TRENGGALEKJENGGELEK - Ketika bicara soal motor Cina pertama di Indonesia, nama Jialing wajib disebut.
Jialing adalah pelopor sepeda motor asal Negeri Tirai Bambu yang membuka jalan bagi masuknya merek-merek motor Cina lainnya ke pasar Indonesia pada awal tahun 2000-an.
Di tengah krisis ekonomi pasca-1998, Jialing hadir sebagai alternatif motor murah dengan desain mirip motor Jepang.
Jialing Group Co., Ltd. berasal dari Chongqing, Tiongkok, dan merupakan bagian dari grup militer Tiongkok yang kemudian merambah ke sektor sipil.
Baca Juga: Motor Cina Pernah Banjiri Indonesia pada 2000-an, Berikut Merek Mocin yang Pernah Booming
Mereka mulai memproduksi sepeda motor pada tahun 1979 dan menjadi salah satu pabrikan motor terbesar di Tiongkok.
Di dalam negeri, Jialing dikenal sebagai salah satu pionir motor 4-tak ekonomis untuk rakyat.
Baca Juga: Waspadai! Ini 7 Tanda Motor Matic Kamu Sudah Saatnya Ganti Oli atau Service
Sekitar tahun 2000 hingga 2001, Jialing mulai masuk Indonesia melalui jalur importir umum dan distributor yang bekerja sama dengan agen lokal.
Dengan menawarkan harga di bawah Rp7 juta, motor Jialing langsung menarik minat masyarakat yang baru bangkit dari tekanan krisis moneter.
Baca Juga: 7 Motor Jadul yang Banyak Dicari Kolektor , Nilainya Kian Melambung
Model desain yang mirip motor Jepang dengan harga terjangkau menjadi daya tarik utama Jialing pada tahun 2000-an. Belum lagi klaim irit bahan bakar karena bermesin kecil dan ringan.
Meski sempat laris manis, motor Jialing menghadapi berbagai kendala seperti motor Cina pada umumnya di Indonesia.
Layanan purna jual dan keterbatasan suku cadang jadi hambatan para pemilik motor Jialing untuk merawat sepeda motornya. Bahkan tenaga mesin terbatas dan boros oli jika dipakai jarak jauh.
Walaupun sempat menjadi pionir dan membuka pasar motor Cina di Indonesia, Jialing akhirnya tidak mampu bersaing dalam jangka panjang.
Dominasi Honda, Yamaha, dan Suzuki yang sudah punya jaringan servis luas dan nama besar membuat Jialing perlahan tersingkir.
Setelah 3–4 tahun eksis, motor Jialing mulai jarang terlihat. Banyak unitnya kini hanya bertahan di desa-desa, digunakan untuk keperluan ringan, atau dimodifikasi jadi motor angkut. ****