Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review MacBook M1 Bekas Rp5 Jutaan: Kencang Buat Editing, Baterai Badak, Tapi Storage 128GB Jadi Dilema!

Divka Vance Yandriana • Senin, 23 Februari 2026 | 12:15 WIB

Review MacBook M1 bekas Rp5 jutaan: kencang buat editing, baterai awet, tapi storage 128GB cukup nggak di 2026?
Review MacBook M1 bekas Rp5 jutaan: kencang buat editing, baterai awet, tapi storage 128GB cukup nggak di 2026?

JAKARTA - Review MacBook M1 bekas kembali ramai dibicarakan setelah harganya turun drastis ke kisaran Rp5 jutaan. Padahal saat rilis pada 2020–2021, laptop ini dibanderol sekitar Rp16–17 jutaan. Penurunan harga yang signifikan ini tentu menggoda, terutama bagi pencari laptop kencang di kelas entry level.

Namun, muncul pertanyaan besar: apakah MacBook M1 bekas harga Rp5,5 juta benar-benar worth it di 2025–2026? Terlebih banyak unit yang beredar merupakan varian 128GB, bukan versi resmi konsumen yang umumnya 256GB.

Dalam review MacBook M1 bekas kali ini, dilakukan perbandingan langsung dengan laptop Windows baru dan bekas di harga serupa. Hasilnya cukup mengejutkan.

Baca Juga: GPD Win Mini: Laptop Gaming Terkecil di Dunia dengan AMD Ryzen 7840U, 32 GB RAM, dan Portabilitas Super Compact

Bukan Versi B2C, Ini Unit Education

Perlu diketahui, MacBook M1 128GB bukan varian business to consumer (B2C) yang dijual bebas di ritel resmi. Apple secara umum merilis versi minimal 256GB untuk pasar konsumen.

Lalu kenapa ada 128GB? Unit tersebut merupakan versi business to business (B2B) atau edisi pendidikan (education). Biasanya dipasok untuk institusi atau program khusus agar harganya lebih terjangkau.

Jadi secara legal bukan barang “abal-abal”, tetapi memang harus dicek asal-usulnya sebelum membeli.

Baca Juga: Laptop Gaib di Bawah Sejuta: Dinabook K50 Two-in-One, Ringan, Touchscreen, Bisa Jadi Tablet!

Perbandingan dengan Laptop Windows Rp5 Jutaan

Di harga Rp5,5 juta, jika membeli laptop Windows baru, umumnya konsumen akan mendapatkan prosesor seperti Core i3 generasi terbaru, Ryzen 3, atau maksimal Core i5 seri hemat daya.

Beberapa bahkan menawarkan Core i5-12450H di kelas harga tersebut. Secara spesifikasi terlihat menarik. Namun ketika diuji rendering video 4K di Adobe Premiere, waktu yang dibutuhkan rata-rata di atas 13 menit.

Sementara MacBook M1 mampu menyelesaikan rendering 4K dalam waktu sekitar 3 menit 28 detik. Untuk Full HD bahkan hanya 2 menit 29 detik.

Perbedaan ini terjadi karena chip M1 memiliki hardware encoding engine khusus yang membuat proses editing jauh lebih efisien. Apalagi jika menggunakan Final Cut Pro yang memang dioptimalkan untuk macOS.

Baca Juga: Infinix Note Edge Resmi Meluncur, HP 6500 mAh Paling Tipis Mirip iPhone Ini Dijual Rp 3,5 Juta, Worth It atau Kemahalan?

Unggul Rendering, Lemah Gaming

Jika tujuan utama membeli laptop adalah editing video, MacBook M1 jelas unggul di kelasnya. Bahkan dibanding laptop Windows bekas dengan Core i7 generasi 11 sekalipun, skor benchmark seperti Geekbench dan Cinebench masih menunjukkan dominasi M1.

Namun untuk gaming, situasinya berbeda. Storage 128GB menjadi kendala besar. Sistem macOS sendiri sudah memakan ruang cukup besar, menyisakan sekitar 47GB kosong.

Game seperti Dota 2 yang membutuhkan sekitar 60GB jelas tidak cukup diinstal tanpa menghapus banyak aplikasi. Selain itu, performa gaming juga bukan fokus utama MacBook.

Kesimpulannya, jika prioritas gaming, laptop Windows tetap lebih rasional.

Baterai dan Mobilitas Jadi Nilai Plus

Salah satu keunggulan paling mencolok dari MacBook M1 adalah daya tahan baterai. Dalam penggunaan normal, perangkat ini mampu bertahan 14–16 jam.

Bandingkan dengan laptop Windows di kelas harga serupa yang rata-rata hanya mampu bertahan 6–7 jam.

Desain fanless alias tanpa kipas juga membuatnya senyap saat digunakan. Tidak ada suara bising, meski konsekuensinya bodi bisa terasa hangat saat beban kerja tinggi.

Bobotnya ringan dan desainnya tergolong timeless. Meski dirilis beberapa tahun lalu, tampilannya masih terlihat modern.

Layar Lebih Akurat Warna

Dari sisi layar, MacBook M1 juga lebih unggul dibanding mayoritas laptop Windows Rp5 jutaan.

Hasil pengujian menunjukkan cakupan warna sekitar 92,6 persen sRGB, 78,6 persen DCI-P3, dan 76,6 persen NTSC dengan tingkat kecerahan hampir 300 nits.

Sebagai perbandingan, banyak laptop Windows di harga tersebut masih berada di kisaran 45 persen NTSC atau 60 persen sRGB.

Bagi content creator, akurasi warna ini menjadi nilai tambah penting.

Storage 128GB Jadi Masalah?

Meski performa kencang, storage 128GB di 2026 terasa kurang ideal. Update sistem dan aplikasi kreatif cepat menggerus ruang kosong.

Solusinya memang bisa menggunakan SSD eksternal 1TB yang kini harganya sekitar Rp1,6–2 jutaan. Namun tentu ini menambah biaya dan mengurangi kepraktisan.

Karena itu, banyak yang menyarankan memilih varian 256GB meski harganya sedikit lebih mahal.

Ekosistem dan Kenyamanan

Keunggulan lain MacBook M1 terletak pada ekosistem Apple. Integrasi dengan iPhone dan iPad berjalan mulus. AirDrop, sinkronisasi iCloud, hingga fitur Apple Intelligence masih didukung.

Trackpad-nya juga disebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia laptop, bahkan bisa menggantikan mouse jika sudah terbiasa dengan gesture-nya.

Namun kekurangannya, port sangat terbatas. Hanya dua USB-C dan satu audio jack. Jika satu dipakai untuk charging, praktis tersisa satu port saja.

Jadi, Worth It atau Tidak?

Kesimpulannya, review MacBook M1 bekas Rp5 jutaan ini menunjukkan bahwa laptop tersebut masih sangat kompetitif untuk editing, kerja kreatif ringan, dan mobilitas tinggi.

Namun untuk multitasking berat dengan banyak aplikasi sekaligus, RAM 8GB dan storage 128GB bisa menjadi hambatan.

Jika Anda kreator mobile yang mengutamakan baterai awet dan performa editing cepat, MacBook M1 masih layak dipertimbangkan. Tapi jika kebutuhan utama adalah gaming atau multitasking berat, laptop Windows dengan RAM dan storage lebih besar bisa jadi pilihan lebih logis.

Editor : Divka Vance Yandriana
#harga macbook #macbook #laptop apple