JAKARTA - 10 transportasi generasi baru dari Tiongkok kini menjadi sorotan dunia. Negeri Tirai Bambu tak lagi sekadar dikenal sebagai raksasa ekonomi, tetapi juga pelopor inovasi mobilitas masa depan. Dari kereta gantung tanpa masinis hingga taksi terbang otonom, lompatan teknologi ini disebut-sebut melampaui Amerika Serikat dalam pengembangan transportasi modern.
Deretan transportasi generasi baru dari Tiongkok tersebut bukan lagi sekadar konsep di atas kertas. Sebagian sudah beroperasi komersial, sebagian lainnya memasuki tahap uji coba serius. Inovasi ini memperlihatkan ambisi besar Tiongkok dalam membangun ekosistem kendaraan listrik, kecerdasan buatan (AI), dan mobilitas udara.
Berikut 10 transportasi generasi baru dari Tiongkok yang mengejutkan dunia.
Sky Train, Kereta Gantung Tanpa Masinis
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Sky Train yang mulai beroperasi di Wuhan sejak 2023. Kereta ini melaju di atas rel tunggal dengan posisi tergantung di ketinggian sekitar 10 meter.
Seluruh sistem dikendalikan otomatis berbasis AI, tanpa masinis. Proses pembangunannya pun terbilang cepat, hanya tujuh bulan. Bandingkan dengan proyek kereta bawah tanah yang bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun. Desainnya memungkinkan ruang di bawah rel tetap dimanfaatkan untuk taman atau jalan raya.
Baca Juga: 5 Smartwatch Garmin Terbaik 2026 yang Paling Worth It, Dari Garmin Vivoactive 6 hingga Venu 4
Yangwang U8, SUV Listrik Bisa Mengapung
Industri otomotif juga tak kalah revolusioner. SUV listrik Yangwang U8 produksi BYD menjadi kendaraan terapung pertama yang diproduksi massal.
Mobil ini mampu melakukan tank turn atau berputar 360 derajat di tempat. Saat mendeteksi banjir, sistem otomatis mengaktifkan mode mengambang darurat. Kendaraan dapat mengapung hingga 30 menit dan melaju di air dengan kecepatan sekitar 30 km per jam.
Mobil Terbang Xpeng Aeroht
Mobil terbang bukan lagi khayalan. Xpeng Aeroht mengembangkan kendaraan hibrida darat-udara dengan teknologi lepas landas vertikal (VTOL).
Di jalan raya, kendaraan ini berfungsi sebagai mobil listrik biasa. Namun saat dibutuhkan, rotor lipat di bagian atas terbuka dan memungkinkan mobil terbang secara vertikal tanpa landasan pacu. Meski masih tahap pengujian, unitnya telah dipamerkan dalam berbagai demonstrasi.
Nio ET9 dengan Suspensi Canggih
Produsen mobil listrik premium Nio menghadirkan sedan flagship ET9 dengan teknologi suspensi fly-by-wire. Sistem ini mampu menyesuaikan kenyamanan secara real time, membuat sensasi berkendara terasa seperti melayang.
Mobil ini juga dibekali tenaga lebih dari 600 hp, akselerasi 0–100 km/jam dalam empat detik, serta jarak tempuh hingga 930 km.
Transit Elevated Bus (TEB)
Konsep bus raksasa yang melaju di atas kendaraan lain sempat diuji coba lewat proyek Transit Elevated Bus. Dengan tinggi 4,5 meter dan lebar hampir 8 meter, moda ini dirancang untuk mengangkut hingga 1.200 penumpang.
Sayangnya proyek ini dihentikan karena kendala teknis dan infrastruktur. Meski begitu, gagasannya tetap menjadi simbol ambisi besar Tiongkok dalam mengatasi kemacetan kota.
EHang 216, Taksi Terbang Otonom
Nama EHang melejit setelah model EHang 216 resmi mendapat izin operasi komersial pada 2023. Drone penumpang ini mampu membawa dua orang tanpa pilot.
Dengan 16 baling-baling, kendaraan ini melaju hingga 130 km/jam dan menjangkau 35 km sekali terbang. Seluruh navigasi dikendalikan AI dan sistem cloud.
GAC GOV, Mobil Bisa Jadi Drone
Konsep futuristik juga ditampilkan GAC GOV. Kendaraan ini dapat berjalan otonom di darat, lalu bagian atasnya terlepas menjadi drone tanpa awak. Meski masih konsep, desainnya menunjukkan arah masa depan transportasi multimoda.
Shane Electric, Mobil Dua Roda Stabil Otomatis
Shane Electric hadir dengan dua roda besar di samping, namun tetap stabil berkat sistem penyeimbang berbasis AI. Interiornya dirancang seperti ruang santai modern dengan kapasitas lima penumpang.
Robotaxi Apollo Go
Layanan taksi tanpa sopir kini sudah beroperasi melalui Apollo Go yang dikembangkan oleh Baidu. Mobil ini dilengkapi lidar, radar, dan kamera 360 derajat untuk navigasi real time di jalanan padat.
Penumpang cukup memesan lewat aplikasi, lalu kendaraan datang tanpa sopir dan mengantar hingga tujuan.
Autoflight Prosperity eVTOL
Perusahaan Autoflight mengembangkan Prosperity eVTOL untuk perjalanan antar kota. Kecepatan maksimalnya mencapai 200 km/jam dengan jarak tempuh 250 km.
Pada 2023, uji terbang antar kota sejauh 250 km berhasil dilakukan tanpa henti. Ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam mobilitas udara ramah lingkungan.
Masa Depan Mobilitas Dimulai dari Tiongkok
Deretan inovasi tersebut memperlihatkan bagaimana Tiongkok serius menggarap kendaraan listrik, transportasi otonom, hingga mobil terbang. Bukan sekadar wacana, sebagian sudah hadir dan digunakan publik.
Jika tren ini berlanjut, peta persaingan teknologi global bisa berubah drastis. Transportasi generasi baru dari Tiongkok menjadi bukti bahwa masa depan mobilitas sudah dimulai hari ini.
Editor : Divka Vance Yandriana