Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Duolingo Dulu Bikin Belajar Bahasa Seru, Sekarang Jadi Korban Ambisi AI?

Mahsun Nidhom • Senin, 25 Agustus 2025 | 02:50 WIB
Duolingo makin “AI-first”.
Duolingo makin “AI-first”.

Trenggaleknjenggelek - Kalau kalian ingat, dulu belajar bahasa asing itu ribet banget. Harus beli buku, les mahal, atau belajar sendiri.

Sampai akhirnya muncul Duolingo di 2011, bikin belajar terasa seperti main game. Gratis pula. Tidak heran jutaan orang jatuh cinta.

Tapi perjalanan Duolingo ternyata tidak sesederhana itu. Awalnya, setiap latihan yang kita kerjakan ternyata juga dipakai untuk melatih sistem penerjemah mereka.

Pengguna dapat ilmunya, Duolingo dapat hasil terjemahannya. Win-win, sampai investor mulai tak sabar.

Sejak 2015 mulai ada iklan. 2017 muncul langganan Duolingo Plus. 2022 ganti nama jadi Super Duolingo.

Lalu 2023 hadir Duolingo Max berbasis AI dengan biaya 30 dolar per bulan. Misi pendidikan perlahan berubah jadi strategi cuan.

AI yang Bikin Ribut

April 2024, CEO Duolingo mengumumkan bahwa perusahaan akan jadi AI-first company. Banyak posisi manusia, dari penulis konten hingga moderator, digantikan AI. Efisiensi, katanya. Tapi publik justru meradang.

Hasilnya?

Banyak orang kecewa karena Duolingo yang dulu terasa dekat kini jadi seperti chatbot dingin.

Duolingo tetap jago di media sosial. Maskot burung hijaunya jadi bintang TikTok, bahkan sempat bikin heboh dengan “drama ditabrak Cybertruck”.

Marketing mereka kreatif, tapi sayangnya tidak bisa menutup keluhan pengguna soal layanan inti.

Ironisnya, meski dihujat, laporan keuangan Duolingo tetap naik. Pengeluaran R&D dan marketing meningkat pesat.

Artinya, mereka sedang ekspansi besar-besaran, meski dengan mengorbankan tenaga kerja manusia.

Fakta pahitnya, banyak orang merasa Duolingo tidak benar-benar bikin mereka fasih bahasa asing.

Vocab dan grammar dapat, tapi percakapan nyata tetap sulit. Jadi wajar kalau sekarang muncul pertanyaan, Duolingo ini platform edukasi, atau sekadar mesin engagement yang bikin kamu buka app tiap hari?

Bisa jadi Duolingo tidak benar-benar runtuh, tapi berubah arah. Dari aplikasi belajar, jadi bisnis hiburan berbasis engagement. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#ai #belajar #duolingo