan futuristik secara proporsional.
Di sisi lain, Chery QQ EV tampil jauh lebih bongsor dari ekspektasi pasar. Dengan panjang mencapai 4,1 meter, wheelbase 2,7 meter, serta konfigurasi 5 penumpang, kendaraan ini mulai merambah wilayah hatchback keluarga kecil. Tampilannya mengusung aura futuristik yang lebih berani dan memberi kesan kendaraan kelas atas melebihi harganya.
Adu Fitur Kabin dan Performa: Penggerak RWD Jadi Pembeda
Masuk ke dalam kabin, interior BYD Atto 1 menyajikan atmosfer yang playful dan unik. Namun, Chery QQ EV melangkah lebih jauh dengan menyematkan teknologi bertabur fitur premium. Chery membekali mobilnya dengan layar infotainmen 15,6 inci yang ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 8155 untuk responsivitas tinggi, serta fitur pendingin kursi (ventilated seat) yang jarang ditemui di kelas harganya.
Perbedaan paling mencolok terletak pada sektor dapur pacu dan sistem penggerak:
-
BYD Atto 1: Dibekali tenaga 75 PS dan torsi 135 Nm dengan sistem penggerak roda depan (FWD). Karakter torsi instan khas mobil listrik membuatnya sangat gesit untuk kondisi jalanan stop-and-go.
-
Chery QQ EV: Memuntahkan tenaga hingga 120 HP serta menggunakan sistem penggerak roda belakang (RWD). Distribusi bobot RWD menawarkan sensasi berkendara yang lebih stabil dan menyenangkan saat berakselerasi.
Pada sektor daya, keduanya mengandalkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal aman dan tahan lama. Baterai BYD Atto 1 berkapasitas 38,8 kWh menjangkau jarak hingga 380 km. Sementara Chery QQ EV mengusung baterai 41,2 kWh dengan klaim jarak tempuh 420 km dan kemampuan fast charging dari 30 hingga 80 persen hanya dalam waktu 17 menit.
Persaingan antara BYD Atto 1 dan Chery QQ EV menunjukkan bahwa pasar mobil listrik murah Rp200 jutaan tak lagi sekadar adu harga, melainkan adu kelengkapan fitur dan performa. Bagi konsumen yang mengutamakan kepraktisan, jaringan purnajual, serta unit yang sudah tersedia, BYD Atto 1 adalah opsi paling aman. Namun bagi mereka yang menginginkan fitur brutal dan performa tinggi serta rela menunggu, Chery QQ EV menyimpan potensi yang sangat menjanjikan.
Baca Juga: Review Poco F7: Snapdragon 8s Gen 4 Bikin Gahar, Genshin 120 FPS dan RAM 12 GB Jadi Andalan
Sumber : You Tube