JAKARTA - Honda Winner R hadir dengan desain agresif, fitur modern, serta mesin 149,2 cc DOHC yang dipadukan transmisi enam percepatan. Motor underbone sport ini disebut sebagai evolusi dari Honda Supra GTR dan digadang-gadang menjadi kandidat penerus nama besar Supra di Indonesia. Selain tampilan yang mengambil inspirasi dari motor sport Honda, Winner R juga membawa smart key, panel digital, USB, ABS, hingga assist and slipper clutch.
Kemunculan Honda Winner R menjadi perhatian karena segmen motor bebek sport atau underbone dinilai membutuhkan penyegaran. Dalam video, model tersebut digambarkan membawa perubahan cukup besar, terutama pada desain dan kelengkapan fiturnya.
Desain Terinspirasi Honda CBR
Honda Winner R mengusung bahasa desain yang lebih agresif dan berotot. Garis desainnya disebut mengambil DNA dari keluarga motor supersport Honda CBR 1000 RR Fireblade.
Bagian depan menjadi salah satu sektor yang paling mencolok. Motor ini menggunakan lampu ganda LED dengan bentuk tajam. Posisi DRL juga dibuat lebih aerodinamis sehingga menghasilkan tampilan yang lebih sporty.
Baca Juga: 10 Wisata Dieng Paling Populer 2026, dari Sunrise Gunung Prau hingga Telaga Warna
Siluet bodinya dibuat lebih nungging dengan garis-garis tajam berlapis. Karakter tersebut membuat bentuk motor bebek ini terlihat mendekati motor sport fairing, tetapi tetap mempertahankan konsep underbone.
Dari sisi belakang, desain dibuat mengikuti tema yang sama. Bentuk bodinya terlihat tajam dan sporty sehingga memberikan kesan lebih modern dibandingkan gambaran motor bebek konvensional.
Smart Key hingga USB
Honda Winner R juga mendapatkan sejumlah fitur yang membuatnya berbeda dari kesan motor underbone tradisional. Salah satunya adalah sistem kunci pintar atau smart key.
Panel instrumen sudah menggunakan model full digital. Kehadiran panel tersebut membuat informasi berkendara dapat ditampilkan melalui layar yang lebih modern.
Untuk menunjang kebutuhan pengendara, tersedia pula soket pengisian daya USB. Fitur tersebut menjadi salah satu perlengkapan yang disiapkan untuk mendukung penggunaan motor dalam aktivitas sehari-hari.
Sektor pengereman juga mendapatkan peningkatan. Roda depan dilengkapi sistem Anti-lock Braking System atau ABS yang dipadukan dengan cakram bergaya wave disk.
Mesin 149,2 Cc DOHC
Honda Winner R dibekali mesin 149,2 cc, empat tak, DOHC, empat katup, serta sistem pendingin cairan. Dalam video disebutkan bahwa Honda melakukan sejumlah optimalisasi pada mesin generasi terbaru tersebut.
Optimalisasi tersebut mencakup pengurangan gesekan internal menggunakan lapisan khusus serta penggunaan penyeimbang poros baru untuk membantu meredam getaran.
Konfigurasi mesin tersebut diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimal 15,4 daya kuda pada 9.000 rpm. Sementara torsi puncaknya mencapai 13,5 Nm pada putaran 7.000 rpm.
Tenaga mesin kemudian disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan. Sistem tersebut dilengkapi teknologi assist and slipper clutch.
Teknologi ini disebut membuat tarikan tuas kopling menjadi lebih ringan. Selain itu, slipper clutch membantu mengurangi gejala roda belakang mengunci ketika pengendara melakukan perpindahan gigi turun secara agresif.
Tersedia Beberapa Varian
Untuk menunjang pengendalian, Honda Winner R menggunakan ban berprofil lebar serta suspensi yang disebut stabil. Dalam video, karakter tersebut dinilai mendukung penggunaan harian maupun touring jarak jauh.
Motor ini juga disebut tersedia dalam beberapa varian, mulai dari tipe standar, spesial, hingga varian tertinggi dengan livery sport three color.
Harga yang disebut dalam video berada di kisaran Rp28 juta hingga Rp31 jutaan. Namun, materi tersebut tidak menjelaskan secara rinci konteks pasar dari harga tersebut.
Dengan kombinasi desain agresif, mesin 149,2 cc, transmisi enam percepatan, ABS, smart key, panel digital, dan USB, Honda Winner R digambarkan sebagai motor underbone premium yang membawa konsep berbeda.
Pertanyaan berikutnya adalah apakah Honda akan menghadirkan Winner R untuk meneruskan nama besar Supra di Indonesia. Informasi mengenai kehadirannya sebagai penerus Supra tersebut masih sebatas narasi yang disampaikan dalam video.
Editor : Maylanni Diana Fitri