Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Rekomendasi Motherboard Intel Terbaik 2025: LGA 1851 vs LGA 1700, Pilih Chipset 800 Series atau B760M?

Divka Vance Yandriana • Senin, 23 Februari 2026 | 11:40 WIB

Rekomendasi motherboard Intel terbaik 2025, pilih LGA 1851 chipset 800 series atau LGA 1700 B760M? Simak panduan lengkapnya.
Rekomendasi motherboard Intel terbaik 2025, pilih LGA 1851 chipset 800 series atau LGA 1700 B760M? Simak panduan lengkapnya.

JAKARTA - Rekomendasi motherboard Intel terbaik 2025 semakin banyak dicari seiring hadirnya soket terbaru LGA 1851 dan chipset 800 series. Perubahan generasi ini membuat calon perakit PC harus lebih teliti agar tidak salah beli motherboard maupun prosesor.

Dalam rekomendasi motherboard Intel terbaik 2025 ini, pengguna perlu memahami perbedaan antara LGA 1700 untuk Intel Gen 12, 13, dan 14 dengan LGA 1851 yang dipakai generasi terbaru Core Ultra Series. Kesalahan memilih soket bisa berujung komponen tidak kompatibel.

Saat ini, Intel resmi beralih ke soket LGA 1851 untuk prosesor Core Ultra. Sebelumnya, LGA 1700 digunakan pada Gen 12 hingga Gen 14. Artinya, pengguna yang ingin teknologi terbaru berbasis AI wajib memilih motherboard chipset 800 series dengan soket baru tersebut.

Baca Juga: HP Rp3 Jutaan Terbaik 2026 Paling Diburu: Dari AMOLED 144 Hz, Kamera 108 MP, Sampai Performa Gaming Ngebut

Chipset 800 Series dan LGA 1851

Motherboard chipset 800 series menjadi pintu masuk ekosistem terbaru Intel. Salah satu opsi terjangkau adalah ASRock H810M-X R yang dibanderol sekitar Rp 1,8 jutaan. Alternatif lain, ASUS Prime H810M dengan harga sekitar Rp 2 jutaan.

Secara umum, motherboard H810 sudah mendukung DDR5 dan XMP 3.0. Namun, jalur PCIe yang tersedia rata-rata masih PCIe 4.0, termasuk slot M.2. Untuk penggunaan NVMe Gen 4, ini sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan gamer dan content creator.

Jika ingin fitur lebih lengkap, pengguna bisa melirik Maxsun B860M Terminator di kisaran Rp 2,3 jutaan. VRM lebih kuat, sudah mendukung PCIe 5.0, slot M.2 Gen 5, bahkan tersedia USB 4 dan pin RGB.

Baca Juga: Nona Girlband Indonesia Tembus Global, Lagu “Work” Trending Dunia dan Disebut Geser Dominasi K-Pop

Keunggulan utama chipset 800 series adalah dukungan teknologi hybrid core serta integrasi NPU (Neural Processing Unit) untuk akselerasi AI pada prosesor Core Ultra. Dengan kata lain, motherboard ini siap memaksimalkan fitur Intel AI Boost.

Prosesor seperti Intel Core Ultra 5 245K dan Intel Core Ultra 5 225F sudah memakai LGA 1851. Kabar baiknya, mounting cooler tetap kompatibel dengan LGA 1700 sehingga pengguna tidak perlu mengganti pendingin lama.

Alternatif Hemat: LGA 1700 Masih Layak

Meski generasi terbaru sudah hadir, LGA 1700 masih sangat relevan untuk 2025. Prosesor Intel Gen 12, 13, dan 14 seperti Intel Core i5-14400F atau Intel Core i5-13400F tetap menawarkan performa gaming dan produktivitas yang kencang.

Kelebihan platform ini adalah fleksibilitas memori. Pengguna bisa memilih motherboard DDR4 untuk menekan biaya atau DDR5 untuk performa lebih tinggi.

Untuk kelas entry-level, motherboard H610M DDR4 bahkan sudah tersedia di kisaran Rp 900 ribuan. Sementara itu, chipset B760M menjadi pilihan paling seimbang. Contohnya ASRock B760M Pro RS yang mendukung DDR4, atau Gigabyte B760M Gaming AC versi DDR5.

Baca Juga: Infinix Hot 60 Pro Plus Pecahkan Rekor HP Tertipis, Harga Rp2 Jutaan tapi Spek Nggak Disunat!

Ada juga Maxsun B760M Terminator dengan VRM 10 phase dan dukungan PCIe 5.0 untuk slot GPU, meski M.2 masih Gen 4.

Seri H, B, atau Z?

Pemilihan chipset sangat bergantung pada kebutuhan dan anggaran. Seri H cocok untuk rakitan hemat, misalnya dipasangkan dengan Core i3 atau i5 dan GPU seperti RTX 3060 atau RTX 4060.

Seri B (B760/B860) menawarkan fitur lebih lengkap seperti slot M.2 tambahan, USB Type-C Gen 2x2, pin RGB, serta manajemen daya lebih baik. Ini ideal untuk gamer dan content creator.

Sedangkan seri Z seperti Z790 ditujukan bagi enthusiast dan profesional yang ingin overclocking serta fitur paling lengkap. Namun harganya tentu lebih tinggi.

Masih Worth It Pakai Gen Lama?

Pertanyaan yang sering muncul, apakah Intel Gen 12–14 masih layak? Jawabannya, masih sangat worth it untuk gaming dan editing 2025. Performa per core masih kompetitif, terutama jika dipadukan GPU kelas menengah.

Namun, jika ingin fitur AI modern dan dukungan jangka panjang, platform LGA 1851 dengan chipset 800 series lebih direkomendasikan.

Kesimpulannya, jangan sampai salah pilih soket. Jika mengejar teknologi terbaru dengan dukungan AI dan NPU, pilih LGA 1851. Jika ingin lebih hemat tapi tetap kencang, LGA 1700 masih jadi pilihan rasional.

Editor : Divka Vance Yandriana
#chipset #amd #intel