RADAR TRENGGALEK - Tren mobil matic murah 40 jutaan semakin diburu masyarakat.
Selain praktis dikendarai, mobil transmisi otomatis juga dinilai lebih nyaman untuk penggunaan harian, terutama di kota besar yang padat lalu lintas.
Tak heran jika mobil matic murah 40 jutaan kini menjadi incaran, khususnya bagi pemula yang ingin naik kelas dari sepeda motor ke mobil pertama.
Dengan bujet terbatas, ternyata masih ada sejumlah pilihan mobil matic murah 40 jutaan yang irit BBM, perawatannya mudah, dan kondisinya relatif aman untuk penggunaan harian.
Meski usianya sudah lebih dari satu dekade, beberapa model ini tetap layak dipertimbangkan.
Berikut tiga rekomendasi mobil matic murah 40 jutaan yang bisa menjadi referensi.
Kia Picanto 2005 Matic, Fitur Lengkap di Harga Terjangkau
Pilihan pertama adalah Kia Picanto generasi awal tahun 2005 transmisi otomatis.
City car asal Korea Selatan ini mulai hadir di Indonesia sejak 2004 dan hingga kini masih banyak dicari di pasar mobil bekas.
Secara desain, tampangnya masih cukup modern untuk ukuran mobil lawas.
Bahkan, tampilannya dinilai masih bisa bersanding dengan LCGC seperti Agya dan Ayla.
Dari sisi fitur, Picanto generasi awal tergolong lengkap di kelasnya.
Untuk tipe full option, mobil ini sudah dibekali power window di empat pintu, electric mirror, head unit double din, AC plus heater, hingga wiper belakang.
Ada pula laci penyimpanan tambahan yang jarang ditemui di mobil sekelasnya.
Mesin yang digunakan berkode G4HG 1.086 cc 4 silinder 12 katup SOHC dengan tenaga sekitar 64 hp dan torsi 94 Nm.
Transmisinya otomatis 4 percepatan konvensional.
Konsumsi BBM dalam kota berada di kisaran 10–11 km per liter dan luar kota bisa mencapai 14–16 km per liter.
Kelebihannya ada pada suara mesin yang halus dan suspensi yang cukup empuk.
Namun, perpindahan gigi terasa agak lambat dan ruang kaki belakang tergolong sempit.
Di pasar mobil bekas, harganya mulai Rp 48 jutaan dengan pajak tahunan sekitar Rp 1,2 juta.
Hyundai Atoz GLS 2004 Matic, Irit dan Mudah Dirawat
Rekomendasi kedua mobil matic murah 40 jutaan adalah Hyundai Atoz GLS tahun 2004.
City car mungil ini sempat populer di awal 2000-an dan kini kembali dilirik karena harga bekasnya yang terjangkau.
Mengusung mesin 996 cc 4 silinder SOHC dengan tenaga 57 PS dan torsi 82 Nm, Atoz matic juga menggunakan transmisi otomatis 4 percepatan konvensional.
Konsumsi BBM-nya tergolong irit, yakni sekitar 10–11 km per liter di dalam kota dan 15–16 km per liter untuk luar kota.
Fitur yang ditawarkan antara lain remote alarm, power window depan, AC dengan pengaturan lengkap, serta wiper belakang.
Meski sederhana, mobil ini dikenal mudah dirawat dan sparepart-nya melimpah dengan harga relatif murah.
Kelebihan lainnya adalah kabin yang cukup lapang untuk ukuran city car serta bagasi yang lumayan luas berkat desain buritan mengotak.
Namun, kekurangannya terletak pada suspensi yang kurang empuk dan perpindahan gigi yang terasa.
Beberapa penyakit umum yang perlu diwaspadai antara lain radiator kecil yang rawan overheat serta sensor RPM yang kerap bermasalah karena usia.
Harga bekasnya kini mulai Rp 43 jutaan dengan pajak sekitar Rp 900 ribu per tahun.
Proton Savvy 2009 Matic, Handling Lincah dan Irit
Pilihan ketiga adalah Proton Savvy transmisi matic tahun 2009.
Mobil asal Malaysia ini masuk ke Indonesia sejak 2007 dan menawarkan karakter berbeda dibanding dua rivalnya.
Mengusung mesin 1.149 cc 4 silinder 16 katup dengan tenaga 75 hp dan torsi 105 Nm, Savvy menggunakan transmisi AMT 5 percepatan.
Konsumsi BBM dalam kota berkisar 12–13 km per liter dan luar kota 15–16 km per liter.
Keunggulan utama Savvy ada pada handling yang lincah berkat racikan sasis yang terinspirasi Lotus.
Setir terasa stabil di kecepatan tinggi dan suspensinya tidak mudah limbung.
Namun, calon pembeli perlu teliti pada kondisi transmisi AMT, terutama bagian aktuator atau akumulator robotik yang biayanya bisa mencapai Rp 5–6 juta jika harus diganti.
Harga pasaran unit ini mulai Rp 42 jutaan dengan pajak sekitar Rp 1,6 juta per tahun.
Dengan pilihan tersebut, mobil matic murah 40 jutaan tetap bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang menginginkan kendaraan nyaman, irit BBM, dan ramah untuk pengemudi pemula.
Kunci utamanya adalah teliti saat membeli dan pastikan kondisi transmisi serta mesin dalam keadaan prima.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina