Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terungkap! Pajak Mobil Listrik BYD M6 Ternyata Nol Rupiah, Ini Plus Minusnya Setelah Dipakai Sepekan

Natasha Eka Safrina • Selasa, 24 Februari 2026 | 21:40 WIB

Pajak mobil listrik BYD M6 ternyata nol rupiah. Simak ulasan lengkap plus minus BYD M6 setelah dipakai seminggu penuh di sini.
Pajak mobil listrik BYD M6 ternyata nol rupiah. Simak ulasan lengkap plus minus BYD M6 setelah dipakai seminggu penuh di sini.

JAKARTA – Pertanyaan soal pajak mobil listrik BYD M6 kembali ramai diperbincangkan, seiring makin banyaknya unit MPV listrik asal Tiongkok ini berseliweran di jalanan Ibu Kota. Tak sedikit calon konsumen yang mulai bosan melihat modelnya, namun tetap penasaran apakah biaya kepemilikan dan kenyamanannya benar-benar sepadan. Keraguan itu akhirnya dijawab lewat uji pakai jangka menengah yang membongkar kelebihan dan kekurangan BYD M6 setelah digunakan selama satu minggu penuh.

Mobil listrik tiga baris ini dipinjamkan langsung oleh BYD Indonesia, memberi kesempatan untuk mengeksplorasi performa harian, konsumsi energi, hingga fakta menarik soal pajak mobil listrik BYD M6 yang ternyata benar-benar nol rupiah. Dari hasil penggunaan intensif, setidaknya ada empat catatan minus dan empat poin plus yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan membeli.

Kekurangan BYD M6: Ruang, Rem, Suspensi, hingga Layar

Kekurangan pertama datang dari aspek kepraktisan ruang. Unit yang diuji merupakan versi enam penumpang (captain seat). Konsekuensinya, kursi baris kedua tidak bisa dilipat rata seperti versi tujuh penumpang. Saat digunakan untuk membawa barang besar—bahkan untuk pindahan rumah—kapasitas angkutnya terasa kalah fleksibel dibanding versi tujuh kursi.

Baca Juga: Terungkap! Tes Jarak Tempuh Wuling Air EV Jakarta-Bandung, Benarkah Bisa Tembus 300 Km Sekali Cas?

Masalah berikutnya ada pada modulasi rem. Karakter rem terasa kurang halus, terutama bagi pengemudi yang belum terbiasa. Sentuhan ringan terasa terlalu agresif, sementara tekanan lanjutan justru kurang pakem. Dalam kondisi stop and go di kemacetan, hal ini berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan mabuk bagi penumpang.

Dari sisi kenyamanan, suspensi BYD M6 dinilai “pilih-pilih kondisi”. Di jalan mulus, bantingannya terasa cukup tenang. Namun saat melewati jalan bergelombang atau rusak—yang justru lebih umum di Indonesia—bagian belakang mobil terasa memantul dan kurang stabil. Suspensi belakang yang cenderung keras dengan stroke pendek membuat mobil terasa “kentang” saat kosong atau hanya diisi satu-dua orang.

Kekurangan terakhir datang dari layar infotainment. Ukurannya besar dan resolusinya tajam, namun tingkat kecerahannya dinilai berlebihan. Bahkan saat brightness disetel paling rendah dan mode gelap diaktifkan, layar tetap terasa menyilaukan saat berkendara malam hari, berpotensi menyebabkan kelelahan mata.

Kelebihan BYD M6: Nyaman Saat Penuh, Akselerasi, hingga Safety

Menariknya, suspensi yang dikeluhkan justru berubah menjadi kelebihan saat mobil diisi penuh. Ketika membawa banyak penumpang atau muatan, bantingan terasa jauh lebih stabil dan nyaman. Ini menunjukkan setelan suspensi BYD M6 memang dirancang optimal untuk kondisi penuh, cocok untuk kendaraan keluarga besar atau bahkan operasional seperti transportasi penumpang.

Baca Juga: Wuling Air EV Long Range 2022 Bekas Kini 100 Jutaan, Torsi 120 Nm dan Range 300 Km Bikin Kaget!

Kelebihan berikutnya adalah akselerasi. Sebagai mobil listrik, BYD M6 menawarkan tenaga lebih dari 200 HP dengan torsi 310 Nm. Akselerasi 0–100 km/jam diklaim 8,6 detik dan terasa spontan bahkan tanpa mengaktifkan mode sport. Untuk kebutuhan menyalip di dalam kota atau tol, performanya sangat memadai.

Akses keluar-masuk kabin juga patut diapresiasi. Meski lantai mobil listrik umumnya tinggi karena baterai, BYD M6 justru terasa lebih ramah bagi penumpang lanjut usia. Bukaan pintu yang lebar dan tinggi jok yang pas membuat proses naik-turun lebih effortless dibanding beberapa MPV hybrid di kelasnya.

Soal keselamatan, BYD M6 unggul lewat sistem sensor sabuk pengaman hingga baris ketiga. Semua penumpang wajib mengenakan seat belt sebelum mobil bisa berjalan normal. Fitur ini dinilai efektif meningkatkan kesadaran keselamatan, terutama bagi keluarga dengan anak-anak.

Baca Juga: Seharian Keliling Bandung Pakai Wuling Air EV, Berani Nanjak ke Dusun Bambu? Sisa Baterai Bikin Melongo!

Pajak Mobil Listrik BYD M6 Benar-Benar Nol

Bagian paling menarik tentu soal biaya kepemilikan. Berdasarkan STNK, pajak mobil listrik BYD M6 tercatat nol rupiah untuk PKB. Pemilik hanya perlu membayar biaya administrasi seperti SWDKLLJ dan penerbitan TNKB. Total biaya tahunan yang dikeluarkan hanya sekitar Rp443 ribu. Angka ini jelas jauh lebih murah dibanding mobil bermesin konvensional.

Kesimpulan

Dengan segala plus dan minusnya, BYD M6 menawarkan paket yang cukup rasional. Fitur melimpah, kabin lega, biaya operasional murah, serta bebas ganjil-genap menjadi daya tarik utama. Meski masih ada kompromi di sisi kenyamanan suspensi dan karakter rem, banyak konsumen tampaknya siap “tutup mata” demi efisiensi dan harga kompetitif. Tak heran jika BYD M6 kini menjadi salah satu mobil listrik paling banyak ditemui di jalanan Indonesia.

Editor : Natasha Eka Safrina
#mobil listrik 7 seater terbaik #BYD M6