Trenggaleknjenggelek - Mobil-mobil keluaran tahun 1990-an kini kembali menarik perhatian di kalangan pecinta otomotif dan generasi muda yang ingin merasakan sensasi berkendara era lawas.
Namun, di balik nostalgia yang ditawarkan, muncul pertanyaan penting: Apakah mobil tahun 90-an masih layak dipakai untuk penggunaan harian di tahun 2025?
Baca Juga: BBWS Brantas Turun ke Munjungan Trenggalek untuk Survei Infrastruktur Rusak
Daya Tarik Mobil 90-an
Mobil-mobil dari dekade 90-an seperti Toyota Corolla AE92, Honda Civic Genio, BMW E36, dan Suzuki Katana memiliki desain klasik yang ikonik dan dikenal dengan ketangguhan mesinnya.
Selain itu, biaya perawatan dan suku cadangnya masih relatif terjangkau dan mudah didapatkan di pasar lokal.
“Mobil 90-an punya karakter yang tidak dimiliki mobil modern. Rasanya lebih menyatu dengan jalan,” kata Andi Prasetyo, penggemar mobil klasik asal Bandung.
Kelayakan Teknis
Dari sisi teknis, mobil tahun 90-an bisa tetap layak pakai asalkan dirawat dengan baik. Mesin karburator yang sederhana justru menjadi kelebihan karena mudah diperbaiki tanpa perlu alat diagnostik canggih.
Namun, beberapa bagian seperti suspensi, sistem pengereman, dan komponen listrik mungkin sudah perlu diganti atau dimodifikasi agar lebih aman dan nyaman.
Menurut mekanik senior, Arif Susanto, “Asal tidak ada keropos di sasis dan mesin masih sehat, mobil tua bisa dipakai harian. Tapi wajib dicek rutin dan jangan asal beli.”
Regulasi dan Efisiensi
Sayangnya, beberapa kota besar kini mulai menerapkan aturan emisi gas buang yang ketat, yang bisa menjadi hambatan bagi mobil-mobil tua.
Selain itu, konsumsi bahan bakar mobil tahun 90-an umumnya lebih boros dibanding mobil modern yang sudah dilengkapi teknologi injeksi dan sistem hybrid.
Kesimpulan
Mobil tahun 90-an masih layak dipakai, terutama bagi mereka yang menyukai gaya klasik dan tidak keberatan dengan perawatan ekstra.
Namun, untuk penggunaan harian di kota besar dengan regulasi emisi yang ketat, pemilik harus siap melakukan modifikasi atau menjadikannya sebagai kendaraan akhir pekan saja.(Gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung