Trenggaleknjenggelek — Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin akrab di dunia pendidikan. Dari membuat ringkasan materi, membantu mengerjakan tugas, hingga memunculkan ide kreatif, teknologi ini menjadi teman belajar baru bagi pelajar di era digital.
Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, penggunaan AI tanpa kontrol bisa menjadi bumerang. Pelajar berisiko kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan ketajaman analisis jika terlalu bergantung pada jawaban instan.
“AI itu seperti pisau bermata dua. Sangat membantu, tapi kalau digunakan berlebihan justru membuat pelajar malas berpikir,” kata Dwi Astuti, salah seorang guru SMA di Trenggalek, Senin (11/8/2025).
Agar manfaat AI tetap optimal, para ahli pendidikan menyarankan lima langkah bijak berikut bagi pelajar:
1. Jadikan Pendamping, Bukan Pengganti
Gunakan AI untuk mencari referensi, membuat mind map, atau mendapatkan ide awal. Hasilnya tetap perlu dipahami dan dikembangkan sendiri.
2. Cek Ulang Kebenaran Informasi
Tidak semua jawaban AI akurat. Pastikan selalu memverifikasi informasi melalui buku pelajaran, jurnal ilmiah, atau sumber pendidikan tepercaya.
3. Asah Kreativitas dengan Bantuan AI
Manfaatkan AI untuk merancang presentasi, membuat konsep video, atau mengembangkan ide. Sentuhan pribadi akan membuat karya lebih unik dan autentik.
4. Batasi Waktu Penggunaan
Atur durasi penggunaan AI agar tidak ketergantungan. Misalnya, hanya memakainya di awal riset atau brainstorming, lalu melanjutkan secara mandiri.
5. Pahami Cara Kerja AI
Mengetahui bagaimana AI memproses data dan potensi biasnya akan membantu pelajar lebih kritis dan selektif dalam menerima jawaban.
Menurut Astuti, keseimbangan adalah kunci.
“Teknologi boleh canggih, tapi tanpa kemampuan mengolah informasi, pelajar akan kesulitan bersaing di dunia nyata,” ujarnya.
Dengan memposisikan AI sebagai alat bantu, memeriksa kebenaran data, dan tetap menjaga kreativitas, pelajar dapat memanfaatkan teknologi ini secara maksimal tanpa mengorbankan kemampuan berpikir kritis yang menjadi modal penting di masa depan.(Jaz)
Editor : Zaki Jazai