JAKARTA - Review Honda NSX NC1 kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Bukan tanpa alasan. Supercar hybrid generasi kedua ini kini berstatus barang langka dengan harga bekas yang justru melonjak dibanding saat pertama kali masuk Indonesia.
Biasanya showroom Evans Motor identik dengan Lamborghini, Ferrari, atau McLaren. Namun kali ini yang dibedah adalah Honda NSX generasi kedua berkode NC1 dalam kondisi second hand. Pertanyaannya, apakah mobil ini masih punya greget seperti NSX generasi pertama yang melegenda?
Dalam review Honda NSX NC1 kali ini, terungkap bahwa mobil ini bukan sekadar sports car Jepang biasa. Ia hadir untuk menantang supercar Eropa seperti Ferrari dan Lamborghini.
Evolusi dari Legenda NSX
Honda NSX generasi pertama (NA1) diproduksi dari 1990 hingga 2005. Mobil ini bahkan sempat diuji oleh Ayrton Senna dan menjadi ikon performa Jepang di era 90-an. Setelah berhenti produksi, Honda sempat “menghilang” dari segmen supercar.
Baru pada 2012, versi konsep Acura NSX diperkenalkan. Versi produksinya resmi meluncur pada 2016. Unit yang direview merupakan keluaran 2017 dan produksinya sendiri resmi dihentikan pada 2022.
Menariknya, harga awal mobil ini saat masuk Indonesia berada di kisaran Rp 5 miliaran. Kini, harga bekasnya sudah menembus Rp 6 hingga Rp 7 miliar. Unitnya pun sangat terbatas, disebut-sebut kurang dari 10 mobil di Indonesia. Artinya, dari sisi investasi, NSX NC1 terbukti menjanjikan.
Mesin V6 Twin Turbo Hybrid 570 HP
Berbeda dari generasi pertama yang mengusung mesin naturally aspirated, Honda NSX NC1 tampil jauh lebih revolusioner. Mobil ini dibekali mesin 3.500 cc V6 twin turbo yang menghasilkan 500 HP.
Belum cukup, Honda menambahkan tiga motor listrik — dua di depan dan satu di belakang — sehingga sistemnya menjadi all wheel drive hybrid. Total tenaga yang dihasilkan mencapai 570 HP.
Secara performa, mobil ini setara dengan Ferrari 458 dan Lamborghini Gallardo. Bahkan top speed resminya mencapai 307 km/jam dengan akselerasi 0-100 km/jam hanya 2,9 detik.
Yang membuatnya spesial, NSX generasi kedua termasuk pelopor supercar hybrid performa tinggi sebelum era McLaren P1 dan Porsche 918 Spyder benar-benar booming di pasar global.
Desain Modern dengan Sentuhan Teknologi
Secara tampilan, desainnya memang tidak se-revolusioner NSX generasi pertama. Namun tetap terlihat agresif dan modern. Unit yang direview sudah mengalami beberapa modifikasi seperti penggunaan velg HRE dan knalpot aftermarket Quick Silver.
Atap carbon fiber, rem karbon keramik, serta konfigurasi mesin tengah mempertegas DNA supercar-nya. Meski bermesin tengah, Honda masih menyisakan ruang bagasi kecil yang cukup untuk dua tas backpack.
Aerodinamika diperhatikan serius. Spion pipih, intake udara besar, hingga intercooler dan oil cooler depan dirancang untuk menopang performa hingga 300 km/jam lebih.
Interior: Supercar Rasa Honda
Masuk ke kabin, karakter Honda masih terasa. Posisi duduk rendah khas supercar, namun visibilitas tetap baik berkat dashboard yang rendah. Setir flat top dan flat bottom memudahkan keluar-masuk kabin.
Transmisi menggunakan otomatis 9-percepatan dengan sistem tombol, konsep yang kini banyak dipakai di lini elektrifikasi Honda. Mode berkendara tersedia mulai dari Quiet, Sport, Sport+, hingga Track.
Panel instrumen kombinasi analog dan digital berubah warna sesuai mode berkendara. Layout tombol sederhana, tidak rumit seperti supercar Eropa. Inilah salah satu keunggulan NSX NC1: performa brutal, tapi tetap mudah dikendarai harian.
Investasi Supercar yang Terbukti Naik Harga
Fenomena harga Honda NSX NC1 yang naik menjadi bukti bahwa mobil ini bukan sekadar alat transportasi, melainkan aset koleksi. Bahkan harga bekasnya kini bisa melampaui unit baru generasi pertamanya dalam kondisi tertentu.
Dengan produksi terbatas dan belum ada kepastian generasi ketiga, statusnya berpotensi menjadi legenda di masa depan.
Sayangnya, unit yang direview sudah laku terjual. Bagi calon pembeli yang berminat, harus bersabar menunggu unit lain muncul di pasar.
Yang jelas, review Honda NSX NC1 ini menegaskan satu hal: Honda mampu menghadirkan supercar hybrid dengan performa setara Ferrari dan Lamborghini, namun tetap nyaman dipakai harian. Kombinasi langka antara teknologi, performa, dan potensi investasi.
Editor : Divka Vance Yandriana