Trenggaleknjenggelek - Seelen UI langsung mencuri perhatian karena mampu mengubah Windows menjadi jauh lebih modern.
Dock ala macOS, toolbar interaktif, dan widget yang serba praktis membuat desktop terasa hidup.
Namun, sebagaimana pepatah Jawa bilang, “Jer basuki mawa bea” segala kenyamanan pasti ada biayanya. Dalam konteks Seelen UI, biayanya bukan uang, tapi performa dan stabilitas.
1. Boros Sumber Daya
Kritik utama pada Seelen UI adalah pemakaian RAM yang bisa cukup tinggi. Saat dijalankan, aplikasi ini kadang menghabiskan memori lebih banyak dibandingkan aplikasi kustomisasi lain seperti Nexus Dock.
Buat laptop kelas entry-level, hal ini terasa mengganggu karena bisa bikin sistem jadi berat.
2. Tidak Ramah Semua Pengguna
Seelen UI memang praktis, tapi opsi kustomisasi masih terbatas. Dibandingkan Rainmeter yang nyaris tanpa batas, Seelen UI cenderung “aman” dengan pilihan tema dan modul yang disediakan developer.
Buat pengguna kasual mungkin cukup, tapi bagi power user yang haus kreativitas, ini bisa terasa membatasi.
3. Bug dan Kompatibilitas
Karena masih relatif baru, Seelen UI terkadang mengalami bug seperti toolbar yang tidak muncul, widget error, atau tampilan yang bertabrakan dengan update Windows.
Pengguna juga perlu waspada, tidak semua modul pihak ketiga stabil, sehingga pengalaman bisa berbeda-beda tergantung perangkat.
4. Antara Gaya dan Fungsi
Pertanyaannya, apakah Seelen UI benar-benar meningkatkan produktivitas, atau hanya sekadar mempercantik desktop?
Bagi sebagian orang, animasi dock atau toolbar interaktif justru membuat pekerjaan jadi lebih lambat.
Jadi, kehadiran Seelen UI lebih cocok untuk pengguna yang mencari estetika, bukan efisiensi kerja.
Seelen UI menarik sebagai alternatif kustomisasi Windows, tetapi masih punya kelemahan, boros memori, fitur terbatas, bug sesekali, dan belum tentu menambah produktivitas.
Kalau hanya ingin tampilan segar, Seelen UI bisa dicoba. Namun untuk kustomisasi serius atau efisiensi kerja, aplikasi seperti Rainmeter atau PowerToys mungkin lebih relevan. (sun)
Editor : Mahsun Nidhom