Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masih Layak Dibeli? Review MacBook M1 di 2026: Harga Rp10 Jutaan, Baterai Awet, Tapi Ada Minusnya!

Divka Vance Yandriana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:05 WIB

Review MacBook M1 2026: masih worth it di harga Rp10 jutaan? Simak performa, baterai, dan kekurangannya di sini!
Review MacBook M1 2026: masih worth it di harga Rp10 jutaan? Simak performa, baterai, dan kekurangannya di sini!

JAKARTA - Review MacBook M1 kembali jadi perbincangan di 2026. Lima tahun sejak pertama kali dirilis pada 2020, laptop besutan Apple ini ternyata masih menarik dilirik. Terutama setelah harganya kini turun di kisaran Rp9–10 jutaan untuk varian 256 GB.

Dalam review MacBook M1 terbaru yang dibagikan tim Bas Indotek, perangkat ini disebut masih relevan untuk kebutuhan kerja harian hingga kuliah. Dengan banderol yang makin terjangkau, banyak calon pembeli mulai mempertimbangkan apakah MacBook M1 masih worth it dibeli tahun ini.

Secara performa, review MacBook M1 menunjukkan laptop ini masih sangat mumpuni untuk aktivitas ringan hingga menengah. Mulai dari pekerjaan Office, meeting online, desain ringan, hingga multitasking dengan banyak tab browser tetap berjalan lancar tanpa lag berarti.

Baca Juga: 7 HP Terbaik Harga Rp1,5–1,9 Jutaan Januari 2026 Versi Denzopro, Spek Seimbang untuk Harian

Performa Masih Lancar untuk Kerja Harian

Feren, Social Media Manager Bas Indotek, mengaku telah menggunakan MacBook M1 sejak 2023 hingga sekarang. Selama lebih dari dua tahun pemakaian, performanya masih stabil untuk kebutuhan seperti Google Docs, Google Sheets, Zoom, Google Meet, Canva, hingga software manajemen proyek seperti ClickUp.

Bahkan saat membuka banyak tab untuk riset sambil memutar Spotify selama 5–7 jam sehari, performanya tetap responsif. Dukungan sistem operasi macOS juga disebut masih akan tersedia hingga 2027 atau 2028, membuatnya aman untuk pemakaian jangka menengah.

Namun, untuk kebutuhan berat seperti editing video 4K atau 8K, MacBook M1 mulai terasa kewalahan. Untuk skenario tersebut, pengguna disarankan mempertimbangkan chip generasi lebih baru seperti M2 atau M3.

Baca Juga: 7 HP Snapdragon 5G Murah Terbaik 2026, Performa Ngebut Mulai Rp2 Jutaan hingga Skor AnTuTu 830 Ribu!

Baterai Awet Seharian, Cocok untuk WFC

Salah satu nilai jual utama dalam review MacBook M1 ini adalah daya tahan baterainya. Setelah lebih dari dua tahun pemakaian, kesehatan baterai masih berada di angka 83 persen.

Dalam penggunaan normal dari pukul 10.00 hingga sore hari, baterai masih tersisa sekitar 28 persen tanpa perlu pengisian ulang. Bahkan untuk pemakaian ringan di akhir pekan selama 3–4 jam, laptop ini bisa bertahan hingga dua hari tanpa dicas.

Hal ini membuatnya nyaman dibawa work from cafe (WFC) tanpa perlu repot membawa charger. Bobotnya pun ringan, hanya sekitar 1,29 kilogram, sehingga tetap nyaman dimasukkan ke tas harian.

Baca Juga: Infinix Note 50 Pro Resmi Rilis, Harga Turun Jadi Rp3 Jutaan tapi Spek Naik Gila: 144Hz, 90W, Wireless Charging!

Desain Ringan, Fanless, dan Ekosistem Apple

MacBook M1 mengusung desain fanless alias tanpa kipas. Artinya, tidak ada suara bising saat digunakan, namun suhu tetap terjaga dan tidak mudah panas. Ini menjadi keunggulan tersendiri untuk produktivitas jangka panjang.

Meski begitu, bezel layar masih terlihat lebih tebal dibanding generasi setelahnya. Secara tampilan memang terasa sedikit jadul, tetapi tidak terlalu mengganggu pengalaman penggunaan.

Kelebihan lain ada pada integrasi ekosistem Apple. Bagi pengguna iPhone, sinkronisasi iCloud, AirDrop, hingga fitur copy-paste lintas perangkat berjalan mulus. AirPods juga bisa auto-switch antar perangkat tanpa perlu pengaturan ulang.

Integrasi ini memang bukan eksklusif milik M1 saja, tetapi dengan harga yang kini jauh lebih murah, pengalaman ekosistem Apple terasa semakin terjangkau.

Harga Turun Drastis, Value Semakin Tinggi

Saat pertama rilis pada 2020, MacBook M1 dibanderol mulai Rp17 jutaan. Kini, varian 256 GB bisa ditemukan di angka Rp10 jutaan, bahkan ada promo yang menembus Rp9 jutaan.

Dengan harga tersebut, laptop ini dinilai masih sangat kompetitif untuk pekerja kantoran, mahasiswa, hingga pengguna yang baru ingin masuk ke dunia Mac.

Namun tentu ada beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

Kekurangan yang Perlu Dipertimbangkan

MacBook M1 hanya memiliki dua port USB-C yang semuanya berada di sisi kiri. Artinya, pengguna kemungkinan besar perlu menggunakan dongle jika ingin menghubungkan banyak perangkat sekaligus seperti monitor eksternal dan USB tambahan.

Selain itu, perangkat ini belum mendukung MagSafe seperti generasi setelahnya. Kamera webcam juga masih 720p, kalah dari MacBook M2 ke atas yang sudah 1080p. Untuk kebutuhan meeting profesional dengan kualitas gambar tajam, ini bisa jadi catatan.

Jadi, Masih Worth It di 2026?

Kesimpulannya, review MacBook M1 di 2026 menunjukkan laptop ini masih layak dibeli untuk kebutuhan kerja harian, kuliah, dan produktivitas ringan. Performa stabil, baterai awet, desain ringan, serta harga yang semakin terjangkau menjadi daya tarik utama.

Namun bagi pengguna dengan kebutuhan editing berat, rendering, atau pekerjaan profesional tingkat lanjut, sebaiknya mempertimbangkan generasi yang lebih baru.

Dengan harga Rp10 jutaan, MacBook M1 tetap menjadi salah satu laptop paling value for money di kelasnya pada 2026.

Editor : Divka Vance Yandriana
#harga macbook #macbook #review macbook pro