Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tak Sekadar Urusan Mesin, Masalah Ini Jadi Penyebab Motor Cina Tak Bisa Bertahan Lama di Pasaran Indonesia

Dharaka R. Perdana • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:03 WIB

Salah satu tipe motor Cina Sanex QJ50. (FACEBOOK ROBI NUGRAHA)
Salah satu tipe motor Cina Sanex QJ50. (FACEBOOK ROBI NUGRAHA)

TRENGGALEKJENGGELEK - Motor Cina sempat membanjiri pasar Indonesia di awal tahun 2000-an sebagai alternatif motor murah dari dominasi motor Jepang.

Dengan harga terjangkau dan desain yang meniru model populer seperti Honda atau Yamaha, motor Cina sempat menarik perhatian masyarakat luas.

Baca Juga: Motor Cina Pernah Banjiri Indonesia pada 2000-an, Berikut Merek Mocin yang Pernah Booming

Namun di balik harganya yang menggiurkan, motor Cina menyimpan sejumlah kelemahan yang akhirnya membuatnya sulit bertahan. Berikut ulasannya:

1. Kelebihan:

Motor Cina umumnya memiliki arga sangat terjangkau, cocok untuk kalangan menengah ke bawah. Untuk urusan desain pun cukup familiar.

Motor Cina kebanyakan meniru motor bebek Jepang yang sudah populer di masyarakat Indonesia. Namun idealnya untuk penggunaan ringan, seperti jarak dekat atau dalam kota.

Baca Juga: Apakah Motor Matic kuat saat berada di tanjakan ? Ini Penjelasnya

2. Kekurangan:

Kualitas material dan mesin motor Cina tergolong rendah, sering mengalami masalah dalam jangka menengah.

Bahkan untuk mencari suku cadangnya butuh perjuangan lebih karena sulit ditemukan dan tidak tersedia di bengkel umum.

Baca Juga: Waspadai! Ini 7 Tanda Motor Matic Kamu Sudah Saatnya Ganti Oli atau Service

Untuk urusan servis pun cukup njlimet karena jaringan servis terbatas, terutama di luar kota besar.

Bahkan sebagian besar berdaya tahan rendah, banyak yang mulai rusak setelah 2–3 tahun pemakaian.

Walaupun sempat mencuri perhatian karena harga murah, motor Cina akhirnya tidak mampu bersaing dengan merek Jepang yang sudah mapan.

Faktor utama kegagalan adalah kualitas tidak konsisten, minimnya dukungan layanan purna jual, dan resale value yang rendah.

Konsumen yang pernah membeli motor Cina umumnya merasa kecewa karena kesulitan dalam mencari servis maupun suku cadang.

Meskipun banyak merek motor Cina kini menghilang dari pasaran, kehadirannya pernah membuka jalan bagi produsen lokal seperti Viar, Gesits, hingga motor roda tiga buatan dalam negeri.

Motor Cina juga memberikan pelajaran penting bahwa kualitas, jaringan layanan, dan kepercayaan konsumen adalah kunci utama keberlangsungan sebuah merek di pasar otomotif Indonesia.****

 

Alexandra Askandar.
Alexandra Askandar.
Editor : Dharaka R. Perdana
#motor murah #yamaha #honda #Motor Cina