Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Wuling Air EV Long Range 2022 Bekas Kini 100 Jutaan, Torsi 120 Nm dan Range 300 Km Bikin Kaget!

Divka Vance Yandriana • Selasa, 24 Februari 2026 | 20:00 WIB

Wuling Air EV Long Range 2022 bekas kini 100 jutaan. Torsi 120 Nm dan jarak tempuh 300 km bikin tergoda!
Wuling Air EV Long Range 2022 bekas kini 100 jutaan. Torsi 120 Nm dan jarak tempuh 300 km bikin tergoda!

MALANG - Wuling Air EV Long Range 2022 kini makin menarik perhatian pasar mobil bekas. Unit yang dulu dijual di kisaran Rp300 jutaan itu, sekarang sudah bisa ditebus dengan harga 100 jutaan. Penurunan harga yang drastis ini membuat banyak konsumen mulai melirik mobil listrik mungil tersebut.

Dalam pengujian langsung di jalanan Kota Malang, Wuling Air EV Long Range 2022 menunjukkan karakter sebagai city car sejati. Dimensinya ringkas, hanya memiliki tiga pintu, dan sangat lincah saat melintasi jalan sempit. Mobil ini bahkan terasa seperti mengendarai kendaraan roda tiga dalam hal kelincahan, meski tentu lebih stabil dan nyaman.

Unit yang diuji merupakan produksi 2022 dengan jarak tempuh sekitar 14.000 kilometer. Artinya, pemakaian tergolong ringan dan mayoritas digunakan untuk mobilitas dalam kota.

Baca Juga: Mudik Cikarang–Wangon Naik Motor Listrik Polytron Fox R, Om Nana Bongkar Titik SPKLU Jalur Selatan dan Biaya Chargingnya

Desain Ringkas, Kabin Tetap Lega

Meski berukuran kecil, kabin Wuling Air EV Long Range 2022 terasa cukup lega untuk dua penumpang dewasa di depan. Headroom masih menyisakan ruang yang nyaman, sementara area kaki terasa lapang berkat desain dashboard minimalis tanpa konsol tengah besar.

Akses ke bangku belakang memang hanya melalui pintu depan, mengingat mobil ini mengusung konfigurasi tiga pintu. Namun untuk penggunaan harian jarak dekat, tata letak ini masih bisa ditoleransi.

Material dashboard bagian atas memang masih plastik keras. Tetapi tampilannya dipercantik dengan lapisan fabric sehingga tidak terkesan murahan. Dua layar digital menjadi pusat perhatian di bagian depan, satu untuk cluster instrumen dan satu lagi untuk sistem infotainment.

Baca Juga: Zongsen IS5 Meluncur! Motor Listrik Jarak Jauh Tembus 300 KM, Hybrid Irit 1,5 L/100 KM dan Fast Charging 40 Menit

Cluster digitalnya cukup informatif. Menampilkan kecepatan, posisi transmisi, sisa baterai, hingga animasi interaktif mobil yang akan menyala saat lampu sein atau pedal rem diinjak.

Performa 40 HP, Torsi Setara LMPV

Untuk urusan tenaga, mobil listrik ini dibekali motor listrik 30 kW atau setara 40 HP. Angka tersebut mungkin terdengar kecil. Namun torsinya mencapai sekitar 120 Nm dan disalurkan secara instan khas motor listrik.

Torsi sebesar itu bahkan mendekati mobil LMPV bermesin 1.300 cc. Hasilnya, akselerasi di kecepatan rendah terasa responsif, terutama dalam mode Sport. Tersedia tiga mode berkendara, yakni Eco, Normal, dan Sport.

Saat digunakan di jalan menanjak, mobil tetap melaju tanpa kesulitan berarti. Penyaluran tenaga terasa halus dan effortless. Suspensinya pun tergolong empuk untuk ukuran mobil sekecil ini.

Baca Juga: Indomobil EMotor Sprinto EV Resmi Meluncur, Motor Listrik 3,5 kW Harga Rp25,5 Juta dengan Layar TFT Touchscreen

Fitur Cukup Lengkap untuk City Car

Fitur yang disematkan terbilang memadai. AC dapat diatur melalui layar maupun tombol fisik, dengan sembilan tingkat kecepatan blower. Bahkan di level satu, kabin sudah terasa dingin.

Keunikan lain adalah adanya suara buatan di bawah kecepatan 20–25 km/jam. Suara menyerupai dengungan ini berfungsi sebagai peringatan bagi pejalan kaki, mengingat mobil listrik nyaris tanpa suara mesin.

Transmisi menggunakan kenop putar model PRND yang simpel dan modern. Power window sudah auto di kedua sisi, sementara sistem pengereman dilengkapi regenerative braking untuk mengisi ulang baterai saat deselerasi atau turunan.

Range 300 Km, Masih Relevan?

Sebagai varian Long Range, mobil ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 300 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Dalam pengujian, indikator menunjukkan sisa baterai 28 persen dengan estimasi jarak 84 kilometer.

Untuk kebutuhan dalam kota seperti Malang–Surabaya pulang pergi, jarak tersebut masih sangat aman tanpa perlu khawatir kehabisan daya.

Namun, karakter bodi yang tinggi dan pendek membuat gejala body roll cukup terasa saat bermanuver cepat. Peredaman kabin juga tergolong standar. Suara ban masih cukup terdengar, kemungkinan karena insulasi bagian bawah kurang maksimal.

Harga Turun Drastis, Bekas Jadi Incaran

Faktor paling menarik tentu harga. Saat pertama meluncur, mobil ini dibanderol hampir Rp300 jutaan. Kini, unit bekasnya sudah bermain di angka Rp100 jutaan kecil.

Penurunan harga ini memang menyakitkan bagi pembeli awal. Namun di sisi lain, konsumen mobil bekas justru diuntungkan. Dengan bujet setara LCGC seperti Agya atau Brio generasi lama, kini sudah bisa membawa pulang mobil listrik tahun muda.

Dengan usia tiga tahun dan jarak tempuh rendah, Wuling Air EV Long Range 2022 menjadi opsi rasional bagi mereka yang butuh kendaraan harian tanpa biaya BBM dan minim perawatan rutin.

Secara keseluruhan, mobil ini sangat cocok untuk penggunaan dalam kota, antar jemput keluarga, atau kendaraan kedua di rumah. Dengan harga yang kini lebih terjangkau, value for money-nya justru semakin kuat.

Editor : Divka Vance Yandriana
#mobil listrik #Harga Wuling Air EV #Wuling Air EV