Trenggaleknjenggelek - Bagi pecinta otomotif, khususnya motor klasik, nama Yamaha RX-King tentu sudah tidak asing lagi.
Motor 2-tak legendaris ini bukan hanya dikenal karena performanya yang buas, tapi juga punya julukan yang cukup kontroversial:
"motor preman". Lalu, kenapa RX-King bisa mendapat label seperti itu? Berikut beberapa alasannya.
1. Suara Khas dan Teriakan Knalpot yang Menggelegar
RX-King dikenal dengan suara knalpot 2-tak yang khas: keras, nyaring, dan terkesan garang. Di masa lalu, banyak pengguna RX-King memodifikasi knalpotnya agar suaranya semakin keras, yang membuat motor ini makin mencolok di jalan. Suara ini sering diasosiasikan dengan kehadiran sosok "preman" yang dominan dan menantang.
2. Performa Ganas di Jalanan
Dengan kapasitas mesin 135cc 2-tak dan tenaga yang agresif, RX-King mampu melaju kencang dalam waktu singkat. Akselerasi tajam ini dulu sering disalahgunakan untuk balapan liar atau kebut-kebutan di jalan, aktivitas yang identik dengan perilaku preman jalanan.
3. Populer di Kalangan 'Anak Jalanan' Era 90-an hingga 2000-an
Pada masa jayanya, RX-King banyak digunakan oleh kalangan bawah dan anak motor jalanan karena harganya relatif terjangkau dan mudah dimodifikasi. Citra ini makin kuat saat motor ini sering terlihat dalam film atau sinetron yang menampilkan tokoh-tokoh "preman".
4. Penampilan Gahar dan Klasik
Desain RX-King yang ramping, garang, dan tanpa banyak aksesoris membuatnya tampil sangar. Ditambah lagi dengan penggunaan jaket kulit, helm retro, dan gaya berkendara bebas, RX-King makin lekat dengan imej preman motoran.
5. Sering Terlibat dalam Aksi Kriminal di Masa Lalu
Tak bisa dipungkiri, RX-King sempat punya reputasi buruk karena sering digunakan dalam aksi kriminal seperti jambret atau begal, karena kemampuannya untuk kabur dengan cepat. Hal ini ikut memperkuat stigma "motor preman" yang masih melekat hingga kini.
Tetap Jadi Motor Legendaris
Meski dijuluki "motor preman", kini RX-King justru banyak diburu kolektor dan penggemar motor klasik.
Harga bekasnya bahkan bisa menyentuh puluhan juta rupiah, tergantung kondisi dan keasliannya. Motor ini pun kini lebih dihargai sebagai ikon otomotif Indonesia yang melegenda.(gun)