Trenggaleknjenggelek - Xiaomi kembali mengejutkan dunia teknologi dengan memperkenalkan Xring O1.
Chip flagship terbarunya yang siap menantang dominasi Snapdragon 8 Elite, MediaTek Dimensity 9400, hingga Apple A-series.
Setelah terakhir merilis Surge S1 pada 2017, Xiaomi kini membuktikan bahwa mereka tak sekadar produsen HP, tapi juga siap bersaing di panggung besar pengembangan chipset.
Baca Juga: Mengenal .brave: Inovasi Domain Baru dari Brave untuk Web yang Lebih Aman dan Privat
Fabrikasi 3nm Generasi 2, Performa Tinggi dan Efisien
Xring O1 dikembangkan menggunakan proses fabrikasi 3nm generasi kedua, yang menjanjikan performa tinggi dengan efisiensi daya yang optimal.
Xiaomi membekali chip ini dengan konfigurasi deca-core (10 inti), termasuk:
- 2x Arm Cortex-X925 (3,9 GHz), inti utama bertenaga
- 4x core performa (3,4 GHz), untuk multitasking berat
- 4x core efisiensi, hemat daya untuk penggunaan ringan
Bagian grafisnya tak kalah gahar, GPU Immortalis-G925 dengan 16 core, siap melibas game dan rendering berat tanpa ngelag.
Skor AnTuTu Tembus 3 Juta, Tapi...
Xiaomi mengklaim Xring O1 mampu meraih skor AnTuTu di atas 3 juta, sejajar dengan chip kelas atas lainnya.
Meski terdengar impresif, publik tetap harus sceptical mengingat Xiaomi punya sejarah tersandung kontroversi benchmark.
Performa nyata di tangan pengguna akan menjadi penentu sebenarnya.
Baca Juga: Drama Rakit PC: Komparasi Visual Ukuran Motherboard Biar Gak Salah Beli Casing
Debut Perdana di Xiaomi 15S Pro dan Pad 7 Ultra
Xring O1 akan pertama kali digunakan di Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra. Namun sayangnya, perangkat dengan chip ini kemungkinan hanya tersedia di pasar utama seperti Tiongkok, sehingga pengguna di luar negeri harus rela mengimpor jika ingin mencobanya langsung.
Langkah Awal Menuju Kemandirian Chipset Xiaomi
Sebagai chip generasi pertama, Xring O1 masih menyimpan banyak potensi untuk disempurnakan.
Namun ini adalah langkah besar Xiaomi untuk menantang hegemoni Qualcomm dan Apple dalam industri chipset.
Tak hanya soal kinerja, kehadiran Xring O1 mempertegas niat Xiaomi untuk masuk ke ranah manufaktur chip kelas atas.
Ssebuah langkah strategis di tengah ketegangan geopolitik dan kelangkaan semikonduktor global.
Baca Juga: Windows, Linux, macOS: Sistem Operasi Mana yang Cocok Buat Manusia Waras?
Apakah Xring O1 Siap Mengguncang Dunia Chipset?
Jawabannya masih harus menunggu waktu. Namun satu hal pasti: Xiaomi kini lebih dari sekadar brand HP murah dengan spek tinggi.
Dengan Xring O1, Xiaomi ingin mengubah narasi, dari pengguna chip jadi pembuat chip. Dan jika sukses, mereka bisa jadi ancaman serius bagi para pemain lama. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom