JAKARTA – Mahindra Thar dipastikan masuk Indonesia. SUV kompak bergaya boxy asal India itu digadang-gadang menjadi alternatif bagi pencinta Jeep Rubicon dengan harga jauh lebih terjangkau. Kabar Mahindra Thar masuk Indonesia ini tentu menjadi angin segar di segmen SUV 4x4 bergaya retro yang selama ini didominasi model Jepang dan Amerika.
Informasi Mahindra Thar masuk Indonesia diperoleh dari sumber internal yang menyebut unitnya sudah masuk rencana distribusi. Namun, jadwal peluncuran masih belum bisa dipastikan. “Mahindra Thar pasti masuk Indonesia, tapi kami belum bisa bicara kapan. Saat ini permintaan di India masih sangat tinggi,” ujar sumber tersebut.
Jika benar Mahindra Thar masuk Indonesia dalam waktu dekat, model ini akan menjadi pesaing serius bagi Suzuki Jimny yang sudah lebih dulu mengisi ceruk SUV kompak bergaya petualang. Bahkan, secara desain dan karakter, Thar kerap disebut sebagai “mini Rubicon” karena tampilannya yang mirip dengan Jeep Wrangler.
Baca Juga: Review UN Fly D75: Sepeda Listrik 600 Watt, Top Speed 46 Km/Jam, Harga Rp3,9 Juta
Harga Global Setara LMPV di Indonesia
Saat pertama kali diluncurkan di India pada Oktober 2020, Mahindra Thar dibanderol 9,80 lakh hingga 12,49 lakh rupee. Jika dikonversi kasar, harganya berkisar Rp199 juta hingga Rp253 juta.
Tentu harga tersebut belum termasuk pajak dan biaya impor jika masuk Indonesia. Namun tetap saja, angka itu membuat Thar berpotensi menjadi SUV 4x4 bergaya Rubicon dengan harga paling terjangkau di kelasnya.
Strategi harga inilah yang membuat Mahindra Thar disebut-sebut sebagai opsi menarik bagi konsumen yang ingin tampil gagah tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam.
Baca Juga: Review Overo Ledo 350 Watt: Sepeda Listrik Rp5,2 Juta Tanpa STNK, Kuat Nanjak tapi Ada Minusnya
Desain Boxy Mirip Jeep
Secara tampilan, Mahindra Thar mengusung desain mengotak dengan garis tegas dan fascia kaku. Lampu utama berbentuk bulat dipadukan grille vertikal yang mempertegas karakter offroad klasik. Di bagian bumper terdapat fog lamp yang memperkuat kesan tangguh.
Lampu sein diletakkan di atas fender depan, sejajar dengan lampu utama. Siluet sampingnya semakin menegaskan kemiripan dengan Jeep Wrangler Rubicon, lengkap dengan over fender tebal, foot step, serta velg 18 inci berwarna silver yang dibalut ban profil 255/65.
Atap dan pilar B hingga C mendapat sentuhan warna hitam, memberikan nuansa sporty. Di bagian belakang, stoplamp sudah menggunakan teknologi LED dan ban serep ditempatkan di pintu bagasi tengah—ciri khas SUV offroad sejati.
Interior Kaku tapi Modern
Masuk ke kabin, nuansa kokoh masih terasa. Desain dashboard bertumpuk memberi kesan maskulin, namun tetap modern. Kisi-kisi AC berbentuk lingkaran mempertegas gaya retro.
Panel instrumen tampil sporty dengan aksen lingkaran merah dan layar MID yang menampilkan berbagai informasi kendaraan. Setir model three-spoke sudah dilengkapi tombol multifungsi yang terhubung langsung dengan sistem infotainment.
Head unit touchscreen mendukung Android Auto, Apple CarPlay, USB, dan navigasi. Ini menjadi nilai tambah karena banyak SUV offroad murni yang justru minim fitur hiburan.
Beberapa tombol konfigurasi di sisi kanan kemudi memungkinkan pengemudi mengakses pengaturan dan informasi kendaraan dengan lebih praktis.
Potensi Pasar di Indonesia
Segmen SUV kompak 4x4 di Indonesia memang tidak sebesar LMPV atau SUV tujuh penumpang. Namun, pasarnya loyal dan terus bertumbuh. Antusiasme terhadap model bergaya petualang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Jika Mahindra Thar masuk Indonesia dengan harga kompetitif, bukan tidak mungkin model ini akan mencuri perhatian konsumen yang menginginkan kendaraan unik, gagah, dan berkarakter.
Apalagi, desainnya yang mirip Wrangler membuatnya memiliki daya tarik emosional tersendiri. Bagi sebagian orang, memiliki SUV dengan aura Rubicon tanpa harus membayar harga miliaran tentu menjadi daya tarik kuat.
Kini, publik tinggal menunggu kepastian jadwal peluncuran resmi. Jika distribusi dari India mulai stabil, bukan tidak mungkin Mahindra Thar segera meramaikan jalanan Tanah Air dalam waktu dekat.
Editor : Divka Vance Yandriana