JAKARTA – BYD M6 mobil listrik keluarga kini menjadi salah satu model EV paling ramai dibicarakan di Indonesia. Bukan tanpa alasan. Mobil listrik tiga baris ini hadir dengan konsep ramah keluarga, biaya operasional super hemat, serta skema pembelian yang tergolong agresif. Mulai dari cicilan ringan, bunga 0 persen, hingga unit ready stock tanpa inden panjang.
Sebagai mobil listrik keluarga full EV, BYD M6 menawarkan konfigurasi tiga baris kursi dengan pilihan tujuh penumpang atau captain seat enam penumpang. Segmen ini sebelumnya hampir tidak tersentuh oleh mobil listrik, sehingga kehadiran BYD M6 langsung mencuri perhatian pasar.
Dalam sebuah video review dealer resmi BYD Bipo Jatinegara, dijelaskan bahwa BYD M6 menjadi satu-satunya mobil listrik keluarga tiga baris yang benar-benar fokus pada kebutuhan harian masyarakat Indonesia. Mulai dari dimensi yang pas untuk perkotaan, kabin lega, hingga biaya pajak yang sangat rendah.
Harga dan Skema Pembelian Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu faktor terbesar yang membuat BYD M6 cepat dilirik adalah harga. BYD M6 dibanderol mulai Rp383 jutaan hingga sekitar Rp433 jutaan untuk varian tertinggi. Dengan harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan mobil listrik tiga baris dengan fitur lengkap.
Menariknya lagi, tersedia cicilan mulai Rp3 jutaan per bulan dengan DP mulai 15 persen. Bahkan ada program bunga 0 persen, sehingga kredit terasa seperti membeli secara tunai. Selain itu, tersedia juga skema cash bertahap: bayar 50 persen di awal, mobil langsung dibawa pulang, dan pelunasan dilakukan setahun kemudian tanpa angsuran bulanan.
Program ini menjadi magnet kuat, terutama bagi konsumen yang ingin mencoba mobil listrik tanpa terbebani cicilan berat.
Biaya Operasional dan Pajak Sangat Murah
Sebagai BYD M6 mobil listrik keluarga, efisiensi menjadi nilai jual utama. Jarak tempuhnya diklaim mencapai 430 hingga 530 kilometer dalam sekali pengisian daya, tergantung gaya berkendara dan kondisi jalan.
Baca Juga: Terungkap! Tes Jarak Tempuh Wuling Air EV Jakarta-Bandung, Benarkah Bisa Tembus 300 Km Sekali Cas?
Untuk perjalanan Jakarta–Semarang, biaya pengisian daya disebut hanya sekitar Rp100 ribuan. Bandingkan dengan mobil bensin yang bisa menghabiskan lebih dari Rp500 ribu untuk rute serupa.
Pajak kendaraan juga sangat rendah. Tahun pertama berada di kisaran Rp700 ribuan, sementara tahun kedua dan seterusnya hanya sekitar Rp150 ribu per tahun. Selain itu, BYD M6 bebas ganjil genap dan bebas pajak progresif, sehingga cocok dijadikan mobil kedua atau ketiga.
Fitur Lengkap untuk Kebutuhan Keluarga
Dari sisi fitur, BYD M6 tampil kompetitif. Lampu sudah full LED, velg two tone ring 17 inci, spion retractable dengan blind spot monitoring, kamera 360 derajat, hingga panoramic glass roof dari depan ke belakang.
Interiornya dibalut jok full leather warna cokelat dengan kursi depan elektrik. Layar tengah khas BYD bisa diputar horizontal maupun vertikal dan terintegrasi dengan sistem infotainment modern. Pengaturan AC sudah triple zone, lengkap dengan port USB dan USB-C di setiap baris.
Kursi baris kedua dan ketiga bisa direbahkan hingga rata lantai, membuat ruang bagasi fleksibel untuk kebutuhan keluarga maupun operasional.
Baca Juga: Wuling Air EV Long Range 2022 Bekas Kini 100 Jutaan, Torsi 120 Nm dan Range 300 Km Bikin Kaget!
Dipakai Armada Taksi dan Ride-Hailing
Popularitas BYD M6 juga tercermin dari penggunaannya sebagai armada operasional. Sejumlah unit terlihat digunakan oleh layanan ride-hailing seperti Grab serta taksi konvensional Bluebird. Hal ini memperkuat persepsi bahwa BYD M6 bukan sekadar mobil pamer teknologi, tetapi siap digunakan harian dengan durabilitas tinggi.
Garansi baterai selama 8 tahun juga menjadi jaminan tambahan bagi konsumen yang masih ragu terhadap mobil listrik.
Kesimpulan
Dengan harga kompetitif, fitur lengkap, biaya operasional rendah, serta skema pembelian yang fleksibel, BYD M6 mobil listrik keluarga menjadi salah satu pilihan paling rasional di pasar EV Indonesia saat ini. Mobil ini menjawab kebutuhan keluarga modern yang ingin beralih ke kendaraan listrik tanpa harus mengorbankan kepraktisan.
Tak heran jika BYD M6 mulai banyak terlihat di jalanan dan berpotensi menjadi “Avanza-nya mobil listrik” di Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina