Trenggaleknjenggelek – Robot bukan lagi sekadar bicara soal kecepatan dan kecanggihan. Di balik mesin pintar itu, ada pesan yang lebih dalam: efisiensi energi.
Pesan inilah yang ditegaskan dalam ajang pameran robot di Surabaya.
Kompetisi tahunan ini melibatkan pelajar tingkat SMA/SMK hingga SMP dari berbagai daerah.
Ketua Panitia, Thiang, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini tidak hanya menghadirkan persaingan robotik, tetapi juga membawa misi edukasi mengenai penggunaan energi secara bijak.
“Ajang tahunan ini tak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mengenalkan dunia robotika dan teknologi elektro secara lebih mendalam,” ungkap Thiang, Senin (1/9/2025).
Baca Juga: Cara Blokir Nomor Asing di Android dan iPhone, Aman dari Spam dan Penipuan
Menurutnya, fokus perlombaan adalah pemrograman robot yang menekankan tiga aspek sekaligus: kecepatan, ketepatan, dan efisiensi energi listrik.
“Kriteria ini kami selaraskan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), sehingga peserta tidak hanya berpikir bagaimana robot bergerak cepat, tapi juga bagaimana memanfaatkan energi seefisien mungkin. Inilah yang membedakan kompetisi kami dengan lomba serupa di tempat lain,” jelasnya.
Baca Juga: Apple Siap Tinggalkan Dynamic Island? Rumor iPhone 17 Bakal Punya Layar Lebih Bersih
Sebanyak 14 tim dengan total 40 siswa ikut serta dalam ajang tersebut. Di babak penyisihan, para peserta ditantang mengendalikan robot lengan untuk mengambil dan memindahkan barang.
Namun tantangan tidak hanya berhenti pada keberhasilan memindahkan, melainkan juga bagaimana energi yang digunakan tetap minimal.
“Jadi, bukan sekadar siapa yang tercepat, melainkan siapa yang paling efisien. Itulah kunci kemenangan,” imbuh Thiang.
Baca Juga: Apple Siap Tinggalkan Dynamic Island? Rumor iPhone 17 Bakal Punya Layar Lebih Bersih
Selain kompetisi, Electrical Fiesta juga dikemas sebagai ruang pembelajaran interaktif. Peserta berkesempatan mengenal lebih dekat disiplin ilmu elektro melalui berbagai diskusi dan demonstrasi.
Panitia berharap, kegiatan ini mampu menumbuhkan minat generasi muda pada teknologi sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa efisiensi energi adalah bagian penting dari perkembangan sains.
Bagi PCU sendiri, ajang ini telah menjadi tradisi untuk membuka ruang kolaborasi lintas jenjang pendidikan.
“Kami ingin peserta pulang tidak hanya membawa pengalaman lomba, tetapi juga membawa nilai bahwa teknologi masa depan harus sejalan dengan keberlanjutan,” pungkas Thiang.(jaz)