Jejak Digital Tak Pernah Hilang, Ahli Ingatkan Warga untuk Bijak Berinternet
Zaki Jazai• Selasa, 26 Agustus 2025 | 19:59 WIB
Era digital butuh skill data analytics.
Trenggaleknjenggelek – Di era digital, hampir setiap aktivitas online meninggalkan jejak digital. Mulai dari membuka media sosial, mengklik iklan, hingga berbelanja online, semua tersimpan dan bisa dilacak kembali. Meski terdengar sepele, jejak digital menyimpan informasi pribadi yang sangat sensitif dan rentan disalahgunakan jika tidak dikelola dengan baik.
Fakta menunjukkan, data yang dihapus sekalipun tidak benar-benar hilang. Informasi tetap tersimpan di server penyedia layanan dan bisa diakses kembali. Selain itu, setiap aktivitas daring otomatis terekam dalam bentuk metadata, mulai dari riwayat pencarian, komentar, hingga transaksi belanja online.
Sehingga saat ini masih banyak masyarakat tidak sadar bahwa setiap klik, like, atau unggahan akan membentuk profil digital mereka. Bahkan perusahaan kini melakukan pengecekan jejak digital sebelum merekrut karyawan. Ini bisa memengaruhi reputasi dan masa depan seseorang.
Ancaman lain datang dari pelaku kejahatan siber. Hacker bisa memanfaatkan data pribadi untuk phishing, penipuan online, bahkan pencurian identitas. Semakin banyak informasi tersebar, semakin besar pula risikonya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, para pakar mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Sejumlah langkah sederhana bisa dilakukan, antara lain menggunakan kata sandi yang kuat, mengaktifkan verifikasi dua langkah, berhati-hati memberi izin akses aplikasi, hingga rutin menghapus cache dan cookie browser.
Jejak digital memang tidak bisa dihapus sepenuhnya. Karena itu, yang paling penting adalah bijak berinternet dan membatasi informasi pribadi yang dibagikan.
Dengan kesadaran kolektif, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan internet secara aman, produktif, dan tetap terlindungi dari risiko penyalahgunaan data pribadi.(jaz)
Kepala Cabang PNM Banyuwangi Sugiyati Nurul Handayani bersama nasabah dan ibu Bhayangkari akan menanam 5.000 mangrove di Teluk Pang-pang. Editor : Zaki Jazai