RADAR TRENGGALEK - Mencari mobil hatchback bekas di bawah Rp100 juta kini jadi solusi realistis di tengah harga mobil baru yang makin tinggi.
Di perkotaan yang padat dan lalu lintas yang kian semrawut, mobil kecil yang lincah, irit, dan nyaman jelas lebih dibutuhkan ketimbang sekadar gengsi.
Mobil hatchback bekas di bawah Rp100 juta juga sering dianggap lebih “worth it” dibanding LCGC.
Alasannya sederhana: build quality lebih baik, fitur lebih lengkap, dan performa mesin lebih meyakinkan.
Dengan budget setara mobil murah baru, konsumen bisa mendapatkan unit kelas lebih tinggi.
Berikut tujuh rekomendasi mobil hatchback bekas di bawah Rp100 juta yang masih layak dipertimbangkan untuk mobil harian.
Suzuki Swift Generasi Pertama
Swift generasi pertama (2005–2013) sempat menjadi primadona.
Tersedia versi CBU dan CKD, dengan mesin M15A 1.500 cc.
Varian CBU punya fitur lebih lengkap seperti ABS, EBD, dan airbag.
Tenaga versi CBU mencapai 110 PS, sedangkan versi lokal 100 PS.
Harga pasaran kini berada di kisaran Rp60–90 jutaan tergantung tipe dan kondisi.
Honda Jazz GD3
Jazz GD3 (2004–2007) jadi mobil idaman anak muda.
Tersedia varian i-DSI dan VTEC dengan mesin 1.500 cc L15A.
Versi VTEC punya tenaga 109 PS dan sudah dilengkapi ABS, EBD, serta rem cakram belakang.
Keunggulan lainnya adalah fitur Ultra Seat yang fleksibel.
Harga pasarannya Rp60–90 jutaan.
Toyota Yaris Bakpau
Yaris generasi awal (2006–2013) dikenal tangguh dengan mesin 1NZ-FE 1.500 cc yang juga dipakai Vios.
Tenaganya 109 hp dengan pilihan transmisi manual dan otomatis konvensional.
Fitur keselamatan cukup lengkap, dan suspensinya empuk.
Kekurangannya hanya pada desain speedometer tengah yang unik.
Harga berkisar Rp80–100 jutaan.
Ford Fiesta Generasi Keenam
Fiesta (2010–2016) menawarkan fitur modern seperti voice command dan kabin kedap.
Varian 1.0 Ecoboost bahkan punya tenaga 125 PS berkat turbo.
Namun, calon pembeli wajib teliti karena ada isu transmisi DCT dan modul TCM.
Harga versi non-Ecoboost kini di kisaran Rp60–90 jutaan.
Daihatsu Sirion Generasi Kedua
Sirion (2011–2018) berbasis Perodua Myvi.
Mengusung mesin 1.300 cc K3-VE yang sama dengan Avanza lama.
Perawatannya mudah dan spare part melimpah.
Meski suspensinya agak keras, mobil ini terkenal bandel.
Harga pasaran sekitar Rp70–90 jutaan.
Suzuki Splash
Diproduksi 2010–2015, Splash punya mesin 1.200 cc K12M.
Dimensinya paling kecil, namun headroom lega.
Sudah dilengkapi ABS dan immobilizer.
Handling stabil karena satu platform dengan Swift.
Harga berada di kisaran Rp50–80 jutaan.
Kia Picanto
Picanto generasi 2011–2017 jadi opsi underrated.
Mesin 1.200 cc G4LA cukup halus dan kabinnya senyap.
Desainnya pernah meraih penghargaan Red Dot Design 2012.
Meski fitur minim dan tanpa ABS, mobil ini nyaman dikendarai.
Harga pasaran Rp60–90 jutaan.
Lebih Rasional dari LCGC
Dengan dana setara mobil murah baru, pembeli bisa mendapatkan mobil hatchback bekas di bawah Rp100 juta dengan fitur lebih lengkap dan performa lebih baik.
Namun, tetap periksa riwayat servis, kondisi mesin, dan transmisi sebelum membeli.
Pilihan kembali ke kebutuhan: mau sporty, nyaman, atau yang mudah dirawat.
Yang jelas, opsi di atas masih sangat relevan untuk mobilitas harian di kota besar.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina