BANDUNG - Uji ketahanan Wuling Air EV di jalanan Kota Kembang jadi pengalaman menarik. Mobil listrik mungil ini diajak berkeliling Bandung hingga menanjak ke kawasan Lembang. Pertanyaannya, cukupkah baterainya untuk dipakai seharian?
Perjalanan dimulai dari Stasiun Bandung dengan kondisi baterai Wuling Air EV di angka 96 persen. Range yang tertera di layar menunjukkan jarak tempuh lebih dari 280 kilometer. Angka yang cukup meyakinkan untuk city touring, bahkan hingga luar pusat kota.
Sejak awal, sensasi berkendara Wuling Air EV langsung terasa berbeda. Kabin senyap, respons pedal instan, dan dimensi ringkas membuat mobil ini lincah menembus lalu lintas Bandung yang padat.
Lincah di Perkotaan, Parkir Jadi Mudah
Rute pertama menyusuri area pusat kota hingga kawasan Braga. Dengan bodi kecil, mobil ini mudah mencari celah parkir. Bahkan saat harus “nyempil” di area sempit, pengemudi tak perlu khawatir.
Keunggulan mobil listrik ini memang terasa di penggunaan dalam kota. Tanpa getaran mesin dan tanpa suara knalpot, pengalaman berkendara jadi lebih santai. Apalagi, pengguna tak perlu memikirkan bensin harus kembali full saat pengembalian unit sewa.
Interiornya pun terasa lega untuk ukuran city car. Ruang kaki penumpang depan dan belakang masih cukup nyaman. Hanya saja, kapasitas bagasi memang terbatas jika diisi empat orang sekaligus.
Ujian Sebenarnya: Nanjak ke Lembang
Perjalanan berlanjut ke destinasi utama, Dusun Bambu di kawasan Lembang. Jalur menuju lokasi dikenal memiliki tanjakan dan turunan cukup curam.
Di sinilah uji performa dimulai. Mode berkendara sempat dialihkan ke mode sport untuk mendapatkan respons tenaga lebih agresif saat menanjak. Hasilnya? Mobil tetap melaju stabil tanpa gejala kehilangan tenaga.
Meski sempat muncul rasa deg-degan saat melihat kontur jalan menanjak tajam, mobil listrik ini mampu menaklukkannya dengan santai. Tidak ada indikasi overheat maupun penurunan performa signifikan.
Setibanya di Dusun Bambu, baterai masih tersisa sekitar 77 persen. Artinya, konsumsi daya tergolong efisien meski digunakan untuk jalur menanjak.
Efisiensi Baterai Jadi Sorotan
Selama perjalanan dari pusat kota ke Lembang, penurunan baterai terbilang wajar. Dari 96 persen di awal perjalanan hingga sekitar 78 persen saat tiba di lokasi wisata.
Ini membuktikan bahwa untuk rute dalam kota hingga perbukitan ringan, Wuling Air EV masih sangat memadai. Apalagi mobil ini hanya diisi penumpang tanpa beban berat tambahan.
Setelah puas menikmati suasana Dusun Bambu, perjalanan dilanjutkan ke Rumah Mode untuk berganti pakaian akibat kehujanan. Dari sana, rombongan kembali ke Stasiun Bandung.
Saat tiba kembali di titik awal, baterai masih tersisa sekitar 73 persen. Dengan kata lain, penggunaan seharian penuh di Bandung hanya menghabiskan sekitar 23 persen daya baterai.
Cocok untuk City Touring
Hasil ini menunjukkan bahwa mobil listrik mungil seperti Wuling Air EV sangat cocok untuk kebutuhan city touring. Jarak tempuh yang ditawarkan cukup aman untuk eksplorasi dalam kota tanpa harus panik mencari charging station.
Dimensi ringkas menjadi keunggulan di kota dengan jalan relatif sempit dan area parkir terbatas. Respons instan motor listrik juga membantu saat harus menyalip atau menghadapi tanjakan.
Namun, ada beberapa catatan. Kapasitas bagasi terbatas membuat mobil ini kurang ideal untuk perjalanan jauh dengan banyak barang. Selain itu, sensasi kabin terasa sedikit berbeda dibanding mobil konvensional, terutama dalam hal peredaman suara jalan.
Layak Jadi Pilihan Liburan Singkat?
Dengan sisa baterai lebih dari 70 persen setelah dipakai seharian, Wuling Air EV membuktikan efisiensinya. Untuk perjalanan dalam kota Bandung hingga Lembang, mobil ini tidak menunjukkan kendala berarti.
Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman berkendara mobil listrik tanpa emisi, unit ini bisa jadi pilihan menarik. Selain ramah lingkungan, biaya operasional juga lebih hemat dibanding mobil berbahan bakar bensin.
Kesimpulannya, seharian keliling Bandung pakai Wuling Air EV bukan hanya cukup, tapi masih menyisakan banyak daya. Tantangan tanjakan ke Dusun Bambu pun berhasil dilalui tanpa drama.
Mobil kecil, tapi kemampuannya tidak bisa dianggap remeh.
Editor : Divka Vance Yandriana