Trenggaleknjenggelek - Format gambar PNG 3 akhirnya resmi dirilis oleh W3C (World Wide Web Consortium) pada pertengahan 2025.
Setelah lebih dari dua dekade sejak versi terakhirnya, format ini hadir dengan sejumlah pembaruan besar yang menjawab kebutuhan era digital saat ini.
Format gambar PNG selama ini dikenal sebagai standar utama untuk grafis lossless, ikon UI, dan desain web ringan.
Tapi di tengah dominasi WebP, AVIF, dan JPEG XL, apakah PNG 3 masih relevan? Jawabannya: iya dengan syarat kamu tahu keunggulan barunya.
Evolusi Format Gambar PNG
Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 dan distandarkan oleh W3C pada 2003 (PNG 1.2), format ini hampir tidak mengalami perubahan besar.
Penggunaan format gambar PNG tetap populer karena kualitas visual yang tinggi dan dukungan luas di semua browser.
Namun, keterbatasannya dalam urusan kompresi, metadata, dan dukungan HDR membuatnya terlihat “ketinggalan zaman” dibandingkan pesaing barunya. PNG 3 hadir untuk memperbaiki itu.
Apa Saja Fitur Baru di PNG 3?
-
Dukungan HDR Resmi
PNG 3 kini mendukung gambar berwarna 10-bit dan 12-bit, yang berarti warna lebih kaya, lebih dalam, dan detail visual lebih tajam.
Dukungan ini sangat cocok untuk layar modern yang sudah HDR-ready seperti OLED dan monitor kelas atas.
-
Metadata Exif
Salah satu fitur yang paling ditunggu: Exif metadata kini didukung secara native dalam PNG 3.
Artinya, informasi seperti lokasi pengambilan gambar, tipe kamera, hingga timestamp bisa disimpan langsung dalam file PNG, sesuatu yang sebelumnya hanya tersedia di JPEG.
-
Animasi APNG Jadi Bagian Standar
Akhirnya, APNG (Animated PNG) tidak lagi hanya status "fitur eksperimental". Di PNG 3, animasi sudah masuk dalam standar resmi.
Ini membuka peluang untuk menggunakan animasi lossless di web tanpa harus berpindah ke format GIF atau WebP.
-
Backward Compatibility
Kabar baiknya: PNG 3 tetap bisa dibuka oleh software atau browser lama. Fitur-fitur baru seperti HDR dan Exif hanya akan diabaikan jika tidak didukung, tapi gambar tetap muncul. Ini menjadikan transisi ke PNG 3 relatif mulus.
Kenapa Baru Sekarang?
Pertanyaan klasik: kenapa butuh waktu 22 tahun? Jawaban resminya, proses standarisasi W3C memang panjang dan melibatkan konsensus dari banyak pihak.
Tapi secara sarkas, bisa dibilang ini seperti update Windows, datang ketika orang sudah hampir menyerah.
Selama bertahun-tahun, pengembang dan desainer bergantung pada format gambar PNG karena kestabilannya, tapi harus mencari solusi alternatif untuk animasi dan metadata.
Kini, semuanya terintegrasi dalam satu format meski mungkin agak terlambat.
Apakah PNG 3 Akan Menggantikan WebP atau AVIF?
Meskipun fitur PNG 3 makin lengkap, format seperti WebP dan AVIF tetap unggul dalam hal efisiensi kompresi dan ukuran file.
Namun, PNG 3 masih punya tempat tersendiri untuk keperluan lossless, ikon antarmuka, dan grafis yang butuh transparansi akurat.
Keputusan akhirnya tergantung kebutuhan: untuk web cepat dan ukuran kecil, WebP masih raja.
Tapi untuk kualitas lossless dan kompatibilitas luas, PNG 3 kini tampil lebih siap dari sebelumnya.
PNG 3 datang terlambat, tapi hadir dengan fitur-fitur yang benar-benar dibutuhkan dunia desain modern.
Dengan dukungan HDR, metadata Exif, dan animasi APNG, format ini bukan hanya tambal sulam, tapi lompatan besar dari pendahulunya.
Apakah semua browser dan platform akan langsung mendukungnya? Belum tentu. Tapi untuk sekarang, PNG 3 berhasil mengembalikan nama format gambar PNG ke percakapan utama para developer dan desainer. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom