Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tes Wuling Air EV Long Range Tangerang-Bandung, Ternyata Nyampe! Biaya Cuma Rp80 Ribu, Hemat 90 Persen dari Mobil Bensin

Divka Vance Yandriana • Rabu, 25 Februari 2026 | 12:25 WIB

Tes Wuling Air EV Long Range Tangerang-Bandung, biaya cuma Rp80 ribu. Benarkah lebih hemat 90% dari mobil bensin?
Tes Wuling Air EV Long Range Tangerang-Bandung, biaya cuma Rp80 ribu. Benarkah lebih hemat 90% dari mobil bensin?

JAKARTA – Perjalanan jarak jauh menggunakan mobil listrik kerap menimbulkan pertanyaan: apakah benar-benar bisa diandalkan? Uji coba Wuling Air EV Long Range Tangerang-Bandung membuktikan jawabannya: bisa, dengan catatan perencanaan matang.

Perjalanan dimulai dari Gading Serpong, Tangerang, menuju kawasan Braga, Bandung, dengan jarak tempuh sekitar 190 kilometer. Mobil berangkat dalam kondisi baterai 100 persen dan estimasi jarak tempuh penuh sekitar 300 kilometer sesuai klaim pabrikan.

Rute yang ditempuh melewati tol baru Serpong–Cinere, Cimanggis–Cibitung, Cikampek, hingga Cipularang. Tantangan terbesar tentu saja tanjakan panjang di Tol Cipularang yang dikenal menguras tenaga kendaraan.

Baca Juga: Mudik Cikarang–Wangon Naik Motor Listrik Polytron Fox R, Om Nana Bongkar Titik SPKLU Jalur Selatan dan Biaya Chargingnya

Konsumsi Baterai dan Strategi Berkendara

Dalam perjalanan awal, konsumsi baterai terbilang cukup agresif. Setelah menempuh sekitar 70 kilometer, sisa baterai sudah berada di angka 70 persen. Memasuki jarak 105 kilometer, baterai tersisa 59 persen.

Pengemudi menerapkan berbagai teknik efisiensi, mulai dari menjaga kecepatan stabil di kisaran 80–90 km/jam, memanfaatkan regenerative braking saat turunan, hingga teknik “slipstream” dengan menjaga jarak aman di belakang kendaraan besar untuk mengurangi hambatan angin.

Di tanjakan Cipularang, mode berkendara sempat diubah ke Sport untuk menguji performa. Hasilnya, mobil tetap mampu melaju stabil tanpa terasa “ngeden”. Torsi instan khas mobil listrik membuat akselerasi di tanjakan terasa lebih ringan dibanding mobil bensin konvensional.

Baca Juga: Zongsen IS5 Meluncur! Motor Listrik Jarak Jauh Tembus 300 KM, Hybrid Irit 1,5 L/100 KM dan Fast Charging 40 Menit

Namun konsekuensinya, konsumsi baterai meningkat lebih cepat. Dalam satu sesi tanjakan agresif, daya baterai bisa berkurang hingga 3 persen dalam waktu relatif singkat.

Sempat Isi Daya di Rest Area

Untuk menghindari risiko kehabisan daya, pengemudi memutuskan mengisi ulang baterai di Rest Area KM 72. Saat itu baterai berada di kisaran 53 persen.

Pengisian daya berlangsung sekitar satu jam dan menghasilkan tambahan 25 persen, sehingga baterai naik ke 78 persen sebelum melanjutkan perjalanan.

Setibanya di gerbang Tol Pasir Koja, Bandung, total jarak tempuh tercatat 184 kilometer. Baterai tersisa 43 persen. Namun jika dikurangi tambahan 25 persen dari pengisian di rest area, berarti konsumsi murni dari Tangerang ke Bandung sekitar 82 persen baterai.

Baca Juga: Indomobil EMotor Sprinto EV Resmi Meluncur, Motor Listrik 3,5 kW Harga Rp25,5 Juta dengan Layar TFT Touchscreen

Artinya, secara teknis Wuling Air EV Long Range Tangerang-Bandung memang bisa ditempuh tanpa pengisian ulang, tetapi sisa baterai akan sangat tipis, terutama jika berkendara agresif di tanjakan.

Biaya Listrik vs Biaya BBM

Salah satu sorotan utama dari perjalanan ini adalah efisiensi biaya. Pengisian pertama di rest area menghabiskan sekitar Rp26.900. Sementara pengisian kedua di Bandung dari 43 persen ke 100 persen memakan biaya sekitar Rp49.000 lebih.

Total biaya listrik untuk perjalanan sekitar 180–190 kilometer tersebut kurang lebih Rp80.000.

Sebagai perbandingan, jika menggunakan mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 1:12 dan harga BBM Rp10.000 per liter, maka untuk jarak 180 kilometer dibutuhkan sekitar 15 liter bensin atau setara Rp150.000.

Artinya, ada potensi penghematan hingga sekitar 90 persen dari sisi energi jika dibandingkan kendaraan berbahan bakar minyak.

Menariknya, biaya listrik tersebut bahkan lebih murah dibanding total biaya makan di rest area dan biaya tol yang mencapai ratusan ribu rupiah.

Kelebihan dan Catatan Penting

Dari sisi performa, mobil listrik terasa unggul saat menanjak. Torsi instan membuat akselerasi lebih responsif tanpa jeda tenaga seperti mobil bensin. Stabilitas juga cukup baik berkat pusat gravitasi rendah karena posisi baterai di bawah lantai kendaraan.

Namun ada sejumlah catatan penting. Perjalanan dengan mobil listrik membutuhkan perencanaan yang matang. Pengemudi harus memastikan lokasi SPKLU, memperkirakan sisa baterai saat tiba, serta menyiapkan rencana cadangan jika stasiun pengisian penuh atau bermasalah.

Tanpa pengisian ulang di tengah jalan, perjalanan memang tetap memungkinkan. Tetapi pengemudi harus lebih disiplin menggunakan mode Eco dan menjaga kecepatan agar konsumsi daya tidak berlebihan.

Secara keseluruhan, perjalanan ini membuktikan bahwa mobil listrik perkotaan seperti Wuling Air EV Long Range tetap sanggup digunakan untuk perjalanan antarkota, selama pengemudi memahami karakter kendaraan dan melakukan manajemen energi dengan baik.

Bagi yang mengutamakan efisiensi biaya operasional, skenario ini jelas menguntungkan. Namun bagi yang menginginkan fleksibilitas tanpa perlu memikirkan pengisian daya, kendaraan bensin masih menawarkan kepraktisan lebih.

Pilihan kembali ke kebutuhan dan gaya berkendara masing-masing.

Editor : Divka Vance Yandriana
#mobil listrik #harga mobil listrik #Wuling Air EV