JAKARTA - Perjalanan HP paling canggih di zamannya tak pernah lahir dari keseragaman. Sebelum smartphone setipis sekarang mendominasi pasar, dunia pernah menyaksikan berbagai eksperimen berani yang dianggap aneh, mahal, bahkan terlalu maju. Namun justru dari perangkat-perangkat inilah arah industri teknologi terbentuk.
Daftar HP paling canggih di zamannya ini bukan sekadar soal spesifikasi tinggi. Lebih dari itu, mereka adalah simbol lompatan besar yang mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, hingga mengabadikan momen.
Berikut deretan ponsel revolusioner yang jejaknya masih terasa hingga kini.
IBM Simon, Cikal Bakal Smartphone Modern
Tahun 1994, saat ponsel hanya digunakan untuk menelepon, IBM memperkenalkan IBM Simon. Perangkat ini sudah dibekali layar sentuh, stylus, email, kalender, hingga kemampuan mengirim faks.
Di masanya, harga sekitar Rp2 juta tergolong fantastis. Ukurannya besar dan baterainya boros. Penjualannya pun tak meledak. Namun, konsep “komputer genggam” yang dibawa Simon menjadi fondasi smartphone modern.
Baca Juga: BYD M6: Plus Minus Mobil Listrik Jakarta, Pajak Nol dan Hemat Operasional
Nokia 9000 Communicator, Kantor dalam Genggaman
Dua tahun berselang, Nokia meluncurkan Nokia 9000 Communicator. Dari luar terlihat seperti ponsel besar biasa. Tapi saat dibuka, terdapat layar lebar dan keyboard penuh.
Fungsinya sudah mendukung email, dokumen, hingga internet. Dengan harga sekitar Rp3,5 juta pada 1996, perangkat ini menjadi simbol profesional dan eksekutif. Ia mungkin tidak populer, tetapi menjadi pelopor mobile office.
Motorola StarTAC, Awal Ponsel Jadi Gaya Hidup
Masih di era 1996, Motorola StarTAC hadir dengan desain lipat yang ramping dan futuristik. Harganya sekitar Rp2,4 juta, tergolong mahal saat itu.
StarTAC bukan soal fitur canggih, melainkan desain. Sejak kemunculannya, ponsel tak lagi sekadar alat komunikasi, tetapi juga simbol status dan gaya hidup.
Sharp J-SH04, Pelopor Kamera Ponsel
Awal 2000, Sharp merilis J-SH04 di Jepang. Inilah ponsel pertama dengan kamera terintegrasi. Resolusinya memang rendah, namun idenya revolusioner.
Dengan harga sekitar Rp4,2 juta, Sharp membuka budaya baru: memotret dan membagikan momen sehari-hari langsung dari genggaman. Industri kamera ponsel yang kini jadi senjata utama smartphone bermula dari sini.
BlackBerry 6210, Email yang Selalu Aktif
Tahun 2003, BlackBerry 6210 mengubah ritme dunia kerja. Keyboard QWERTY dan push email membuat pengguna selalu terhubung tanpa membuka laptop.
Harganya sekitar Rp2,8 juta. Di tangan eksekutif dan profesional, BlackBerry menjadi simbol kesibukan dan produktivitas.
Nokia N95, Semua Ada dalam Satu Perangkat
Masuk 2007, Nokia N95 disebut sebagai HP paling canggih di zamannya. Kamera 5 MP dengan lensa Carl Zeiss, GPS, WiFi, musik, video—semuanya ada.
Dengan harga sekitar Rp6,7 juta, N95 menjadi puncak kejayaan Nokia. Namun di tahun yang sama, dunia bersiap berubah lewat layar sentuh penuh.
iPhone Generasi Pertama, Revolusi Layar Sentuh
Masih di 2007, Apple memperkenalkan iPhone generasi pertama. Tanpa keyboard fisik, hanya satu tombol dan layar sentuh penuh.
Meski kameranya biasa dan belum ada App Store, pengalaman pengguna yang intuitif menjadi pembeda. Inilah awal era smartphone modern berbasis sentuhan.
HTC Dream (T-Mobile G1), Android Pertama di Dunia
Tahun 2008, HTC Dream atau T-Mobile G1 lahir sebagai ponsel Android pertama. Desainnya tebal dengan keyboard geser.
Android kala itu masih mentah, namun menawarkan kebebasan kustomisasi. Dari perangkat inilah sistem operasi Android berkembang dan kini mendominasi dunia.
Samsung Galaxy Note, Awal Era Layar Besar
Pada 2011, Samsung Galaxy Note hadir dengan layar 5,3 inci—dianggap terlalu besar saat itu. Istilah phablet pun lahir.
Dilengkapi S Pen, Galaxy Note membuka cara baru berinteraksi: menulis dan menggambar langsung di layar. Kini, layar besar justru menjadi standar industri.
Nokia 808 PureView, Kamera 41 MP yang Terlalu Cepat
Tahun 2012, Nokia 808 PureView hadir dengan kamera 41 megapiksel dan teknologi PureView. Hasil fotonya mendekati kamera profesional.
Sayangnya, ia masih menggunakan sistem operasi Symbian yang mulai ditinggalkan. Meski tak menyelamatkan Nokia, warisannya hidup dalam tren kamera smartphone beresolusi tinggi saat ini.
Perjalanan HP paling canggih di zamannya membuktikan satu hal: inovasi sering kali lahir sebelum dunia siap menerimanya. Sebagian gagal secara komersial, namun ide-idenya membentuk teknologi yang kini kita anggap biasa.
Dari layar sentuh, kamera canggih, email instan, hingga layar besar—semuanya pernah dianggap aneh. Kini, justru menjadi standar.
Editor : Divka Vance Yandriana