TRENGGALEK - Mobil rental paling laris menjadi topik yang kerap ditanyakan calon pelaku usaha sewa kendaraan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat, bisnis rental mobil tetap menunjukkan prospek yang menjanjikan.
Baca Juga: 7 mobil Irit dan Lincah untuk Harian di Dalam Kota , Performa Tetap Bandel
Mobil rental paling laris umumnya berasal dari segmen yang mudah dirawat, irit bahan bakar, dan memiliki harga sewa kompetitif.
Berdasarkan pengalaman pelaku usaha rental di wilayah Jawa Timur, terdapat beberapa kelas mobil yang mendominasi pasar penyewaan.
Mobil rental paling laris paling banyak berasal dari segmen LMPV dan LCGC.
Kedua segmen ini disebut menguasai sekitar 70 hingga 80 persen permintaan sewa mobil harian.
Segmen LMPV Paling Diburu Konsumen
Di kelas LMPV atau mobil keluarga, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia masih menjadi primadona.
Keduanya dikenal sebagai mobil sejuta umat yang mudah dirawat dan irit bahan bakar.
Selain Avanza dan Xenia, Suzuki Ertiga juga menempati posisi yang hampir sejajar dari sisi permintaan sewa.
Honda Mobilio menyusul di belakangnya dengan selisih peminat yang tidak terlalu jauh.
Di beberapa daerah seperti Madiun dan sekitarnya, Avanza, Xenia, dan Ertiga berada di posisi teratas sebagai mobil rental paling laris.
Mobilio berada satu tingkat di bawah, namun tetap memiliki pasar yang stabil.
Mitsubishi Xpander berada di posisi terakhir dalam segmen LMPV.
Faktor harga sewa yang lebih mahal serta konsumsi bahan bakar yang dinilai lebih boros menjadi alasan utamanya.
Meski begitu, dari sisi kenyamanan, Xpander disebut sebagai yang terbaik di kelasnya.
Jika harga sewa bisa ditekan di kisaran Rp250 ribu hingga Rp300 ribu per hari, Xpander juga berpotensi laris.
LCGC Dikuasai Honda Brio
Untuk kelas LCGC, pemenangnya jauh lebih jelas.
Honda Brio menjadi mobil rental paling laris di segmen ini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mobil 50 Jutaan yang Nyaman,irit ,dan Cocok untuk Dipakai di Perkotaan
Brio dinilai unggul dari sisi desain, performa, dan kemudahan perawatan.
Meski harga sewanya relatif lebih tinggi dibanding LCGC lain, permintaan Brio tetap paling tinggi.
Di bawah Brio, terdapat Toyota Agya dan Daihatsu Ayla yang juga cukup diminati.
Sementara Calya dan Sigra berada di posisi berikutnya dengan selisih yang tipis.
LCGC banyak dipilih karena harga sewanya terjangkau dan cocok untuk penggunaan dalam kota.
Segmen ini menjadi favorit penyewa dengan budget terbatas.
Innova Reborn Raja di Kelas Premium
Masuk ke kelas premium, Toyota Innova Reborn diesel menjadi mobil rental paling laris tanpa perlawanan berarti.
Kombinasi kenyamanan, tenaga besar, dan konsumsi bahan bakar irit menjadikannya favorit.
Harga sewa Innova Reborn diesel berada di kisaran Rp450 ribu hingga Rp500 ribu per hari.
Meski mahal, mobil ini tetap banyak dicari untuk perjalanan dinas dan keluarga.
Innova Reborn juga dikenal memiliki suspensi paling nyaman dibanding Fortuner dan Pajero.
Tak heran jika banyak pejabat menggunakan mobil ini sebagai kendaraan dinas.
Pick Up dan SUV Juga Punya Pasar
Di segmen kendaraan muatan, Suzuki Carry Pick Up menjadi yang paling diminati.
Mobil ini dianggap lebih irit, kabin lebih lega, dan sasis cukup kuat.
Carry Pick Up bersaing ketat dengan Daihatsu Gran Max, namun permintaan Carry disebut lebih tinggi.
Segmen ini ramai untuk kebutuhan logistik dan usaha kecil.
Sementara di kelas SUV menengah, Toyota Rush dan Daihatsu Terios masih menjadi andalan.
Suzuki XL7 mulai mencuri perhatian karena harga sewa yang lebih rasional.
Xpander Cross dinilai terlalu mahal untuk pasar rental reguler.
Harga sewanya membuat segmen pasarnya lebih sempit.
City Car hingga Super Premium
Di kelas city car, Honda Jazz dan Toyota Yaris masuk kategori premium.
Harga sewanya berada di kisaran Rp375 ribu hingga Rp400 ribu per hari.
Untuk kelas high premium, Fortuner, Pajero, hingga Civic Turbo memiliki pasar tersendiri.
Sementara Alphard berada di segmen super premium dengan target penyewa yang sangat spesifik.
Secara keseluruhan, mobil rental paling laris tetap didominasi kendaraan yang irit, nyaman, dan mudah dirawat.
Faktor harga sewa yang realistis menjadi kunci utama agar mobil cepat balik modal.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina