Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

TSMC: Perusahaan chip Taiwan yang Menjadi Raja Sesungguhnya di Balik Perang Prosesor Dunia

Mahsun Nidhom • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 06:45 WIB
Perusahaan TSMC Taiwan siap produksi chip 1,4nm.
Perusahaan TSMC Taiwan siap produksi chip 1,4nm.

Trenggaleknjenggelek - Kalau dengar kata prosesor, yang terlintas biasanya Intel atau AMD. Tapi jarang orang menyebut TSMC. Padahal tanpa TSMC, baik Ryzen, Apple Silicon, hingga chip Nvidia tidak akan pernah ada.

TSMC alias Taiwan Semiconductor Manufacturing Company adalah foundry chip terbesar di dunia.

Mereka tidak bikin brand prosesor sendiri, tapi justru menjadi “pabrik rahasia” bagi hampir semua raksasa teknologi.

Didirikan tahun 1987 oleh Morris Chang, TSMC awalnya “cuma” perusahaan kontraktor semikonduktor.

Bedanya, mereka memilih jadi pure-play foundry, artinya fokus hanya bikin chip untuk klien tanpa bikin brand sendiri. Strategi yang dulu dianggap aneh, kini justru jadi kekuatan utama.

Apple, AMD, Qualcomm, bahkan Nvidia, semua datang antre. Karena TSMC bisa bikin chip dengan teknologi manufaktur paling canggih di dunia: 5 nm, 3 nm, dan sebentar lagi 2 nm.

Yang bikin TSMC makin penting adalah lokasinya: Taiwan. Di tengah konflik geopolitik AS–China, TSMC jadi pion emas.

Amerika butuh TSMC untuk mempertahankan dominasi teknologi, sementara China ngiler karena sampai sekarang belum bisa menandingi teknologi chip Taiwan.

Bahkan perang dagang AS–China sebagian besar dipicu perebutan rantai pasok semikonduktor, dan TSMC ada di pusatnya.

AMD jelas hidup mati bersama TSMC. Semua chip Ryzen dan GPU Radeon mereka diproduksi di pabrik Taiwan itu.

Intel, meski punya pabrik sendiri, belakangan juga mulai melirik TSMC karena ketinggalan di proses 7 nm dan 5 nm.

Ironisnya, musuh bebuyutan di pasar prosesor, sama-sama harus menggantungkan nasib pada perusahaan yang tidak pernah muncul di iklan TV.

TSMC mungkin tidak punya brand yang dikenal konsumen, tapi justru karena itu mereka bebas jadi “raja tanpa tahta”.

Semua pemain butuh mereka, tapi mereka tidak terikat perang dagang langsung dengan siapapun. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#tsmc #perusahaan semikonduktor #chip