Trenggaleknjenggelek - Fitur AI WhatsApp terbaru, Meta AI, sempat menjadi sorotan karena diduga membagikan nomor telepon pengguna secara acak kepada orang asing. Hal ini menimbulkan kekhawatiran besar terkait privasi dan keamanan data di platform pesan terbesar dunia ini.
Risiko Privasi dan Keamanan
Ketika AI WhatsApp membagikan nomor telepon secara acak, data sensitif pengguna bisa tersebar tanpa izin. Nomor telepon adalah pintu masuk utama untuk berbagai ancaman, mulai dari spam, penipuan, hingga upaya peretasan akun.
Jika nomor Anda jatuh ke tangan yang salah, risiko penyalahgunaan identitas dan serangan siber semakin besar. Selain itu, pengguna bisa menerima pesan atau panggilan dari orang tak dikenal yang mengira sedang berinteraksi dengan AI, bukan manusia asli.
Langkah Pencegahan untuk Pengguna
Agar tetap aman, berikut langkah yang bisa dilakukan pengguna WhatsApp:
1. Aktifkan fitur privasi terbaru. WhatsApp sedang mengembangkan fitur username agar Anda bisa berkomunikasi tanpa membagikan nomor telepon pribadi, mirip seperti Telegram dan Signal.
2. Gunakan fitur ‘Silent Unknown Callers’. Fitur ini membisukan panggilan dari nomor tidak dikenal, sehingga Anda tidak terganggu oleh telepon acak.
3. Jangan membagikan kode verifikasi atau data sensitif kepada siapa pun, bahkan jika diminta oleh akun yang mengaku sebagai AI.
4. Perbarui pengaturan keamanan akun, seperti mengaktifkan verifikasi dua langkah dan mengunci chat penting dengan sidik jari atau Face ID.
5. Pertimbangkan untuk menggunakan nomor virtual jika ingin menjaga privasi lebih ketat.
Fitur AI WhatsApp memang menawarkan kemudahan, namun risiko privasi tetap harus diwaspadai. Selalu cek pengaturan privasi, manfaatkan fitur keamanan terbaru, dan jangan ragu untuk melaporkan aktivitas mencurigakan.
Dengan langkah pencegahan yang tepat, Anda bisa tetap nyaman menggunakan WhatsApp tanpa khawatir data pribadi tersebar. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom