Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review Lengkap Wuling Air EV Long Range, Mobil Listrik Termurah di Indonesia: Irit Rp160 per Km, Nyaman tapi Lemah di Akselerasi

Divka Vance Yandriana • Selasa, 24 Februari 2026 | 19:35 WIB

Review lengkap Wuling Air EV Long Range, mobil listrik termurah dengan biaya hanya Rp160 per km dan garansi baterai 8 tahun.
Review lengkap Wuling Air EV Long Range, mobil listrik termurah dengan biaya hanya Rp160 per km dan garansi baterai 8 tahun.

JAKARTA – Review lengkap Wuling Air EV Long Range kembali membuktikan bahwa mobil listrik mungil ini bukan sekadar tampil imut, tetapi juga menawarkan biaya operasional yang sangat murah. Dengan banderol mulai Rp300 jutaan, Wuling Air EV menjadi mobil listrik termurah yang saat ini dipasarkan di Indonesia.

Dalam review lengkap Wuling Air EV Long Range ini, pengujian dilakukan untuk pemakaian harian, jalan tol, hingga penghitungan konsumsi energi riil. Hasilnya cukup mengejutkan, terutama dari sisi efisiensi biaya per kilometer yang bahkan tidak sampai Rp160.

Varian yang diuji adalah Wuling Air EV Long Range dengan jarak tempuh klaim hingga 300 kilometer. Saat pertama diluncurkan, harga on the road Jakarta berada di angka Rp295 jutaan. Namun kini sudah menyesuaikan menjadi sekitar Rp311 juta.

Baca Juga: Mudik Bandung Sukabumi Naik Motor Listrik 131 Km, Cuma Sekali Ngecas di Cianjur dan Biaya Ribuan!

Harga dan Posisi di Pasar

Di pasar Indonesia, Wuling Air EV tersedia dalam dua varian. Standard Range 200 km dibanderol sekitar Rp238 juta, sedangkan Long Range 300 km di kisaran Rp311 juta OTR Jakarta.

Jika dibandingkan dengan mobil listrik lain seperti Nissan Leaf yang sudah menyentuh Rp700 jutaan atau Hyundai Ioniq 5 di atas Rp800 juta, jelas Air EV bermain di segmen berbeda. Ia praktis tidak punya rival langsung di kelas city car listrik harga terjangkau.

Namun harus diakui, untuk ukuran mobil sekecil ini, harga Rp300 jutaan tetap terasa mahal jika dibandingkan mobil bensin konvensional.

Baca Juga: Zen ES5 Extended Range Resmi Diumumkan, Motor Listrik Hybrid 300 KM dengan Konsumsi BBM 1,5 L/100 KM Bikin Penasaran

Desain Imut, Interior Lega

Dimensinya sangat kompak dengan konfigurasi dua pintu dan empat tempat duduk. Ban berukuran 12 inci semakin menegaskan karakter mikrocar-nya. Meski kecil, desainnya modern dan berkelas, terutama pada varian Long Range yang sudah menggunakan lampu LED dan aksen dua warna (two tone).

Masuk ke kabin, ruangnya ternyata lebih lega dari ekspektasi. Penumpang dewasa dengan tinggi 177 cm masih bisa duduk cukup nyaman di belakang. Headroom dan legroom tergolong aman untuk mobil sekelas ini.

Dashboard mengusung dua layar digital yang memberi kesan futuristik. Sistem sudah dilengkapi konektivitas Bluetooth dan aplikasi, meski belum mendukung Apple CarPlay maupun Android Auto.

Baca Juga: Review Motor Listrik Uinfly T90, Harga Rp7 Jutaan Tembus 66 Km/Jam, Bagasi 27 Liter Bikin Kaget!

Performa: Cukup untuk Kota

Secara teknis, motor listriknya menghasilkan tenaga 30 kW atau sekitar 40 hp dengan penggerak roda belakang. Angka ini memang kecil, dan terasa saat pengujian akselerasi.

Catatan 0–100 km/jam tembus 21,1 detik, dengan top speed dibatasi elektronik di sekitar 100 km/jam. Jelas bukan mobil untuk adu cepat.

Namun untuk penggunaan harian dalam kota, tenaga tersebut masih terasa memadai. Karakter torsi instan khas motor listrik membuatnya tetap responsif di kecepatan 0–80 km/jam.

Handling bukan keunggulan utama. Suspensi empuk memang nyaman meredam jalan bergelombang, tetapi saat bermanuver tajam di kecepatan tinggi terasa kurang stabil. Mobil ini memang lebih cocok untuk penggunaan urban ketimbang perjalanan agresif di tol.

Konsumsi Listrik Super Irit

Bagian paling menarik dari review lengkap Wuling Air EV Long Range ini adalah efisiensinya. Dari pengujian berbasis pemakaian listrik rumah, tercatat konsumsi total sekitar 10,5 km per kWh.

Dengan tarif listrik sekitar Rp1.600 per kWh, artinya biaya yang dibutuhkan untuk berjalan 1 kilometer tidak sampai Rp160. Bandingkan dengan mobil bensin konsumsi 1:10 km/liter dengan harga Rp14.000 per liter, yang berarti sekitar Rp1.400 per km.

Perbedaannya hampir 10 kali lipat.

Pengisian daya menggunakan charger standar 2.200 watt memakan waktu sekitar 12 jam dari kosong hingga penuh. Jika menggunakan wall charger 7.700 watt, waktu pengisian bisa dipangkas menjadi sekitar 4–5 jam.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan utama mobil ini adalah kenyamanan bantingan, kabin yang relatif hening, biaya operasional sangat murah, serta dimensi kompak dengan radius putar kecil.

Fitur voice command berbahasa Indonesia juga menjadi nilai tambah unik. Mobil bahkan bisa menyapa pengemudi sesuai waktu penggunaan.

Namun ada beberapa kekurangan. Posisi duduk kurang ergonomis untuk pengemudi di atas 170 cm. Akselerasi lambat. Beberapa tombol di setir tidak berfungsi. Letak tuas rem parkir dan power window berdekatan sehingga rawan salah pencet.

Garansi Baterai 8 Tahun

Soal baterai, Wuling memberikan garansi hingga 8 tahun atau 160.000 km. Baterai juga sudah memiliki rating IP67, tahan air dan debu.

Dengan kombinasi harga paling terjangkau di segmen mobil listrik Indonesia, biaya operasional super hemat, serta kenyamanan yang layak, Wuling Air EV Long Range menjadi opsi realistis bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Sebagai mobil listrik pertama, pilihan ini tergolong aman dan rasional.

Editor : Divka Vance Yandriana
#review Wuling Air EV Lite #mobil listik #harga mobil listrik