Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Nekat Mudik Jakarta Jogja Naik Motor Listrik Polytron Fox R, 576 Km Cuma Habis Rp57 Ribu!

Divka Vance Yandriana • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:00 WIB

Mudik Jakarta Jogja naik motor listrik 576 km cuma habis Rp57 ribu. Ini detail jarak tempuh dan biaya chargingnya!
Mudik Jakarta Jogja naik motor listrik 576 km cuma habis Rp57 ribu. Ini detail jarak tempuh dan biaya chargingnya!

JAKARTA - Aksi nekat mudik Jakarta Jogja naik motor listrik dilakukan seorang konten kreator dengan menempuh jarak total 576 kilometer. Perjalanan solo riding itu menggunakan Polytron Fox R dan dilakukan selama dua hari dengan beberapa kali pengisian daya di SPKLU.

Cerita mudik Jakarta Jogja naik motor listrik ini langsung menyita perhatian karena jaraknya yang tidak pendek. Apalagi, rute yang dilalui bukan hanya jalur datar Pantura, tetapi juga perbukitan seperti Randudongkal hingga kawasan Bendungan Sempor.

Yang bikin penasaran, berapa biaya yang dihabiskan untuk perjalanan sejauh itu?

Baca Juga: Review Motor Listrik Uinfly T90, Harga Rp7 Jutaan Tembus 66 Km/Jam, Bagasi 27 Liter Bikin Kaget!

Start dari Jakarta, Target Tegal

Perjalanan dimulai selepas subuh dari Jakarta. Odometer menunjukkan angka 2 kilometer saat berangkat. Target hari pertama bukan langsung Jogja, melainkan Tegal agar perjalanan tetap santai.

Motor yang digunakan adalah Polytron Fox R dalam kondisi standar tanpa modifikasi teknis. Pengendara mengaku belum sempat test ride jarak jauh sebelumnya, sehingga perjalanan awal sekaligus menjadi ajang adaptasi.

Dalam 90 kilometer pertama hingga Cikampek, baterai dari 100 persen tersisa sekitar 12 persen. Artinya, satu kali pengisian penuh di tahap awal menghasilkan jarak tempuh sekitar 90 km.

Baca Juga: Review Garmin Vivoactive 5: Smartwatch AMOLED Rp 4 Jutaan dengan Fitur Canggih, Tanding Apple Watch dan Galaxy Watch!

Pengisian daya dilakukan di SPKLU PLN ULP Cikampek menggunakan fast charging. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Indramayu dan Brebes sebelum akhirnya tiba di Tegal.

Manajemen Baterai Jadi Kunci

Di etape kedua, strategi berubah. Mode berkendara tidak lagi menggunakan mode Sport (S), melainkan lebih banyak memakai mode Drive (D) untuk menghemat daya.

Hasilnya signifikan. Dari 100 persen hingga tersisa 4 persen baterai, jarak tempuh mencapai 112 kilometer. Artinya, manajemen baterai sangat berpengaruh terhadap efisiensi motor listrik.

Total ada beberapa titik pengisian daya yang disinggahi, mulai dari Cikampek, Indramayu, Brebes, Selawi, Purbalingga, hingga Kebumen. Sebagian SPKLU bahkan menyediakan fasilitas ruang tunggu dan area istirahat yang nyaman.

Baca Juga: Tes GPS Garmin Forerunner 55 vs Forerunner 165: Selisih Meteran, Ini Fakta yang Jarang Dibahas

Hari pertama ditutup di Tegal setelah menempuh ratusan kilometer. Perjalanan dilanjutkan keesokan harinya dengan rute Tegal–Purbalingga–Kebumen–Wates–Jogja.

Tanjakan dan Hujan Jadi Ujian

Memasuki jalur pegunungan seperti Randudongkal dan sekitar Bendungan Sempor, konsumsi baterai meningkat drastis, terutama saat menggunakan mode Sport untuk menyalip atau menaklukkan tanjakan curam.

Meski begitu, motor tetap mampu melewati jalur ekstrem tanpa kendala berarti. Tidak ada indikator overheat atau gangguan sistem kelistrikan yang muncul selama perjalanan.

Hujan deras juga sempat mengguyur di jalur pegunungan menuju Kebumen. Namun motor tetap stabil dan tidak mengalami masalah meski melintasi jalan basah.

Dari Kebumen, keputusan cukup menegangkan diambil. Dengan sisa baterai penuh hasil pengisian terakhir, perjalanan langsung ditembus menuju Jogja tanpa berhenti lagi di Wates.

Deg-Degan Menuju Tugu Jogja

Memasuki wilayah Kulon Progo, baterai mulai menunjukkan sisa 5 persen. Estimasi jarak masih aman, tetapi lampu merah dan kondisi lalu lintas membuat situasi semakin menegangkan.

Akhirnya, setelah total perjalanan 576 kilometer, motor listrik tersebut tiba di Tugu Jogja dengan baterai tersisa tipis. Tantangan mudik Jakarta Jogja naik motor listrik pun resmi tuntas.

Total Biaya Cuma Rp57 Ribu

Lalu berapa biaya yang dihabiskan?

Semua pengisian dilakukan menggunakan fast charging berbayar, tanpa memanfaatkan SPKLU gratis. Total biaya dari Jakarta hingga Jogja tercatat sekitar Rp57 ribu.

Rinciannya bervariasi di tiap lokasi, tergantung sisa baterai dan kWh yang terpakai. Jika pengisian dilakukan di rumah dengan tarif listrik biasa, biaya per sekali full charge diperkirakan hanya sekitar Rp5.000.

Angka tersebut jelas jauh lebih murah dibandingkan motor bensin untuk jarak serupa.

Kelebihan dan Catatan

Dari sisi kenyamanan, posisi duduk dinilai cukup ergonomis untuk perjalanan jauh. Tidak ada getaran bodi atau komponen yang terasa longgar setelah ratusan kilometer.

Keunggulan lain adalah fitur aplikasi Polytron EV yang memungkinkan pemilik memantau kondisi motor, lokasi, hingga menghubungi layanan pelanggan langsung dari aplikasi.

Soal perawatan, motor listrik relatif minim servis rutin. Tidak ada ganti oli. Komponen yang umum diganti hanya kampas rem dan ban.

Namun ada beberapa catatan, seperti suspensi bawaan yang terasa kurang optimal untuk jalan kabupaten dan ban yang agak licin di beton basah.

Cocok untuk Harian

Dengan harga belasan juta rupiah setelah subsidi dan skema sewa baterai sekitar Rp200 ribu per bulan, motor ini dinilai cocok untuk penggunaan harian dalam kota.

Untuk commuting kerja, sekolah, atau belanja, jarak tempuh per charge yang bisa tembus 100–130 kilometer sudah lebih dari cukup.

Perjalanan mudik Jakarta Jogja naik motor listrik ini menjadi bukti bahwa touring jarak jauh dengan motor listrik bukan lagi hal mustahil. Tantangannya ada pada manajemen baterai dan perencanaan titik pengisian

Editor : Divka Vance Yandriana
#SPKLU PLN #Polytron Fox R #motor listrik