TRENGGALEK - Keren App mulai ramai dibicarakan kreator konten digital setelah sebuah video YouTube mengungkap kemudahan membuat infografis visual tanpa desain rumit.
Aplikasi ini dinilai menjadi solusi praktis bagi pemula membuat infografis tanpa ribet dan bagi profesional yang ingin menghasilkan konten visual menarik berbasis AI hanya dalam hitungan menit.
Dalam video tersebut dijelaskan, Keren App merupakan aplikasi senjata baru bikin infografis tanpa ribet dan pembuat konsep infografis yang bekerja dengan sistem prompt atau kode AI.
Baca Juga: Tips Aman Berkendara Jarak Jauh
Pengguna tidak langsung membuat gambar, melainkan merancang struktur infografis yang nantinya dieksekusi oleh platform AI seperti ChatGPT Image atau Google Gemini.
Cara Kerja Keren App yang Simpel dan Efisien
Langkah penggunaan Keren App tergolong sangat sederhana.
Pengguna hanya perlu mengikuti beberapa tahap dasar, mulai dari menentukan topik infografis, memilih bahasa, gaya bahasa, ukuran gambar, hingga tata letak visual.
Semua tahapan itu tersedia dalam satu antarmuka yang mudah dipahami.Topik yang dimasukkan pun fleksibel.
Mulai dari konten ringan seperti “cara membuat kopi nikmat di rumah”, edukasi kesehatan seperti “manfaat minum air putih 2 liter sehari”, hingga panduan profesional seperti pendaftaran kursus atau alur layanan bisnis.
Baca Juga: Toyota Corolla, Mobil Tua yang Tak Pernah Kehilangan Penggemar, Simak 5 Alasan Masuk Akal
Setelah semua kolom diisi, pengguna cukup menekan tombol “buat infografis sekarang”.
Keren App kemudian menampilkan preview konsep visual beserta kode AI yang siap digunakan.
Copy Kode AI, Tempel di ChatGPT atau Gemini
Keunggulan utama Keren App terletak pada fitur kode AI.
Kode ini dapat langsung disalin dan ditempelkan ke layanan AI pembuat gambar seperti Google Gemini atau ChatGPT Image.
Dengan cara ini, pengguna tidak perlu merangkai prompt panjang secara manual.
Dalam video diperlihatkan, kode AI dari Keren App ditempel ke Google Gemini versi gratis dengan mode “create image”.
Hasilnya, infografis langsung terbentuk dengan visual tajam, tata letak rapi, serta teks yang relevan dengan topik.Hal serupa juga berlaku saat kode AI dipaste ke ChatGPT Image.
Meski prosesnya sedikit lebih lama, hasil visual tetap dinilai memuaskan dan siap digunakan untuk kebutuhan konten media sosial, cetak, hingga pajangan.
Pilihan Tata Letak yang Disesuaikan Kebutuhan
Keren App menyediakan berbagai pilihan layout infografis. Format listicle cocok untuk langkah-langkah atau tips, timeline ideal untuk proses berurutan atau sejarah, sementara comparison digunakan untuk konten perbandingan seperti “do and don’t”.
Baca Juga: Bahaya Sleepcar Saat Mengemudi dan Cara Mencegahnya
Pengguna juga bisa menentukan orientasi gambar, mulai dari story Instagram, persegi 1:1, landscape, hingga potret. Fitur ini membuat Keren App relevan bagi kreator konten lintas platform.
Gratis Seumur Hidup, Cocok untuk Kreator Konten
Dalam video tersebut juga ditegaskan bahwa Keren App dapat digunakan secara gratis tanpa batas waktu.
Meski platform AI seperti Gemini memiliki batas harian, pengguna masih bisa menyiasatinya dengan akun Gmail lain.
Baca Juga: AMOLED vs IPS LCD: Mana yang Lebih Tahan Lama dari Burn-in?
Kekurangan yang disebutkan hanya potensi typo pada teks jika tidak menggunakan mode pro.
Namun, teks masih bisa diedit sebelum kode AI dikirim ke platform pembuat gambar.
Baca Juga: Review Poco C75: HP 1 Jutaan Layar 120Hz, Cocok Buat Sekolah dan Pemakaian Harian
Banyak Contoh, Bisa untuk Edukasi hingga Bisnis
Video tersebut menampilkan beragam contoh hasil infografis dari Keren App, mulai dari tema edukasi grafologi, ide kreatif dari kamar, sejarah Indonesia bernuansa merah putih, hingga proses pendulangan emas.
Baca Juga: Bahaya Sleepcar Saat Mengemudi dan Cara Mencegahnya
Visualnya dinilai layak cetak dan siap digunakan sebagai materi promosi atau edukasi.
Dengan konsep yang praktis, fleksibel, dan gratis, Keren App dinilai menjadi alat baru yang potensial bagi kreator konten, pelaku UMKM, pendidik, hingga pegiat media sosial yang ingin tampil visual tanpa harus menguasai desain grafis. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah