Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nvidia: Si Pengganggu yang Kini Jadi Raja AI

Mahsun Nidhom • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 06:55 WIB
Nvidia yang jadi penguasa sebenarnya di era AI.
Nvidia yang jadi penguasa sebenarnya di era AI.

Trenggaleknjenggelek - Nvidia lahir tahun 1993 dengan fokus sederhana: bikin kartu grafis buat PC. Waktu itu, GPU cuma dianggap aksesoris mewah untuk gamer yang mau tampilan mulus. Sementara prosesor utama tetap jadi panggungnya AMD dan Intel.

Siapa sangka GPU kecil-kecilan itu kelak jadi mesin yang mengubah peradaban digital.

Titik balik terjadi saat para peneliti AI sadar: GPU ternyata jauh lebih cepat untuk komputasi paralel dibanding CPU. Nvidia yang tadinya hanya “tukang gambar”, tiba-tiba jadi tulang punggung revolusi AI.

Sekarang, hampir semua data center raksasa, dari Google, Microsoft, sampai OpenAI, pakai GPU Nvidia.

Bahkan ChatGPT yang kamu baca sekarang, besar kemungkinan dilatih dengan ribuan GPU Nvidia A100 atau H100.

Sementara AMD sibuk mengejar ketinggalan dari Intel di pasar CPU, Nvidia dengan santai membangun kerajaan GPU.

Intel pun terlambat sadar, hingga coba bikin GPU sendiri (Intel Arc), tapi pasar sudah kadung jatuh cinta pada Nvidia.

AMD memang punya Radeon, tapi hype GPU mereka tidak pernah sebanding dengan “kultus” Nvidia. Istilahnya, gamers rela jual ginjal demi RTX terbaru.

Berkat boom AI, nilai pasar Nvidia sempat melewati 3 triliun dolar pada 2024, membuatnya bersaing dengan Apple dan Microsoft sebagai perusahaan paling berharga di dunia. Semua berawal dari kartu grafis yang dulu diremehkan.

Kalau Intel adalah raksasa lama, AMD adalah underdog yang bangkit, maka Nvidia adalah pemain ketiga yang sukses merusak peta.

Bahkan sekarang, banyak orang bilang: perang prosesor sudah selesai, yang penting adalah perang GPU.

Dan di arena itu, Nvidia duduk di singgasana tertinggi, sementara pesaingnya hanya bisa berharap sang raja suatu saat lengah. (sun)

Photo
Photo
Editor : Mahsun Nidhom
#intel vs amd #ai #nvidia