JAKARTA - Toyota Alphard bekas masih menjadi pilihan di pasar mobil premium dengan harga yang cukup beragam. Dalam sebuah ulasan otomotif, ditampilkan dua unit Toyota Alphard dengan tahun produksi 2009 dan 2010 yang memiliki perbedaan tipe, fitur, interior, hingga harga.
Unit pertama merupakan Toyota Alphard G ATPM tahun 2009 berwarna silver dengan transmisi otomatis. Mobil tersebut ditawarkan dengan harga Rp163 juta. Sementara unit kedua adalah Toyota Alphard S CBU tahun 2010 berwarna abu-abu gelap yang dibanderol Rp193 juta.
Perbedaan harga sekitar Rp30 juta tersebut juga diikuti dengan perbedaan spesifikasi dan tampilan pada kedua mobil.
Toyota Alphard G ATPM 2009 tampil dengan model facelift. Bagian eksteriornya disebut masih terlihat rapi, mulai dari headlamp, fog lamp, bumper, cat hingga kaca. Kondisi ban juga disebut masih tebal.
Pada bagian belakang terdapat empat titik sensor parkir dan kamera mundur. Mobil ini juga dilengkapi spoiler. Untuk bagian interior, tersedia moonroof dan sunroof. Kursi menggunakan material MBtech dan kondisi kabin disebut masih cukup baik dengan beberapa tanda pemakaian ringan.
Konfigurasi tempat duduk pada unit tersebut menggunakan model bench seat. Bagian tengah dapat menampung tiga orang, begitu pula bagian belakang, meski jumlah penumpang dapat menyesuaikan ukuran tubuh.
Fitur lain yang disebut dalam ulasan adalah AC yang masih dingin, panel kayu, power window, serta sejumlah perangkat elektrik yang berfungsi. Mobil memiliki jarak tempuh sekitar 132 ribu kilometer.
Unit Alphard G ATPM tersebut menggunakan pelat dan surat-surat Jakarta Barat. Pajaknya disebut jatuh tempo pada bulan Agustus 2025. Salah satu fitur yang tersedia pada unit ini adalah power back door.
Sementara itu, Toyota Alphard S CBU 2010 hadir dengan warna abu-abu gelap. Mobil ini memiliki desain eksterior yang berbeda, termasuk fog lamp berbentuk bulat dan model pelek yang berbeda dari unit ATPM.
Baca Juga: RAPI Nilai Dukungan Pemerintah Belum Optimal
Kondisi cat dan bodi disebut masih terlihat rapi. Untuk bagian interior, unit CBU ini menggunakan jok berbahan fabric dari bawaan pabrik. Konfigurasi kabinnya menggunakan captain seat sehingga memberikan karakter berbeda dibandingkan Alphard G ATPM yang memakai bench seat.
Interior mobil didominasi panel kayu dengan warna cokelat yang lebih gelap. Dashboard, trim pintu dan jok disebut masih rapi tanpa sobekan maupun lubang. Bagian sunroof juga masih dilengkapi plastik.
Dari sisi jarak tempuh, Alphard S CBU 2010 memiliki kilometer sekitar 93 ribu kilometer. Perangkat kelistrikan yang diuji dalam ulasan disebut tidak mengalami masalah.
Harga unit kedua berada di angka Rp193 juta. Angka tersebut sekitar Rp30 juta lebih mahal dibandingkan Alphard G ATPM 2009.
Dalam ulasan tersebut juga disebutkan bahwa kedua unit ditawarkan di bawah harga pasar marketplace sekitar Rp20 juta. Selain itu, pembeli disebut mendapatkan garansi mesin dan transmisi otomatis selama satu tahun.
Dua unit tersebut menunjukkan bahwa Toyota Alphard bekas dengan rentang tahun yang berdekatan dapat memiliki perbedaan harga berdasarkan tipe, konfigurasi interior, fitur, serta kondisi unit.
Dengan harga Rp163 juta dan Rp193 juta, calon pembeli dapat mempertimbangkan karakter masing-masing unit, termasuk pilihan bench seat atau captain seat serta kelengkapan fitur yang tersedia.
Ulasan tersebut menegaskan bahwa perbedaan kedua mobil bukan untuk menentukan mana yang lebih baik, melainkan memberikan gambaran mengenai pilihan Toyota Alphard bekas dengan spesifikasi dan harga yang berbeda.
Editor : Maylanni Diana Fitri