TRENGGALEK NJENGGELEK-Tren penurunan harga mobil listrik bekas kini menjadi perhatian serius di pasar otomotif Indonesia. Fenomena ini tidak hanya dialami oleh merek Woling, tetapi hampir semua merek mobil listrik di Tanah Air. Penurunan harga ini terjadi seiring ketatnya persaingan pabrikan, terutama mobil listrik asal Cina, dan aksi diskon besar-besaran pada ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIAs) 2025.
Daniel Libianto, pengelola showroom Victory 88 di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa harga jual kembali mobil listrik turun signifikan dalam waktu singkat. “Depresiasi harga sangat tinggi, hampir semua merek mobil listrik mengalami penurunan. Untuk sementara, kami memilih tidak mengambil stok baru,” ujarnya.
Sama halnya dengan Andi, pemilik showroom mobil bekas Jordi Motor, yang menyebut bahwa persaingan di pasar mobil listrik sangat ketat sehingga seluruh merek kini mengalami penurunan harga. “Tren ini membuat pembeli mobil listrik bekas bisa mendapatkan harga lebih terjangkau, tapi riBaca Juga: Mobil Keluarga Murah Harga Rp100 Jutaan, Toyota Avanza Transmover Bekas Ini Jadi Incaran untuk Keluarga dan Rental
Dampak Diskon Woling RV terhadap Pasar Mobil Bekas
Salah satu contoh nyata penurunan harga signifikan terjadi pada Woling RV. Sebelumnya, pedagang masih membeli Woling RV di kisaran harga Rp135 jutaan. Namun setelah aksi diskon besar, harga mobil listrik bekas tipe tertinggi kini hanya sekitar Rp100 juta, sementara tipe rendah tahun 2022 turun menjadi Rp70 jutaan.
Menurut Andi, diskon besar ini memicu efek domino di pasar mobil bekas. “Sebelum perang harga, pedagang bisa menjual Woling RV dengan margin yang wajar. Sekarang, karena harga baru turun drastis, nilai jual kembali mobil bekas ikut anjlok,” katanya.
Perang Harga Pabrikan Cina di GIAs 2025
Fenomena ini dipicu oleh agresifnya pabrikan mobil listrik Cina di GIAs 2025. Banyak merek menawarkan diskon besar untuk menarik konsumen, yang pada akhirnya menekan harga pasar bekas. Sumber dari tenaga penjual Woling menyebut bahwa harga jual baru Woling RV sempat tercatat Rp160 jutaan saat diskon berlangsung.
“Keputusan bisnis terbaik datang dari data, bukan tebakan. Pembeli dan pedagang harus pintar membaca tren harga sebelum membeli mobil listrik bekas,” tambah Daniel.
Kesempatan dan Risiko bagi Pembeli
Meski harga mobil listrik bekas kini lebih terjangkau, pembeli harus cermat. Jika tren penurunan harga terus berlanjut, potensi kerugian saat menjual kembali menjadi risiko nyata. Namun bagi konsumen yang ingin memiliki mobil listrik dengan harga lebih murah, momen ini bisa dimanfaatkan.
Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, baik pedagang maupun pembeli disarankan selalu memantau informasi terbaru dan melakukan pengecekan langsung sebelum melakukan transaksi. “Data harga dan kondisi mobil menjadi kunci untuk mengambil keputusan yang tepat,” tutup Andi.
Fenomena penurunan harga mobil listrik bekas ini menjadi indikasi persaingan ketat di pasar otomotif, sekaligus peluang bagi konsumen yang cermat untuk mendapatkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif.
Editor : Ichaa Melinda Putri