JAKARTA - Wuling Air EV Lite 300 kembali menjadi sorotan berkat program promo akhir tahun yang ditawarkan diler. Mobil listrik mungil ini diklaim bisa dibawa pulang dengan DP hanya Rp2 juta. Bahkan, angsuran disebut mulai Rp2,9 juta per bulan untuk tenor lima tahun.
Program spesial untuk Wuling Air EV Lite 300 tersebut berlaku untuk wilayah Jakarta dengan harga on the road sekitar Rp251 juta. Namun, berkat subsidi PPN dan potongan akhir tahun, harga efektifnya bisa ditekan hingga di bawah Rp200 jutaan, tergantung skema pembiayaan yang dipilih konsumen.
Penawaran DP Rp2 juta untuk Wuling Air EV Lite 300 disebut bukan gimmick. Konsumen cukup membayar uang muka Rp2 juta dengan cicilan sekitar Rp3,9 juta per bulan selama lima tahun. Alternatif lain, dengan skema berbeda, angsuran bisa ditekan menjadi Rp2,9 juta per bulan dengan tenor yang sama.
Promo Kredit dan Bunga 0 Persen
Tak hanya DP ringan, tersedia juga program kredit bunga spesial hingga bunga 0 persen dengan tenor satu tahun. Selain itu, ada skema cash bertahap bagi konsumen yang ingin membayar tanpa pembiayaan konvensional.
Namun calon pembeli diingatkan untuk tidak menunda terlalu lama. Subsidi PPN kendaraan listrik direncanakan berakhir pada akhir 2025. Jika proses administrasi dan penerbitan STNK melewati tahun tersebut, ada kemungkinan insentif tidak lagi berlaku.
Keunggulan Operasional Lebih Hemat
Salah satu daya tarik utama Wuling Air EV Lite 300 adalah biaya operasionalnya yang sangat rendah. Mobil listrik ini mengusung baterai berkapasitas 26,9 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Jika dihitung menggunakan tarif listrik rumah tangga sekitar Rp1.700 per kWh, biaya pengisian penuh hanya sekitar Rp45 ribuan untuk jarak 300 km. Bandingkan dengan mobil bensin yang rata-rata konsumsi 1 liter untuk 10–14 km, tentu pengeluaran bahan bakar jauh lebih besar.
Selain hemat energi, pemilik juga diuntungkan karena bebas ganjil genap di sejumlah wilayah dan tidak dikenakan pajak progresif. Pajak tahunan kendaraan ini bahkan diklaim di bawah Rp300 ribu, jauh lebih murah dibanding mobil konvensional yang bisa mencapai jutaan rupiah per tahun.
Tampilan Eksterior Makin Ikonik
Secara tampilan, Wuling Air EV Lite 300 hadir dengan desain two tone color yang serasi antara bumper dan bodi. Aksen chrome pada beberapa bagian, termasuk door handle dan lampu sein, membuat tampilannya lebih elegan.
Bagian belakang dilengkapi high mount stop lamp yang membantu visibilitas kendaraan di belakang saat pengereman mendadak. Sistem keselamatan juga sudah mencakup ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brakeforce Distribution).
Untuk kaki-kaki, mobil ini menggunakan ban GT Radial dengan profil 145/70 ring 12. Ukuran tersebut mendukung karakter city car yang lincah dan praktis untuk penggunaan dalam kota.
Interior Modern dengan MID 7 Inci
Masuk ke kabin, nuansa modern langsung terasa lewat tampilan dashboard dengan sentuhan warna baru yang disebut Tamarind Sunset. Panel instrumen sudah menggunakan layar MID 7 inci yang menampilkan informasi kendaraan secara digital.
Transmisi menggunakan sistem putar dengan pilihan netral, reverse, dan drive. Saat pengisian daya, indikator akan menyala untuk memudahkan pemantauan. Rem tangan masih menggunakan model manual.
Untuk kenyamanan, kursi sudah dilapisi jok kulit (opsional) dan tersedia berbagai fitur standar seperti pengaturan leveling, reset menu, serta sistem hiburan dasar.
Sebagai city car, Wuling Air EV Lite 300 memang dirancang untuk mobilitas perkotaan. Dimensinya kompak, mudah diparkir, dan praktis untuk penggunaan harian.
City Car Ramah Lingkungan dan Terjangkau
Dengan banderol Rp250 jutaan serta promo DP Rp2 juta, Wuling Air EV Lite 300 menjadi salah satu mobil listrik paling terjangkau di Indonesia saat ini. Kombinasi harga kompetitif, biaya operasional rendah, serta berbagai insentif pemerintah menjadikannya opsi menarik bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik.
Bagi konsumen yang mencari mobil ramah lingkungan, hemat biaya, dan mudah dimiliki, program promo ini tentu sulit diabaikan. Namun, kepastian harga dan insentif tetap bergantung pada waktu pembelian serta proses administrasi kendaraan.
Editor : Ichaa Melinda Putri