JAKARTA – Wuling Kiwi EV futuristik kembali mencuri perhatian pecinta otomotif Tanah Air. Mobil listrik mungil yang dikenal di Tiongkok sebagai Baojun E300 Plus ini disebut-sebut berpeluang masuk pasar Indonesia dengan desain super unik dan jarak tempuh hingga 300 kilometer.
Kemunculan Wuling Kiwi EV futuristik di ajang pameran langsung menyedot perhatian. Bentuknya benar-benar berbeda dari city car pada umumnya. Siluetnya menyerupai kapsul atau robot masa depan. Bahkan banyak yang menyebut tampilannya seperti mobil konsep yang “lolos” ke jalan raya.
Wuling Kiwi EV futuristik ini memang dirancang sebagai kendaraan urban masa depan. Dimensinya kompak, hanya dua pintu, namun memiliki konfigurasi empat penumpang pada versi E300 Plus yang lebih panjang.
Desain Eksterior Mirip Mobil Konsep
Dari luar, mobil ini tampil sangat eksperimental. Bagian atap membulat dengan kaca belakang yang hampir tegak lurus. Uniknya, desain tersebut membuatnya nyaris tak membutuhkan wiper belakang karena air hujan bisa langsung turun mengikuti lekukan bodi.
Fascia depan mengusung bahasa desain futuristik dengan permainan garis kotak dan lingkaran. Karena murni mobil listrik, bagian depan tidak membutuhkan grille besar seperti mobil bensin. Charging port tersembunyi rapi di balik panel depan.
Velg berukuran 13 inci dibalut ban 155/70 R13, dengan desain tertutup yang menambah kesan modern. Sistem pengereman sudah cakram di depan dan belakang, serta dilengkapi regenerative braking.
Yang menarik, mobil ini sudah dibekali fitur Adaptive Cruise Control dengan batas kecepatan hingga 100 km/jam—fitur yang jarang ditemui pada mobil listrik mungil di kelasnya.
Performa Setara 1.200 cc
Secara teknis, Wuling Kiwi EV futuristik menggunakan motor listrik berkode TZ154XS dengan tenaga 53 hp dan torsi 139 Nm. Penggeraknya roda belakang (rear wheel drive).
Kecepatan maksimalnya mencapai 100 km/jam, cukup untuk penggunaan dalam kota maupun jalan tol jarak pendek. Baterai berkapasitas sekitar 31,9 kWh mampu membawa mobil ini melaju hingga 305 kilometer dalam sekali pengisian penuh.
Menariknya lagi, pengisian daya dari 0 hingga 100 persen dengan fast charging hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam. Untuk mobil komuter harian, angka ini tergolong sangat kompetitif.
Interior Minimalis Tapi Canggih
Masuk ke kabin, kesan modern langsung terasa. Dashboard mengusung desain floating dengan layar digital memanjang yang berfungsi sebagai panel instrumen sekaligus sistem infotainment.
Material interior didominasi plastik keras, namun dengan finishing bertekstur yang terlihat rapi dan tidak murahan. Jok dibalut material kulit sintetis dengan aksen jahitan kontras serta emboss “Kiwi EV”.
Meski hanya dua pintu, akses ke bangku belakang dibuat cukup praktis dengan mekanisme pelipatan kursi depan yang inovatif. Konfigurasi tempat duduknya empat penumpang (2+2).
Ruang kepala dan kaki tergolong cukup lega untuk ukuran city car kompak. Namun bagasi belakang sangat terbatas jika seluruh kursi digunakan. Pengguna harus memilih antara membawa penumpang penuh atau melipat bangku belakang demi ruang barang lebih luas.
Fitur lain yang tersedia antara lain electric parking brake, auto hold, USB charging port depan-belakang, hingga integrasi aplikasi pesan instan WeChat di pasar Tiongkok.
Potensi Harga Rp160 Jutaan?
Saat ini mobil tersebut memang belum resmi dijual di Indonesia. Namun di pasar Tiongkok, harga Baojun E300 Plus berkisar USD 9.700 atau sekitar Rp160 jutaan jika dikonversi kasar.
Jika diproduksi lokal dan mendapat insentif kendaraan listrik, bukan tidak mungkin harga Wuling Kiwi EV futuristik ini tetap kompetitif di kisaran tersebut.
Dengan jarak tempuh 300 km, desain unik yang “anti-mainstream”, serta fitur canggih seperti adaptive cruise control dan fast charging satu jam, mobil ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi generasi muda perkotaan.
Apalagi tren kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Jika benar masuk pasar domestik, Wuling Kiwi EV futuristik bisa menjadi alternatif segar di segmen city car listrik yang saat ini masih terbatas.
Kini pertanyaannya tinggal satu: kapan resmi mengaspal di Indonesia? Pecinta mobil listrik tentu menantikan kejutan berikutnya dari Wuling Motors.
Editor : Divka Vance Yandriana