Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

IMSA Sports Car Racing Makin Panas! Kenali Kelas GTP, LMP2, GTD hingga Sensasi 24 Hours of Daytona

Muhamad Ahsanul Wildan • Minggu, 22 Februari 2026 | 16:30 WIB

IMSA Sports Car Racing hadir dengan kelas GTP, LMP2, GTD dan 24 Hours of Daytona. Simak penjelasan lengkapnya di sini!
IMSA Sports Car Racing hadir dengan kelas GTP, LMP2, GTD dan 24 Hours of Daytona. Simak penjelasan lengkapnya di sini!

TRENGGALEK NJENGGELEK - IMSA Sports Car Racing makin panas dan semakin menarik perhatian pecinta balap dunia.

Bagi penggemar baru, ajang ini mungkin terlihat rumit karena menghadirkan banyak jenis mobil dalam satu lintasan.

Namun di balik kompleksitas itu, tersimpan daya tarik utama yang membuat seri ini begitu digemari, balapan multi kelas dengan durasi panjang dan persaingan antar pabrikan papan atas.

IMSA Sports Car Racing merupakan kompetisi yang berada di bawah naungan International Motor Sports Association (IMSA), berdiri sejak 1969.

Seri ini menjadi rumah bagi balap ketahanan (endurance racing) dan mobil sport paling bergengsi di Amerika Utara.

Setiap musimnya, IMSA menghadirkan kombinasi kecepatan, strategi, dan daya tahan fisik pembalap dalam berbagai durasi lomba.

Konsep utama IMSA Sports Car Racing adalah multi class racing, di mana beberapa kategori mobil berlaga secara bersamaan di lintasan yang sama. Saat ini terdapat empat kelas utama, GTP, LMP2, GTD Pro, dan GTD.

GTP, Kelas Tertinggi dan Paling Canggih

Kelas GTP (Grand Touring Prototype) menjadi kasta tertinggi di IMSA Sports Car Racing.

Mobil-mobil di kategori ini adalah prototipe dengan teknologi paling mutakhir dan performa luar biasa. Mereka mampu mempertahankan kecepatan tinggi hingga 24 jam balapan nonstop.

Berbagai pabrikan besar terlibat di kelas ini, mulai dari Porsche, BMW, Cadillac, Acura, hingga Aston Martin.

Setiap mobil menampilkan karakteristik desain berbeda, mulai dari konfigurasi mesin turbo V6 hingga naturally aspirated V12.

Perbedaan aerodinamika, tata letak mesin, dan sistem powertrain membuat persaingan semakin seru.

Para pembalap di GTP juga bukan nama sembarangan. Banyak di antaranya merupakan juara dunia atau pembalap berpengalaman dari berbagai kejuaraan internasional.

Kombinasi teknologi tinggi dan kualitas pembalap menjadikan kelas ini magnet utama bagi penggemar.

LMP2, Prototipe dengan Biaya Lebih Terjangkau

Di bawah GTP, terdapat kelas LMP2 (Le Mans Prototype 2). Mobilnya tetap berupa prototipe, namun dengan biaya operasional yang lebih rendah. Hal ini membuat persaingan di kelas LMP2 sangat ketat.

Yang menarik, komposisi pembalap di LMP2 merupakan kombinasi profesional dan amatir.

Dinamika ini menciptakan tantangan tersendiri dalam strategi tim, terutama dalam balapan berdurasi panjang.

GTD Pro dan GTD, Mobil Produksi yang Disulap Jadi Mesin Balap

Dua kelas berikutnya adalah GTD Pro dan GTD, yang menggunakan mobil berbasis GT3.

Artinya, mobil-mobil ini berasal dari model produksi jalan raya seperti Ferrari, Lamborghini, Porsche, Corvette, Mercedes-AMG, dan Lexus, namun telah dimodifikasi menjadi mobil balap berperforma tinggi.

GTD Pro diisi seluruhnya oleh pembalap profesional. Sementara GTD, seperti LMP2, memadukan pembalap profesional dan amatir.

Kedua kelas ini tetap berlomba bersamaan dengan kelas lain di lintasan yang sama, menciptakan situasi lalu lintas balap yang kompleks dan menegangkan.

Balance of Performance, Kunci Persaingan Ketat

Dengan banyaknya pabrikan dan perbedaan desain mobil, IMSA menerapkan sistem Balance of Performance (BoP).

Sistem teknis ini bertujuan menyamakan peluang tiap pabrikan agar persaingan tetap adil.

BoP mengatur berbagai aspek teknis seperti bobot mobil, tenaga mesin, hingga aerodinamika.

Tujuannya bukan membuat mobil identik, melainkan memastikan semua peserta memiliki peluang yang relatif setara untuk bersaing.

Format Balapan dan Ikon 24 Hours of Daytona

Akhir pekan balapan IMSA Sports Car Racing biasanya diawali sesi latihan, dilanjutkan kualifikasi terpisah untuk tiap kelas. Saat balapan dimulai, seluruh kelas turun bersamaan.

Setiap seri menghasilkan dua jenis pemenang: pemenang keseluruhan (overall winner) dan pemenang di masing-masing kelas. Strategi bahan bakar, pergantian ban, serta rotasi pembalap menjadi faktor penentu.

Durasi balapan sangat bervariasi, mulai dari 100 menit hingga 24 jam penuh. Salah satu yang paling ikonik adalah 24 Hours of Daytona, balapan ketahanan legendaris yang menjadi ujian fisik dan mental bagi tim serta pembalap.

Dalam balapan berdurasi panjang, pit stop bukan hanya soal pengisian bahan bakar dan pergantian ban, tetapi juga pergantian pembalap.

Pada balapan 6, 10, 12, hingga 24 jam, strategi rotasi pembalap bisa menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan.

Dengan kombinasi teknologi tinggi, kehadiran merek-merek besar, serta format balapan endurance yang ekstrem, IMSA Sports Car Racing menjadi salah satu tontonan motorsport paling menarik saat ini.

Bagi penggemar baru, memahami struktur kelas dan sistemnya akan membuat pengalaman menonton jauh lebih seru.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#IMSA Sports Car Racing #LMP2 #24 Hours of Daytona #GTD Pro #GTP