Trenggaleknjenggelek - Aplikasi belajar bahasa makin menjamur, dan Duolingo bukan satu-satunya pemain.
Sejak munculnya kritik tentang Duolingo yang makin berbayar dan terlalu bergantung pada AI, banyak pengguna mulai melirik aplikasi lain.
Pertanyaannya, aplikasi belajar bahasa terbaik selain Duolingo itu apa saja, dan apakah lebih worth it?
1. Babbel: Belajar Bahasa dengan Struktur Jelas
Bagi yang suka kurikulum rapi, Babbel jadi pilihan. Babbel dirancang oleh ahli bahasa, fokus pada percakapan praktis, dan lebih sistematis.
Sayangnya, aplikasi ini berbayar penuh, tapi kualitas konten biasanya lebih konsisten.
2. Memrise: Kosakata Plus Video Penutur Asli
Kalau tujuanmu cepat paham kosakata sehari-hari, Memrise cocok. Keunggulannya ada pada video pendek dari penutur asli, jadi pengguna terbiasa dengan aksen nyata.
Kelemahannya, tata bahasa kurang dalam, tapi untuk “survival language” sangat membantu.
3. Busuu: Belajar dengan Komunitas Global
Busuu mengombinasikan AI dan komunitas. Pengguna bisa latihan lalu mendapat koreksi langsung dari penutur asli di seluruh dunia.
Fitur ini memberi rasa interaksi manusiawi yang kini makin hilang dari aplikasi lain.
4. LingQ: Cara Santai untuk Pelajar Mandiri
LingQ lebih fleksibel. Ia mengandalkan teks, artikel, hingga podcast berbahasa asing yang bisa dipelajari sambil mendengar.
Sangat cocok buat mereka yang belajar dengan imersi. Kekurangannya, butuh disiplin tinggi.
5. YouTube dan AI Tutor: Belajar Gratis Tanpa Batas
Tak bisa dipungkiri, YouTube masih jadi kelas gratis paling lengkap. Ribuan channel bahasa asing tersedia, dari grammar sampai percakapan.
Ditambah lagi, AI tutor seperti ChatGPT mulai dipakai untuk simulasi percakapan. Fleksibel, meski tidak selalu akurat secara budaya.
Semuanya kembali ke gaya belajar. Kalau suka kurikulum ketat, Babbel pilihan tepat. Kalau pengin cepat hafal kosakata, Memrise oke. Butuh komunitas? Busuu lebih pas. Sementara LingQ cocok untuk pelajar mandiri. Dan kalau mau gratisan, kombinasi YouTube + AI tutor cukup ampuh. (sun)