RADAR TRENGGALEK - Review Infinix Note 60 Pro menjadi perbincangan hangat di awal 2026 setelah resmi meluncur di kisaran harga Rp5,5 juta hingga Rp6 juta.
Kenaikan harga ini cukup mengejutkan, mengingat Infinix selama ini dikenal sebagai brand dengan harga terjangkau.
Dalam review Infinix Note 60 Pro, terlihat jelas bahwa strategi Infinix mulai berubah.
Mereka tidak lagi sekadar bermain di segmen entry-level, tetapi mulai menyasar pasar midrange premium yang selama ini didominasi kompetitor besar.
Melalui review Infinix Note 60 Pro, perangkat ini menawarkan kombinasi desain premium, performa kencang, dan fitur unik.
Namun, tidak semua aspek mampu memenuhi ekspektasi di kelas harga tersebut.
Desain Premium Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan utama terletak pada desain. Infinix Note 60 Pro tampil dengan build quality yang terasa premium, menggunakan material metal pada frame serta finishing belakang yang rapi.
Bagian paling mencolok adalah kehadiran active matrix display, panel LED interaktif di bagian belakang yang mampu menampilkan notifikasi dan animasi. Fitur ini menjadi pembeda karena jarang ditemukan di kelas harga serupa.
Dengan ketebalan hanya 7,45 mm, smartphone ini tergolong tipis dan nyaman digenggam. Meski begitu, perangkat tetap dibekali baterai besar, sehingga tidak mengorbankan daya tahan.
Layar AMOLED 144Hz, Mulus untuk Hiburan
Dari sisi layar, perangkat ini menggunakan panel AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate hingga 144Hz. Pengalaman scrolling dan gaming terasa sangat halus dan responsif.
Kualitas tampilan juga cukup baik untuk konsumsi konten, dengan warna yang tajam dan tingkat kecerahan yang memadai. Teknologi LTPO dan PWM dimming turut meningkatkan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang.
Pengalaman audio juga menjadi nilai jual tambahan. Speaker stereo hasil kolaborasi dengan JBL menghasilkan suara yang lantang dan cukup imersif, meski masih ada catatan pada keseimbangan volume yang kurang konsisten.
Performa Snapdragon 7s Gen 4 Stabil untuk Gaming
Di sektor performa, Infinix Note 60 Pro mengandalkan Snapdragon 7s Gen 4 yang memberikan performa stabil untuk berbagai kebutuhan.
Dalam pengujian, performa gaming cukup memuaskan. Game populer dapat dijalankan dengan lancar dan stabil, bahkan pada pengaturan grafis tinggi. GPU yang digunakan juga mampu memberikan performa yang kompetitif di kelasnya.
Selain itu, skor benchmark yang tembus di atas satu juta menunjukkan bahwa perangkat ini memang dirancang untuk kebutuhan multitasking dan gaming modern.
Baterai 6500 mAh dan Fast Charging 90W
Kapasitas baterai 6500 mAh menjadi salah satu keunggulan utama. Penggunaan harian dapat bertahan lebih dari satu hari tanpa perlu sering mengisi daya.
Fitur fast charging 90W memungkinkan pengisian baterai berlangsung cepat. Bahkan, perangkat juga mendukung wireless charging, fitur yang masih jarang di kelas midrange.
Dengan kombinasi ini, Infinix berhasil menghadirkan smartphone yang kuat di sektor daya tahan.
Kamera Jadi Catatan Penting
Namun, dalam review Infinix Note 60 Pro, sektor kamera justru menjadi titik lemah. Meski dibekali kamera dengan aperture besar dan OIS, hasil foto masih belum konsisten.
Pada kondisi backlight dan low light, detail foto kurang maksimal dan noise masih terlihat. Selain itu, color science yang dihasilkan belum sepenuhnya akurat, sehingga warna terlihat kurang natural.
Kemampuan AI kamera juga dinilai belum optimal dalam mengenali objek dan menyesuaikan pencahayaan. Hal ini membuat hasil foto terasa standar, bahkan tertinggal dibanding kompetitor di kelas harga yang sama.
Fitur Tambahan dan Kekurangan
Infinix juga menyematkan fitur tambahan seperti sensor kesehatan untuk mengukur detak jantung dan kadar oksigen dalam darah. Fitur ini cukup menarik, terutama bagi pengguna dengan gaya hidup aktif.
Namun, ada beberapa kekurangan lain yang perlu diperhatikan, seperti sertifikasi IP yang masih di level IP64. Di kelas harga ini, banyak kompetitor sudah menawarkan perlindungan lebih tinggi.
Kesimpulan: Worth It atau Tidak?
Secara keseluruhan, Infinix Note 60 Pro menawarkan desain premium, performa stabil, dan fitur yang cukup lengkap untuk kelas midrange.
Namun, jika kamera dan perlindungan perangkat menjadi prioritas utama, smartphone ini mungkin belum menjadi pilihan terbaik. Di sisi lain, bagi pengguna yang mengutamakan performa dan desain, perangkat ini tetap layak dipertimbangkan.
Dengan strategi baru ini, Infinix tampaknya mulai serius bersaing di kelas menengah atas pada 2026.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula