Trenggaleknjenggelek - Kalau di Indonesia kita masih sering “tusuk-tusuk” tongkat kartu e-toll ke mesin, di Cina ceritanya beda jauh.
Tidak ada lagi petugas, tidak ada gesek kartu, bahkan tidak ada tongkat kartu tol. Semua sudah digantikan oleh robot, sensor kamera, dan artificial intelligence (AI).
Begitu mobil melintas, sistem langsung mengenali plat nomor, jenis kendaraan, hingga posisi mobil. Hasilnya? Proses masuk dan keluar tol jadi super cepat tanpa hambatan.
Buat kamu yang sering repot saat mau tap kartu—entah karena duduknya kejauhan, tangan terlalu pendek, atau kaca mobil gak nyampe—di Cina hal itu gak perlu lagi.
Ada lengan robot yang otomatis maju mendekati jendela mobil kamu. Jadi gak perlu jinjit, miring-miring, apalagi jungkir balik demi menempelkan kartu tol.
Cukup duduk manis di kursi sopir, kartu langsung “diantar” ke kaca mobil kamu. Sekeren itu teknologinya.
Di balik kepraktisan ini, ada kombinasi teknologi canggih:
- Sensor kamera beresolusi tinggi untuk mendeteksi kendaraan.
- Artificial Intelligence yang menghubungkan data kendaraan dengan sistem pembayaran.
- Lengan robot otomatis untuk memudahkan transaksi fisik jika dibutuhkan.
Teknologi ini bukan hanya bikin hidup pengguna jalan lebih mudah, tapi juga mengurangi antrean, menekan biaya operasional, dan bikin lalu lintas lebih efisien.
Pertanyaannya, kapan teknologi seperti ini hadir di Indonesia? Kalau diterapkan, jelas akan memangkas drama “tongkat kartu gak terbaca” atau “kartu ketinggalan di dompet belakang.”
Tantangannya tentu soal infrastruktur, biaya, dan kesiapan sistem pembayaran digital kita.
Jadi tahu kan kenapa di Cina gak ada tongkat kartu tol? Karena sistem mereka sudah super otomatis dengan kamera, AI, dan lengan robot.
Teknologi ini bukan cuma bikin keren, tapi juga bikin pengguna jalan tol lebih santai. Bayar tol pun berubah jadi pengalaman futuristik. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom