Trenggaleknjenggelek - Motor Herex tengah menjadi tren di kalangan anak muda Indonesia, khususnya kaum Gen Z. Gaya modifikasi khas Indonesia ini dikenal dengan tampilan motor yang ramping, ceper, dan suara knalpot yang menggelegar.
Tak hanya jadi ajang pamer gaya, motor Herex juga menjadi simbol eksistensi dan kreativitas di dunia otomotif tanah air.
Herex sendiri merupakan singkatan dari "Honda Racing Extreme," meski kini tak terbatas hanya pada motor merek Honda. Gaya ini umumnya diterapkan pada motor bebek lawas seperti Honda C70, C700, Supra, hingga Yamaha Vega dan Jupiter.
Yang menjadi ciri khas utama adalah penggunaan velg jari-jari tipis, suspensi yang dipendekkan, serta bodi yang dipangkas seminimal mungkin untuk menghasilkan tampilan racing look.
Kaum Gen Z, yang dikenal aktif di media sosial, kerap memamerkan motor Herex mereka di TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Banyak dari mereka yang tergabung dalam komunitas Herex lokal, yang rutin mengadakan kontes modifikasi hingga balap jalanan non-resmi yang kerap menuai pro dan kontra.
Menurut salah satu builder muda asal Trenggalek , Rian (21), motor Herex bukan sekadar gaya, melainkan karya seni jalanan. "Kami bangun motor ini dari nol, cari sparepart bekas, cat ulang, sampai bikin rangka baru. Ini soal passion," ujarnya.
Namun demikian, tren ini juga mendapat sorotan dari pihak kepolisian karena banyak motor Herex yang tidak memenuhi standar keamanan dan kerap digunakan untuk balap liar.
Pemerintah dan komunitas otomotif saat ini terus mendorong agar tren Herex diarahkan ke jalur legal, seperti kontes modifikasi resmi atau balap drag di sirkuit.
Dengan perpaduan gaya ekstrem, kreativitas tinggi, dan sentuhan lokal, motor Herex telah menjadi fenomena budaya baru di kalangan Gen Z Indonesia.
Meskipun kontroversial, tak bisa dipungkiri bahwa Herex telah memberikan warna tersendiri dalam dunia modifikasi motor Tanah Air.(gun)