Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

IMSA Sports Car Racing Makin Panas ! Ini Penjelasan Lengkap Kelas GTP, LMP2, GTD hingga Jadwal 24 Hours of Daytona

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:05 WIB

IMSA Sports Car Racing 2025 hadir dengan kelas GTP, LMP2, GTD, dan balapan 24 jam penuh. Simak penjelasan lengkapnya!
IMSA Sports Car Racing 2025 hadir dengan kelas GTP, LMP2, GTD, dan balapan 24 jam penuh. Simak penjelasan lengkapnya!

TRENGGALEK NJENGGELEK - IMSA Sports Car Racing kembali menjadi sorotan pecinta balap dunia.

Kompetisi balap ketahanan ini menawarkan sensasi berbeda lewat konsep multiclass racing yang mempertemukan berbagai jenis mobil dalam satu lintasan.

Bagi yang baru mengenal IMSA Sports Car Racing, musim 2025 menghadirkan persaingan lebih ketat dengan tambahan pabrikan besar dan jadwal balapan ikonik sepanjang tahun.

IMSA Sports Car Racing dikenal sebagai ajang balap mobil sport paling kompetitif di Amerika Utara.

Sejak format modernnya dibentuk pada 2014, IMSA konsisten menghadirkan balapan berdurasi mulai dari 1 jam 40 menit hingga 24 jam penuh.

Seri pembuka musim, 24 Hours of Daytona, menjadi magnet utama dengan kehadiran seluruh kelas mobil dalam satu akhir pekan.

Konsep utama IMSA Sports Car Racing adalah multiclass racing. Artinya, beberapa kelas mobil berbeda berlomba secara bersamaan di trek yang sama.

Sistem ini sering dianalogikan seperti lomba maraton, semua berlari bersama, tetapi bersaing di kategori usia masing-masing.

Empat Kelas Utama di IMSA

IMSA memiliki empat kelas utama: GTP, LMP2, GTD Pro, dan GTD.

GTP, Kelas Tertinggi dan Tercepat

Kelas GTP merupakan kasta tertinggi di IMSA. Mobil-mobilnya tampil futuristik, bahkan lebih mirip pesawat luar angkasa dibanding mobil jalan raya. Kecepatan maksimalnya bisa menembus lebih dari 200 mph di Daytona.

Sejumlah pabrikan besar terlibat di kelas ini, seperti Acura, BMW, Cadillac, Lamborghini, Porsche, hingga pendatang baru 2025, Aston Martin.

Seluruh pembalap di GTP adalah profesional penuh waktu. Di siaran televisi, mobil GTP mudah dikenali dari kotak nomor hitam-putih.

LMP2, Lebih Terjangkau, Tetap Kompetitif

Di bawah GTP ada kelas LMP2. Kecepatannya sedikit lebih lambat, namun tetap impresif.

Seluruh mobil LMP2 menggunakan spesifikasi yang sama, yakni sasis Oreca. Biaya operasional yang lebih rendah membuat kelas ini lebih terjangkau.

Menariknya, regulasi LMP2 mengharuskan adanya pembalap amatir dalam susunan tim.

Artinya, pebisnis atau individu nonprofesional yang memiliki kemampuan balap mumpuni tetap punya peluang tampil. Mobil LMP2 ditandai kotak nomor berwarna biru.

GTD Pro dan GTD, Mobil Mirip Jalan Raya

Dua kelas lainnya, GTD Pro dan GTD, menggunakan mobil berbasis regulasi GT3. Secara tampilan, mobilnya menyerupai versi jalan raya, tetapi telah dimodifikasi khusus untuk balap.

Pabrikan yang terlibat sangat beragam, mulai dari Ferrari, Ford, Mercedes, hingga Lexus.

Sistem Balance of Performance (BoP) diterapkan untuk menyamakan performa antar merek melalui pengaturan tenaga, bobot, aerodinamika, dan manajemen mesin.

Perbedaan utama GTD Pro dan GTD ada pada komposisi pembalap. GTD Pro diisi pembalap profesional penuh (kotak nomor merah), sedangkan GTD menggabungkan pembalap profesional dan amatir (kotak nomor hijau).

Sistem Poin dan Michelin Endurance Cup

Setiap kelas memiliki kejuaraan tersendiri. Poin diberikan berdasarkan posisi finis di kelas masing-masing.

Pemenang balapan meraih 350 poin, posisi kedua 320 poin, ketiga 300 poin, keempat 280 poin, dan kelima 260 poin. Setelah itu, poin berkurang 10 untuk setiap posisi berikutnya.

Menariknya, tim tetap mendapat poin asalkan memulai balapan, meskipun tidak finis. Selain itu, ada poin kualifikasi sebesar 10 persen dari poin balapan.

IMSA juga menghadirkan kejuaraan tambahan, Michelin Endurance Cup, yang dihitung dari lima balapan terpanjang musim ini.

Poin dibagikan pada momen tertentu, seperti pertengahan lomba dan finis akhir. Tim dengan akumulasi tertinggi dinobatkan sebagai juara.

Jadwal Ikonik dan Tiket Terjangkau

Musim dimulai Januari lewat 24 Hours of Daytona, lalu berlanjut ke Sebring, Long Beach, Laguna Seca, Detroit, Watkins Glen, Canadian Tire Motorsport Park, Road America, Virginia International Raceway, Indianapolis, dan ditutup di Road Atlanta pada Oktober.

Tidak semua kelas tampil di setiap seri karena keterbatasan paddock. Namun, seri besar seperti Daytona, Sebring, dan penutup musim selalu menghadirkan empat kelas lengkap.

Dari sisi harga, tiket tergolong ramah. Paket empat hari untuk balapan terbesar dibanderol sekitar USD 165, termasuk akses paddock dan gridwalk pra balapan.

Seluruh seri dapat disaksikan melalui platform streaming Peacock dan kanal YouTube resmi IMSA.

Banyak Pembalap Lintas Seri

IMSA juga dikenal sebagai ajang lintas disiplin. Juara NASCAR seperti Jimmie Johnson dan Dale Earnhardt Jr. pernah turun di seri ini. Sejumlah pembalap Formula 1 aktif maupun mantan juga ikut meramaikan persaingan.

Bahkan, mobil-mobil di grid IMSA memenuhi syarat tampil di ajang balap ketahanan paling legendaris dunia, 24 Hours of Le Mans.

Dengan format unik, persaingan lintas kelas, serta partisipasi pabrikan global, IMSA Sports Car Racing 2025 menjadi tontonan wajib bagi penggemar balap mobil sport.

Sensasi adrenalin balap ketahanan kini makin mudah diakses, baik langsung di sirkuit maupun lewat siaran digital.

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#IMSA Sports Car Racing #LMP2 #24 Hours of Daytona #Michelin Endurance Cup #GTP