Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tes Nanjak Puncak Pakai Indomobil eMotor Tirano, Boncengan 180 Kg Tetap Kuat Tanpa Overheat

Divka Vance Yandriana • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:20 WIB

Tes nanjak Puncak pakai Indomobil eMotor Tirano dengan bobot 180 kg, hasilnya tetap kuat tanpa overheat dan baterai tersisa 38 persen.
Tes nanjak Puncak pakai Indomobil eMotor Tirano dengan bobot 180 kg, hasilnya tetap kuat tanpa overheat dan baterai tersisa 38 persen.

JAKARTA - Tes nanjak Puncak menggunakan motor listrik kembali dilakukan, kali ini memakai Indomobil eMotor Tirano dengan total bobot pengendara dan barang mencapai 180 kilogram. Hasilnya? Motor listrik ini tetap kuat menaklukkan tanjakan tanpa indikator error maupun overheat.

Pengujian dimulai dari kawasan Gadog, titik awal tanjakan menuju Puncak, Kabupaten Bogor. Saat tiba di lokasi, baterai tersisa 40 persen dengan tegangan 78,9 volt.

Dengan mode Sport diaktifkan, pengendara mencoba menaklukkan tanjakan panjang khas jalur Puncak sambil membawa berbagai perlengkapan touring, mulai dari dua helm, jas hujan, tiga botol minuman, tas pakaian, hingga fast charger dan charger standar bawaan.

Baca Juga: Alpha Servo X dan Alpha Entry Bebas Meluncur di PRJ 2025, Motor Listrik Bisa Dibeli Rp1,5 Juta?

Tanjakan Pertama, Baterai Terkuras 6 Persen

Di tanjakan awal, motor tetap melaju stabil. Bahkan cruise control sempat digunakan saat menanjak. Kecepatan tembus hingga 50–60 km/jam dalam kondisi tertentu.

Setelah melewati satu segmen tanjakan, baterai turun dari 40 persen menjadi 34 persen. Artinya, sekitar 6 persen daya terkuras untuk satu fase tanjakan dengan gaya berkendara agresif di mode Sport.

Tidak ada indikator peringatan suhu maupun gangguan sistem yang muncul di panel instrumen.

Baca Juga: Garmin Vivoactive 5 vs Forerunner 165 Music, Mana Lebih Worth It? Adu Fitur Lari, GPS, Musik, dan Analisis Performa

Isi Daya di SPKLU Puncak

Sebelum melanjutkan perjalanan, pengendara memutuskan mengisi daya di SPKLU kawasan Puncak. Setelah pengisian, baterai kembali ke 98 persen.

Pengujian dilanjutkan ke tanjakan Bakmi Golek hingga Grand Hill, yang dikenal memiliki kemiringan lebih curam dan panjang.

Karakter Tenaga Butuh Momentum

Di tanjakan berat seperti Grand Hill, terlihat karakter tenaga Tirano yang unik. Saat gas dibuka penuh dari posisi lambat, akselerasi terasa naik perlahan terlebih dahulu. Namun setelah mendapatkan momentum, tenaga langsung mengisi dan motor kembali melaju stabil.

Dalam satu segmen tanjakan panjang, baterai turun sekitar 3–4 persen. Kecepatan rata-rata berada di kisaran 50–57 km/jam tanpa gejala kehilangan tenaga ekstrem.

Secara keseluruhan, dari kondisi 98 persen setelah charging hingga tiba di Puncak Pass, baterai tersisa 38 persen.

Baca Juga: Garmin Forerunner 55 Masih Worth It di 2026? Ini Alasan Jam Lari Lawas Ini Tetap Jadi Favorit Pelari

Tanpa Overheat, Bobot 180 Kg Tetap Aman

Dengan total beban sekitar 180 kg, Tirano tetap mampu mencapai Puncak tanpa kendala teknis. Tidak ada indikator overheat, tidak ada penurunan performa drastis, dan sistem berjalan normal.

Pengendara menyimpulkan bahwa motor ini memang memiliki karakter tenaga berbeda dibanding motor listrik lain. Akselerasi awal di tanjakan terasa halus dan butuh momentum, tetapi secara keseluruhan tetap kuat dan mampu menaklukkan jalur menanjak.

Hasil tes ini membuktikan bahwa Indomobil eMotor Tirano layak digunakan untuk perjalanan menanjak seperti jalur Puncak, bahkan dalam kondisi boncengan berat dan membawa perlengkapan touring.

Editor : Divka Vance Yandriana
#motor listrik #Indomobil #motor lisrik